Aparat Keamanan Mengijinkan Pembebanan Dilanjutkan

KITANESIA– Aparat keamanan telah memberian ijin pelaksanaan pekerjaan penambahan beban dalam proses pembongkaran Gedung Panin di Bintaro Tangerang Selatan. Ijin yang diberikan pada hari kerja ini terbatas pada window time pukul 23.00 sampai 05.00. Keputusan ini menjawab sekaligus aspirasi masyarakat yang tidak ingin proses pembongkaran ini mengganggu secara signifikan kegiatan sehari-hari, dan pekerjaan kegiatan pembongkaran yang secepatnya harus dilakukan.

Proses pembebanan dilanjutkan pada Senin 17 Oktober 2016 pukul 23.00 malam sampai dengan Selasa pagi, yang sukses mengangkat beban tambahan sebesar 53.8 ton. Total beban di lantai 18 Gedung saat ini adalah 233.7 ton, dan lengkungan balok prategang adalah sebesar 7.4 cm. Pembebanan malam kemarin dipusatkan pada zona 2 (yang sudah mencapai 110.2 ton), untuk menyeimbangkan beban di zona 1 yang sudah mencapai 123.5 ton.

unknown

Dengan target estimasi beban runtuh berdasarkan gambar rencana 400 ton, maka dengan kecepatan pembebanan seperti ini, dalam 2 malam beban akan mencapai sekitar 320 ton, yang mana menjadi batas beban yang dianggap kritis. Parameter lain yang dijadikan sebagai batas kritis adalah penambahan lengkungan balok prategang yang terus dipantau. Jika sudah terjadi percepatan penambahan lengkungan yang signifikan, maka penambahan beban akan dihentikan. Proses penambahan beban yang berpotensi untuk meruntuhkan bangunan akan dimulai pada Jum’at malam, 21 Oktober 2016, dimana beberapa peralatan sensitif yang digunakan di lingkungan sekitar sudah dalam kondisi off.

Bagaimana jika sampai beban 400 ton masih belum runtuh ?. Apakah akan digunakan senjata pamungkas beban dinamik berupa pemotongan untuk penjatuhan crown dan penjatuhan wrecking ball ?. Dalam hal ini Tim Ahli Bangunan Gedung akan menilai data percepatan penambahan lengkungan balok prategang, yang akan memberikan indikasi aktual apakah struktur masih mempunyai kekuatan yang masih cukup besar atau sudah mendekati ambang runtuh. Jika struktur dinilai masih cukup kuat, maka kecenderungannya beban akan terus ditambah. Penggunaan senjata pamungkas yang hanya bisa digunakan satu kali ini merupakan alternatif terakhir proses peruntuhan bangunan.

Pelaksanaan pembongkaran yang menggunakan metoda pembebanan ini memang suatu cara yang konservatif yang sudah disepakati seluruh pihak yang terkait. Pelaksana diberi waktu yang cukup, yaitu selama 90 hari untuk melakukan pembongkaran tuntas. Proses peruntuhan bangunan adalah tahap kritis yang harus dilakukan secepatnya, namun harus dilakukan dengan cermat, sehingga perlu dilakukan beberapa tahap kontrol. Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap momen ini, dapat dijadikan sarana untuk sosialiasi regulasi terkait penyelenggaraan bangunan gedung serta teknologi dan ilmu pengetahuan yang terkait.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN