Bandara International Kertajati Dibangun Secara Gotong Royong Dipimpin Oleh Presiden Jokowi

KITANESIA, JAKARTA – Hari Selasa 17 April 20118 Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi pembangunan Bandara Kerta jati Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan yang ke dua kalinya dalam meninjau perkembangan bandara Kertajati selama pemerintahannya. Pada saat mulai pemerintahannya tahun pertama 2014 Jokowi menginstruksikan untuk percepatan penyelesaian bandara Kertajati yang saat itu hanya berupa pondasi diatas tanah dasar landasan pacu. Rupanya sebagai mantan Entrepreneur dan pengusaha maka visi bisnis pemimpin negara ini cukup tajam dan bisa memanfaatkan peluang bisnis yang ada.

“Semula bandara kertajati ini terkatung katung penyelesaiannya, dikarenakan secara konsep keberadaannya menjadi silang pendapat antara perencana kota (city planner), Pemda Jabar dan Pemerintah Pusat, Pasalnya dengan jarak sejauh 200 km dari bandara Soekarno Hatta kemungkinan kecil pengguna bandara Soetta yang selama ini beraktifitas pergi dan datang melalui Soekarno Hatta Cengkareng Banten akan dengan sukarela bersedia terbagi sebagian kearah barat dan sebagian kearah timur yaitu ke kertajati Jawa Barat, alasannya bandara ini berjarak sangat jauh 160 km dari sisi timur kota Jakarta (tepatnya exit toll road Cipali untuk ke Bandara Kertajati berada pada 158 km dari Km 0.00 Cawang). Polemik ini saking berkepanjangannya sampai sampai penetapan lokasinya sempat hangus.

Presiden di Kertajati 2.1

 

Bayangkan study kelayakannya dimulai tahun 2003, penetapan lokasi pertama 2005, perpanjangan izin penetapan lokasi ulang 2012 (karena izin penlok yang lama hangus karena pekerjaan tidak kunjung mulai), pekerjaan tanah mulai 2013, bisa dibayangkan bahwa selama 10 tahun proyek ini terkatung katung.” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

Melihat kemandegan ini Presiden Joko Widodo berfikir praktis dan progressive lalu membagi aktifitas penerbangan untuk penduduk di timur Jakarta tidak perlu menerobos kemacetan Jakarta bila ingin ke bandara. Selain itu, tidak perlu berdesakan di Bandara Soekarno Hatta saat musim liburan. “Bandara Kertajati dapat memfasilitasi aksesibilitas demi menghadapi industri industri yang sedang tumbuh pesat di wilayah jawa barat pada jalur ini diantara Bekasi, Cikarang, Karawang sampai Cikampek bahkan Patimban yang tengah menjadi pusat perhatian di tingkat nasional maupun internasional” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden di Kertajati 3.1

 

Hal utama yang bisa dimanfaatkan adalah bahwa dengan dimensi runway yang lebar dan panjang serta kuat (PCN diatas 100) bandara ini nantinya dapat menampung pesawat jet berbadan lebar sehingga embarkasi haji Jawa Barat ke tanah suci Mekah maupun pulang mudik lebaran dari dan ke Jawa Barat bisa ditampung disini tidak perlu harus ke Halim maupun Cengkareng. Kegiatan fisiknya dikerjakan pada tahun 2014, Saat itu presiden Joko Widodo menginstruksikan agar dikebut penuh melalui program Proyek Strategis Nasional (PSN)

Sejak tahun 2015, 2016,2017 pembangunan dari dana APBN pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada konstruksi disisi udara berupa runway pavement, taxiway, appron pavement, airfield lighting, approach light. Bahkan tower dan peralatan navigasinya juga selesai lengkap.

Presiden di Kertajati 4.1

Dengan prioritas PSN presiden Joko Widodo dan keseriusan pembangunan konstruksi sisi udara oleh Pemerintah Pusat yang dipacu melalui DIPA APBN Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan berupa Runway, Taxiway, Appron, GSE Road dan pagar pembatas keliling airfield lighting, approach light bahkan Tower Perum Airnav ini maka lokasi yang semula terkatung katung dan kembang kempis penyelesaiannya, pada saat itu berubah drastis karena memiliki “Opportunity Value” utama yaitu progresivitas pembangunan konstruksi sisi udara.

Dengan opportunity Value berupa kesiapan Sisi Udara berupa Runway Taxiway, Appron, GSE Road dan pagar pembatas keliling, airfield lighting, approach light, bahkan Tower lengkap dengan navigation aids ini maka penawaran berbagai skema pendanaan termasuk swasta, BUMN, PERUM seperti melalui PINA (Pembangunan Infrastruktur Non APBN) diantaranya mulai diyakini investor setelah beberapa kali dijelaskan opportunity yang ada dengan bandara ini oleh direktorat jenderal teknis yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Presiden di Kertajati 5.1

Dengan keyakinan ini maka banyak pendanaan yang berniat berinvestasi sehingga memudahkan pendanaan pembangunan sisi darat berupa terminal oleh pemda yang diamanahkan kepada BIJB sehingga dalam dua tahun terminal akan selesai. Setelah selesainya sisi darat maupun sisi udara maka masih diperlukan pengelola Bandar Udara mengingat Pemda Jabar belum memiliki kemampuan mengoperasikan Bandara Internasional yang dibuktikan melalui kepemilikan sertifikat Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) maka perlu partner yang bisa mengelola Bandar Udara Internasional.

Sampai saat ini pemilik hak pengelola bandar Udara adalah UPBU Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sendiri, Angkasa Pura 1, Angkasa Pura 2, dan BP Batam. Untuk keperluan pengoperasian bandar Udara Jawa Barat ini Pemerintah pusat menyerahkan hak Kelolanya kepada AP2.

Bandara ini merupakan wujud kerjasama baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, BUMN, serta Perum dan swasta yang kesemuanya dibawah kepemimpinan presiden Joko Widodo, semangatnya adalah kerja bersama gotong royong demi mencapai kemajuan secara harmonis (in Harmonia Progressio) kata slogan yang terkenal di dunia kampus terkenal Jawa barat. Untuk bisa menjadi sebuah kekuatan maka lidi lidi perlu disatukan, satu lidi tidak akan bisa menjadi sapu lidi, namun jika lidi lidi itu disatukan akan menjadi kekuatan untuk membersihkan halaman luas.

“Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang, luas terminal Kertajati tahap satu didesain 96 ribu m2 sehingga sanggup menampung sampai 5,6 juta orang per tahun yang akan dikembangkan pada tahap berikutnya menjadi kapasitas 20 juta penumpang pertahun. Maka Bandara Kertajati akan sanggup mengurangi kepadatan Bandara Soekarno Hatta dan memberikan kemudahan dalam ibadah Haji dan Umroh bagi masyarakat luas Jawa Barat, inilah salah satu bukti rasa “kanya’ah” (sayang dalam bahasa Sunda) Presiden Joko Widodo kepada masyarakat Jawa Barat” kata Agus Santoso.

Agus menambahkan, selain untuk melengkapi konektifitas antar moda maka Bandara Kertajati akan dilengkapi dengan jalur kereta bandara untuk menarik penumpang dari Jakarta maupun Bandung. Infrastruktur ini dibangun untuk solusi masyarakat Jakarta menghadapi kemacetan lalu lintas ke Cengkareng maupun masyarakat Bandung.

Nantinya kereta ini akan membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam. Warga masyarakat diwilayah timur Jakarta juga bisa ikut menggunakan fasilitas ini karena kereta akan melintas Bekasi Timur, Cikarang, Karawang, Cikampek. Dengan keberadaan Bandara Kertajati dan kereta bandara, efektivitas transportasi masyarakat akan terpenuhi. ( FY/ME/AS)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN