Bandung International Digital Arts Festival 15-17 Juli 2016

Kitanesia.co – The 3rd Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) tanggal 15-17 Juli kembali digelar di Bandung Convention Center,  gelaran yang dinamakan BIDAF ini merupakan sebuah festival internasional karena untuk bisa memantau perkembangan teknologi digital di negara maju, menyajikan informasi digital dari dunia luar yang di tampilkan oleh tokoh seniman dunia dan lembaga pendidikan dari negara-negara lain. BIDAF diselenggarakan atas dasar kesadaran bahwa Indonesia saat ini harus berpacu keras bersaing dengan negara-negara ASEAN lain dalam memasuki era teknologi digital.

Unknown-10

Untuk bergerak kearah itu Pemerintah Propinsi Jawa Barat berinisiatif untuk mendorong dan menampung kreativitas generasi muda Indonesia melalui sebuah festival bernama Bandung International Digital Arts Festival atau BIDAF.

Perkembangan teknologi digital dewasa ini memasuki tahap yang sangat kompetitif. Dengan terbukanya kemungkinan bagi hampir setiap orang untuk memanfaatkan teknologi digital di manapun ia berada, belahan bumi Asia Tenggara tiba-tiba menjadi sorotan dunia.

Beberapa tokoh ekonomi bahkan meramalkan pada tahun 2025 ASEAN akan menjadi salah satu dari 5 besar wilayah ekonomi digital di dunia. Tiga faktor yang memungkinkan hal ini adalah: besarnya populasi generasi muda (40%), pertumbuhan ekonomi yang tajam dan pertemuan antara pelbagai inovasi di bidang teknologi.

Berbicara mengenai inovasi teknologi, negara supermaju seperti Amerika memiliki sebuah kebiasaan yang sangat menarik. Setiap kali NASA mendapatkan peralatan baru hasil dari penelitian teknologi ruang angkasa yang sangat canggih, mereka selalu meminta para seniman untuk terlebih dahulu menggunakan peralatan tsb untuk kreativitas kesenian. Dari hasil eksperimen para seniman ini baru mereka mendapat gambaran yang kongkrit bagaimana peralatan tsb dapat di gunakan untuk keperluan industri atau komersial.

Pada tahun yang ke 3 ini BIDAF secara khusus menyajikan sebuah pameran pendidikan seni digital yang akan di ikuti oleh pelbagai lembaga pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri. Tujuannya adalah untuk membuka kesempatan bagi generasi muda agar mengenal langsung program- program seni digital yang di tawarkan oleh perguruan tinggi di dalam maupun luarnegeri

Dukungan pada MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) dari   peran para seniman akan sangat menentukan jika masyarakat ASEAN benar-benar bermaksud menciptakan revolusi digital pada tahun 2025 yang berpotensi untuk menyumbangkan tambahan devisa sebesar 1 triliun dolar di wilayahnya.

Yang menjadi pertanyaan penting bagi kita adalah bagaimana peran Indonesia sebagai negara yang terbesar di ASEAN dalam hal ini. Jika Indonesia tidak dapat menentukan posisinya dengan segera maka kita hanya akan menjadi sasaran pasar yang empuk bagi negara-negara ASEAN lainnya. Sebaliknya, jika Indonesia1 dapat menjadi ujung tombak dari ekonomi dan revolusi digital, maka negara- negara ASEAN yang lain juga akan mendapatkan keuntungan.

Dalam konteks pemikiran ini, Indonesia harus dapat menentukan dengan cepat dimana poros kreativitas teknologi digital di negeri ini. Dengan karakteristik sebagai kota kreatif dan pelajar (college town) yang banyak berorientasi ke pendidikan teknologi, maka Bandung dapat menjadi poros kreativitas teknologi digital yang akan berperan menjadi pendorong revolusi digital bagi seluruh masyarakat di negeri ini.

Tahun 2016 ini BIDAF sudah menginjak tahun ketiga. Sejak dari awal tahun pertama BIDAF sudah menekankan programnya tidak hanya pada aspek pencapaian kreativitas para seniman digital, akan tetapi juga aspek pendidikan seni digital itu sendiri.

.Highlight dari partisipasi seniman digital dunia ini adalah sebuah pertunjukkan seni intermedia berjudul “Ghost Komungo” yang di hasilkan oleh kerjasama komponis musik tradisional (komungo) Korea, Jin Hi Kim dengan senirupawan digital dari Amerika, Benton Bainbridge. Yang menarik disini adalah “Ghost Komungo” di ilhami oleh kunjungan mereka ke Indonesia. Bahkan elemen verbal yang di gunakan mereka terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan program BIDAF tahun 2016 ini memiliki rangkaian yang sangat luas meliputi kegiatan seperti pameran, pertunjukkan, seminar, workshop, demo, dan expo pendidikan dan produk teknologi seni digital yang paling baru.

Unknown-11

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN