Arahan Presiden Joko Widodo kepada Prajurit Marinir

KITANESIA, Cilandak, 11 November 2016

  1. Saya dan seluruh rakyat Indonesia selalu bangga kepada prajurit Korps Marinir karena prajurit-prajurit Korps Marinir, saya tahu, dekat dengan rakyat, selalu mendengar rakyat dan melekat di hati rakyat di manapun prajurit Korps Marinir berada dan bertugas.
  1. Prajurit Korps Marinir adalah prajurit TNI yang disegani yang selalu akan hadir di setiap pelagan pertempuran di seluruh pelosok nusantara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan Prajurit Korps Marinir juga selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai negara sahabat ketika mengambil bagian sebagai pasukan perdamaian dunia.
  1. Saya tahu di sini ada Brigade Infanteri, Resimen Artileri, Resimen Kavaleri, Resimen Bantuan Tempur dan Denjaka. Kita tahu, loyalitas prajurit Korps Marinir pada rakyat, pada bangsa, pada negara tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu pegangan bagi setiap prajurit Korps Marinir,yakni kebanggaan dan harga diri sebagai prajurit sejati. Prajurit sejati yang memiliki jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.
  1. Sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya memerintahkan kepada para Perwira dan Prajurit Marinir untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai Tentara Nasional, Prajurit Korps Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  1. Di negara kita, kita ingin yang mayoritas itu melindungi minoritas. Yang minoritas menghormati mayoritas, saling menghargai, saling menghormati. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dasyat jika kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai persatuan Indonesia, dalam bingkai NKRI. Banyak bangsa yang harus menghadapi takdir sejarah, terpecah-belah, tercerai-berai karena tidak mampu mengelola perbedaan dan menjaga kemajemukan. Bangsa Indonesia ingin selalu menikmati indahnya kedamaian, indahnya persaudaraan di tengah keberagaman.
  1. Terakhir, sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya tekankan pada setiap prajurit TNI termasuk Korps Marinir untuk selalu memegang teguh Sapta Parga dan Sumpah Prajurit. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta menjaga Bhinneka Tunggal Ika, selalu membela ideologi negara dan Pancasila. Tetaplah, sebagai Bhayangkari negara dan bangsa Indonesia.

Terima kasih. Salam marinir,

Jalesu Bhumyamca Jayamahe, Jaya di darat dan di laut.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN