Akankah Hasil Brexit Membalik Hubungan Yang Sudah Dijalin Antara Indonesia – Inggris ?

Kitanesia.co – Moazzam Malik -Duta Besar Inggris untuk Indonesia dalam satu kesempatan jumpa pers di Kedubes Inggris di Jakarta, Sabtu (25/6) mengatakan bahwa hasil referendum negaranya akan keluar dari Uni Eropa namun memastikan hubungannya tidak akan berpengaruh dengan Indonesia.

“Jangan terbawa emosi , hubungan dengan Indonesia tidak akan terpengaruh dengan hasil referendum dan tidak ada alasan untuk menghentikannya.” ujar Malik.

Disisi lain Malik juga memastikan hubungan dengan Indonesia akan terus tumbuh, yang pada tahun lalu dapat tumbuh sebesar 5 persen dalam bidang dagang, pertumbuhan terjadi terutama dalam bidang ekonomi.

“Inggris merupakan investor terbesar ke 5 di Indonesia, dan kami akan terus meningkatkan hubungan kerjasama ini,” Tandas Malik.

Ditegaskan oleh Malik bahwa komitmen hasil kerjasama terlihat saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Inggris pada Bulan April 2016 ” Saat Presiden berkunjung ke Inggris pada Bulan April lalu, ada tiga delegasi yang mendampinginya, 100 pebisnis, dan ada pula 300-400 pebisnis yang bicara tentang Indonesia berdasarkan potensi Indonesia dan kemampuan kami untuk mendukung Indonesia dalam perjalanannya, tidak akan ada perubahan fundamental mengenai ini.” ujar Malik.

Sementara itu Indonesia melalui siaran pers sehari sebelumnya yang disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi telah mencermati dari dekat proses dan hasil referendum yang dilakukan di Inggris pada tanggal 23 Juni 2016. Hasil tersebut merupakan cerminan kehendak mayoritas rakyat Inggris.

Hasil referendum akan melahirkan tatanan politik dan ekonomi baru di Inggris dan Eropa. Namun demikian dampak langsung referendum tersebut baru akan terlihat setidaknya 2 tahun ke depan. “Hasil referendum di Inggris tidak serta merta langsung berlaku, karena pasal 50 treaty on European Union harus di aktifkan dan proses negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa harus berlangsung untuk menyepakati Withdrawal Agreement,” tegas Menlu Retno.

“Hubungan Inggris dan Uni Eropa ke depan akan ditentukan dan diatur dalam Withdrawal Agreement seperti terkait isu-isu mengenai tarif perdagangan, freedom of movement of people, pengaturan keuangan dan status hukum Inggris dalam berbagai perjanjian internasional UE dengan negara lain akan ditentukan dalam Withdrawal Agreement,” jelas Menlu RI.

Dari segi politik dampak langsung bagi Indonesia atas hasil referendum Inggris akan sangat terbatas. Prioritas kemitraan Indonesia-Inggris maupun kemitraan Indonesia-Uni Eropa tidak akan berubah. “Indonesia meyakini hasil referendum tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia-Inggris dan menjadi kepentingan bersama kedua negara untuk terus memupuk kerja sama di berbagai bidang strategis,” tutur Menlu RI.

Sedangkan dari segi kerja sama ekonomi dampak dari hasil referendum masih harus mencermati tindak lanjut dari hasil Withdrawal Agreement Inggris-Uni Eropa. “Dampak terhadap berbagai perjanjian yang ada antara Indonesia dengan UE maupun Inggris seperti status Inggris dalam skema RI-UE CEPA dan FLEGT License baru akan terlihat setelah disepakatinya Withdrawal Agreement Inggris-Uni Eropa,” sebut Menlu RI.

Inggris merupakan mitra strategis Indonesia sejak tahun 2012. Nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 2,35 milyar (2015) dan nilai investasi Inggris di Indonesia mencapai US$ 503,2 juta (2015) serta jumlah wisatawan Inggris ke Indonesia tercatat sebesar 69.798 wisatwan pada tahun 2015.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN