Bandara I Gusti Ngurah Rai Berikan Insentif bagi Maskapai yang Buka Rute Baru

KITANESIA, DENPASAR – Semangat Indonesia Incorporated dalam meningkatkan air connectivity terus ditunjukkan PT Angkasa Pura (AP) I. Untuk lebih merangsang penerbangan asing datang ke Bali, API I memberikan diskon tarif pendaratan pesawat yang berlaku selama enam bulan setelah maskapai melakukan penerbangan perdana rute baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

“Diskon ini berlaku bagi maskapai yang membuka rute baru secara reguler. Penerbangan tambahan, sewa, dan penerbangan tidak berjadwal tidak berhak untuk mendapatkan insentif,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro, Senin (17/7).

Danang menuturkan, insentif berupa diskon tarif mendarat tersebut diberikan sebesar 50 persen dari tarif mendarat yang berlaku di Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Insentif yang diberikan adalah pembebasan biaya atau free of charge terhadap jasa pendaratan (landing fee) dan potongan 50% terhadap biaya tarif perpanjangan jam operasi,” ujarnya.

Danang menambahkan, insentif itu diberikan asalkan maskapai penerbangan yang membuka rute baru itu mengajukan permohonan dan hanya diberikan bagi penerbangan komersial dengan rute berjadwal baik untuk rute domestik dan internasional.

Kebijakan itu, kata dia, sebenarnya berlaku sejak 2014, dan selama periode 2017 maskapai penerbangan yang mengajukan permohonan diskon tarif mendarat yakni AirAsia sehingga maskapai itu mendapatkan insentif biaya pendaratan.

“Untuk rute di Bali sendiri, maskapai berbiaya murah tersebut memang gesit membuka rute baru di antaranya Denpasar-Narita di Jepang dan Denpasar-Mumbai di India,” ungkapnya.

Hal ini juga sebagai salah satu antisipasi dalam mengurai kepadatan saat peak season. Pemberian insentif ini juga merupakan salah satu inovasi dan strategi dari AP I untuk dapat mengoptimalkan kinerja bandara serta memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat.

“Insentif untuk tarif mendarat itu diberikan PT Angkasa Pura I kepada badan usaha angkutan udara yang membuka rute baru dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan penumpang,” ucapnya.

Tarif mendarat pesawat, lanjutnya, dikenakan atas pemanfaatan landasan pacu bandara dengan besaran biaya yang dikenakan. “Untuk pendaratan pesawat yakni berdasarkan bobot maksimum lepas-landas (MTOW) dikalikan tarif progresif mendarat,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik upaya AP I yang akan memberikan diskon tarif pendaratan di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Mantan Dirut PT Telkom itu menyebut air connectivity itu dijadikan critical success.

“Ini sangat bagus. Implementasinya excellent. Begitu problem ini disentuh, maka akan lebih banyak wisman masuk,” tutur Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, baik Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II sama. Sudah berada dalam alur rel yang diimpikan Presiden Joko Widodo, yakni membuka seluas-luasnya potensi pariwisata Indonesia dengan memperlebar akses. Kebetulan, 75-80% pintu masuk wisman ke tanah air itu melewati jalur udara.

“Tiga hal yang harus disupport Kemenhub, antara lain deregulasi, incentives dan slots time. Deregulasi itu penting dan mendesak untuk mempermudah proses,” jelas Arief yang asli Banyuwangi itu.

Menpar kembali menegaskan pentingnya Indonesia Incorporated, semua pihak harus bekerjasama menjadikan Pariwisata sebagai leading sector, penyumbang devisa terbesar, serta menjadi yang terbaik di kawasan dan dunia. “Hanya pariwisata dan ekonomi kreatif kita bisa juara dunia,” katanya.

Pemberian incentive merupakan salah satu hak Operasi yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Phb Udara Kementerian Perhubungan kepada para Operator Bandar Udara seperti AP1 Denpasar ini. Ia menjelaskan bahwa awalnya Bandara ini dibangunkan oleh DitJen Phb Udara dan setelah selesai assette airport ini diserahkan kepada Angkasa Pura untuk dioperasikan secara bisnis murni dan pemerintah menyertakan modal fisik tersebut sebagai penyertaan madal negara (PMN),

Dengan kebebasan berkreasi untuk menarik profit diperbolehkan bahkan saat ini lebih didorong dan dicarikan jalan oleh pemerintahan masa kini dengan cara pemberian izin pembukaan rute baru serta pengaturan slot yang presisi sehingga pergerakan pesawat bisa lebih banyak jumlahnya. Inovasi lain yang pernah dilakukan oleh AP1 adalah tempat berpose dibandara sehingga banyak pengunjung memanfaatkan foto ditempat tersebut. Atas upaya tersebut pemerintah memberikan kebebasan bahkan apresiasi.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN