Bagaimana Pelayanan Moda Transportasi Indonesia Saat Mudik ?

Kitanesia.co – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemenhub Sugihardjo mengatakan soal moda angkutan udara, Sugihardjo menjelaskan bahwa pada tahun ini, hingga Minggu (10/7) atau H+3, jumlah penumpang yang menggunakan pesawat udara mengalami kenaikan sebesar 14,52%. “Kenaikannya luar biasa karena daya beli masyarakat meningkat, biaya angkutan udara yang semakin terjangkau, dengan dibarengi pelayanan yang lebih baik,” papar Sugihardjo.

Sedangkan untuk moda laut, Sugihardjo menjelaskan, memang dari jumlah penumpang terhitung kecil. Namun demikian, angkutan laut mempunyai peran yang sangat strategis karena menghubungkan daerah-daerah yang tidak terjangkau dengan moda transportasi lainnya.

Sugihardjo kembali menegaskan bahwa aspek keselamatan pada semua moda transportasi adalah yang utama dan tidak bisa ditawar. “Termasuk di moda laut. Di moda laut, ada tiga penyebab kapal tidak berangkat yaitu cuaca ekstrim, masalah kelaikan kapal, dan muatan berlebih,” tegasnya.

Untuk mengatasi muatan berlebih tersebut, operator kapal dapat meminta dispensasi berdasarkan perhitungan fasilitas keselamatan misalnya sekoci dan pelampung. Selain itu, Sugihardjo menambahkan, dispensasi diberikan dengan menghitung aspek mobilitas dan standar ruang bebas di kapal.

Pelayanan transportasi yang bagus pun terjadi di moda kereta api dengan sistem reservasi dan layanan yang sudah semakin bagus. “Hal tersebut dapat dicontoh moda transportasi lain khususnya moda bus. Jujur saya akui, yang paling harus dibina itu adalah moda bus,” jelas Sugihardjo.

Dari sekian terminal yang ada, yang menurut Sugihardjo sudah bagus dan sesuai standar yaitu Terminal Tirtonadi, Solo dan Terminal Bungurasih, Surabaya. Namun kedua terminal tersebut masih harus terus dibenahi misalnya pada sistem e-ticketing.

Pemerintah, lanjut Sugihardjo, harus terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan moda bus karena kalau tidak dilakukan, masyarakat akan terus memilih kendaraan pribadi untuk melakukan mudik lebaran. “Apabila angkutan umum moda busnya tidak jalan, masyarakat akan terus naik kendaraan pribadi dan akhirnya kapasitas jalan arteri dan jalan tol yang dibangun pemerintah tidak akan pernah cukup,” pungkas Sugihardjo.

*(KitaPH)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN