Bangsa Indonesia maju ke Depan dengan Kekuatan Tuhan Yang Maha Esa

Kitanesia.co – Merdeka! Pekik khas bangsa Indonesia yang sering diteriakkan untuk memberikan kekuatan spiritual dalam segala kegiatan bangsa, terutama pada tanggal 17 Agustus, hari bersejarah dimana 71 tahun yang lalu Bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya.

Founding father kita, menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dasar negara Indonesia. Suatu pengakuan bahwa Tuhan Yang Maha Esa lah yang membentuk bangsa dan negara Indonesia dan juga ‘The Almighty God’ yang akan selalu menjadi ‘The Unlimited Source of Power’ menjaga dan memajukan bangsa dan negara Indonesia sekarang dan selamanya….

Tuhan Yang Maha Esa secara spesifik membentuk Indonesia secara luar biasa baik secara fisik maupun biologis, yang pastinya mempunyai ‘special purpose’. Secara fisik, Tuhan YME membentuk alam semesta dari ‘telur kosmis’ yang ber ‘big bang’ 15 milyar tahun yang lalu, kemudian mengembang membentuk berbagai galaksi, bintang, planet dan berbagai benda angkasa lainnya. Planet bumi dibentuk 4.5 milyar tahun yang lalu, dengan Pangea dan H2O dalam bentuk cair. Lempeng tektonik bumi secara ajaib dan spesifik terus bergerak, dan membentuk cikal bakal Indonesia di masa plistosen, yang terdiri dari 3 lempeng tektonik benua. Berakhirnya jaman es merupakan fase akhir Tuhan YME membentuk Indonesia, muka air laut naik memisahkan Sumatera, Kalimantan dan Jawa dan berhembuslah angin muson timur dan barat yang membentuk dua musim tropik yang membuat Indonesia adalah “zamrud khatulistiwa” yang berkilau-kilau hijau teduh ke seluruh dunia.

Pembentukan spesifik Indonesia secara fisik membuat Indonesia mempunyai sumber daya mineral dan hayati yang berlimpah-limpah. Bagaimana dengan pembentukan manusianya? Tuhan YME juga secara spesifik membentuk manusia Indonesia secara luar biasa. Migrasi manusia ke bumi Indonesia justru pertama kali di sisi timur, memasuki bumi Papua, Maluku, dan Timor. Manusia Indonesia pionir ini secara luar biasa menyebar secara endemik dari mulai daerah pantai sampai ke puncak gunung bumi Papua. Barulah kemudian datang migrasi manusia dari Yunan ke sisi barat Indonesia lalu menyebar ke tengah dan timur. Jika di sayap barat Indonesia Tuhan YME membentuk sistem sosial yang mempunyai bentuk formal seperti kerajaan-kerajaan, maka di bumi Papua, Tuhan YME membentuk sistem sosial yang sangat egaliter dan menyatu dengan bumi, Isinga.

HUMAN-Journey

Berbagai pengaruh luar baik agama, kepercayaan, filsafat, ideologi, serta kolonialisme turut memperkaya ‘candradimuka’ bangsa Indonesia. Setelah bumi nusantara diperas oleh kolonialisme Belanda selama 300 tahun, Tuhan YME lalu menggerakkan Belanda melakukan ‘politik etis’, yang membuka peluang para inlander memperoleh pendidikan. Suatu ‘bisikan’ lalu dilakukan Tuhan YME kepada para pemuda seantero nusantara yang mulai tercelik matanya setelah menerima pendidikan: Ah betapa kita mempunyai negeri yang besar dan luar biasa, mengapa dikuasai Londo, yang negerinya secuil di ujung Eropa sono?  Kita Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon,……..dan ‘Indonesia’, tercetus menjadi suatu cita-cita yang disebarkan atas dorongan Tuhan YME, melalui bahasa lingua franca ke seluruh bumi Nusantara. It’s a miracle, isn’it ?

Tuhan YME pulalah yang mendorong terbentuknya negara Indonesia modern. Bagaimana tidak? Penjajah sangat kuat, namun segala usaha dilakukan untuk memberangus cita-cita Indonesia, justru membuat cita-cita itu semakin menguat. Lihat saja lagu-lagu perjuangan yang dihasilkan pada masa itu, semua memandang ke masa depan yang diimani pasti terjadi.

Indonesia Raya Merdeka Merdeka/Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka/Hiduplah Indonesia Raya 
(Indonesia Raya, WR Soepratman, 28 Oktober 1928 di Kongres Pemuda II)

Tanah Airku Indonesia/Negeri Elok Amat Ku Cinta/Tanah Tumpah Darahku Yang Mulia/Yang Ku Puja Sepanjang Masa/Tanah Airku Aman dan Makmur/Pulau Kelapa Yang Amat Subur/Pulau Melati Pujaan Bangsa Sejak Dulu Kala (Rayuan Pulau Kelapa, Ismail Marzuki, 1944)

Tuhan YME pulalah yang mengadu para bangsa penjajah yang rakus sehingga saling menghancur leburkan. Tuhan YME pulalah yang membimbing founding father di masa penjajahan Jepang, sehingga kita mempunyai cikal bakal kekuatan militer yang menyatu dengan rakyat semesta, dan mempersiapkan hal-hal dasar bagi pembentukan negara modern.  Di masa kekosongan itulah akhirnya :

Proklamasi, kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia

yang menggema sampai ke ujung bumi…

Para penjajah yang rakus mencoba kembali ke Indonesia, siapa yang tidak ingin menguasai  Indonesia?  Namun mereka terkejut. Para irlander ini bikin negara? Ah, kami kan pemenang Perang Dunia II, apalah arti para inlander itu? Agresi militer pun dilakukan, sekali, dua kali, ya secara pemikiran dunia, hampir tidak ada harapan bagi negara bayi ini. Namun bangsa Indonesia mengakui Tuhan YME sebagai dasar negara. Jika kita berusaha dengan yakin, maka “The Almighty God” akan mengurus sisanya. Serangan umum 1 Maret 1948 mungkin hanya bisa menduduki Yogyakarta selama beberapa jam, namun “The Unlimited Power of God” membawa spirit bangsa Indonesia ke seluruh dunia, dan menggerakkan Amerika Serikat, sang super power baru menekan para Londo, yang akhirnya mengakui Indonesia di Konferensi Meja Bundar 2 November 1949. Apa motif dan untungnya Amerika membantu Indonesia saat itu? Tidak ada satupun yang dapat memberi penjelasan memuaskan, namun Indonesia meyakini bahwa Tuhan YME lah yang menggerakan Amerika untuk mendukung Indonesia.

yogya-kembali

“Kemerdekaan adalah gerbang menuju kemakmuran” itulah yang dinyatakan sang founding father. Namun sudah 71 tahun negara Indonesia modern merdeka, sudahkan negara dan bangsa ini memenuhi ‘purpose” Tuhan YME sang pencipta bangsa Indonesia? “zamrud khatulistiwa” yang berkilau-kilau hijau teduh ke seluruh dunia?

Adalah ‘Devil’ ‘Lucifer’ ‘Syaiton’’iblis’ yang merupakan mahluk spiritual yang memberontak terhadap Tuhan YME, sehingga dikutuk untuk menjadi penghuni neraka jahanam. Iblis ini lalu berupaya menggoda  manusia, mahluk paling istimewa dimata Tuhan, dengan tipuan agar meninggalkan jalan Tuhan dan ikut ke neraka. Syaiton sukses menggoda manusia pertama untuk makan buah Kuldi, satu-satunya buah yang justru dilarang dimakan di Taman Surga yang indah. Godaan syaiton selalu menyentuh jiwa terdalam manusia ‘Kamu akan menjadi seperti Tuhan, bisa membedakan yang baik dan buruk’, namun mengandung tipuan jalan pintas yang membawa kutukan, kesengsaraan dan maut. Tiap detik, iblis selalu melakukan godaan tipuan mautnya pada manusia.

‘Ya Tuhan, jauhkan kami dari godaan syaiton yang terkutuk’, doa yang selalu dipanjatkan masyarakat Indonesia. Hanya saja banyak godaan pada para pemimpin berpengaruh,  yang sangat menentukan gerak bangsa Indonesia. Mendahulukan kepentingan bangsa dan negara adalah jalan Tuhan YME yang jika diikuti, pasti akan membawa Indonesia ke kemakmuran. Sejak tahun 1949, para pemimpin yang berpengaruh tidak sepenuhnya mengemban amanah tersebut. Akibatnya kekuatan Tuhan YME yang dahyat itu digunakan secara defensif, yaitu menjaga Indonesia agar tidak karam akibat ulah pemimpin kita sendiri. Tuhan YME terbukti selalu mendengarkan doa rakyat Indonesia yang penuh kesabaran dan keikhlasan penyerahan diri.

Pada masa 1949-1959, masa dimana Indonesia masih miskin ‘secara ekonomi’, godaan pada para pemimpin adalah memperjuangkan pemikiran/filsafat/ideologi yang berorientasi pada kelompok/golongan. Perdebatan yang tak kunjung henti di panggung politik, jatuh bangun kabinet, beberapa percobaan makar, serta perdebatan konstituante membuat Indonesia tidak bisa optimal mengembangkan kekayaan alam dan manusianya. Dekrit Presiden, 5 Juli 1959 mengakhiri masa tersebut. Indonesia kembali ke UUD 45, dan masuk ke masa demokrasi terpimpin/orde lama.

Presiden Soekarno, sang founding father bekerja keras membawa Indonesia ke gerbang kemakmuran dengan konsep trisakti : berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana dikemukakannya dalam pidato kenegaraan 17 Agustus 1961. Masa orde lama adalah masa pertarungan dua blok global, yang berusaha menarik banyak negara untuk bergabung dengan salah satu blok, dengan berbagai cara, dari yang halus sampai cara kotor dengan mencari kolaborator. Indonesia, yang secara prinsip mendirikan gerakan non blok, tidak luput dari pengaruh global tersebut. Para pemimpin berpengaruh tergoda untuk menjadi kolaborator, sehingga situasi Indonesia tetap tidak kondusif untuk mengembangkan kekayaan sumber daya alam dan manusianya. Puncak pergolakan orde lama adalah pemberontakan G30S PKI, yang secara normal akan membuat Indonesia karam. Hanya saja atas doa rakyat Indonesia Tuhan YME menjaga Indonesia melalui masa sulit ini.

Masa orde baru,  diwarnai dengan penataan kehidupan negara yang lebih sistematis, atas (kembali) bantuan dari Amerika Serikat. Dengan masa yang relatif tenang, Indonesia mulai dapat mengelola sumber daya alam dan manusianya. Maka mulailah  Indonesia berkembang dengan pesat, sampai dijuluki Macan Asia, dengan pertumbuhan ekonomi diatas 7% selama bertahun-tahun pada masa keemasan orde baru. Hanya saja pada masa ini godaan harta mulai memasuki para pemimpin. Kanker korupsi mulai merebak, sedangkan para pelaku ekonomi terbuai dengan berbagai kekayaan alam, sehingga lalai untuk  memperkuat sumber daya manusia dan hal-hal yang dapat mengembangkan kemampuan berdikari. Badai krisis ekonomi tahun 1996 menghantam Indonesia sampai pertumbuhan ekonomi -15%, yang menunjukkan rapuhnya struktur ekonomi kita. Pada masa kritis ini, secara normal bisa membuat Indonesia kembali karam. Kembali atas doa rakyat Indonesia, Tuhan YME mengawal Indonesia memasuki orde reformasi.

Orde reformasi membangkitkan harapan baru bagi bangsa Indonesia, pertumbuhan ekonomi kembali pulih, dan kembali ke tingkat 6% an di tahun 2007 dan cukup berhasil melalui krisis ekonomi tahun 2009.  Hanya saja godaan korupsi justru menyebar lebih luas dari pada masa orde baru. Meledaknya kasus Bank Century membawa awan gelap orde reformasi. Indonesia belum sempat mengembangkan kemandiriannya, sehingga dengan semakin ketatnya ekonomi global, Indonesia mengalami degradasi sejak tahun 2011, bahkan tradisi emas olimpiade pun putus di Olimpiade London 2012. Pada masa krisis ini, kembali Tuhan YME memberikan keajaibannya, dengan memberikan satu lagi pemimpin yang berasal dari rakyat kebanyakan, tidak punya darah biru, dan sangat berbeda karakternya dengan yang lain. Dengan kejujuran, kebersihan, ketegasan, keberanian, serta keikhlasanya kepada Tuhan YME, beliau mulai memimpin Indonesia dengan konsisten di jalan Tuhan YME, sehingga “The Unlimited Power of oh The Almighty God” dapat digunakan dengan mode agresif.

Tiap bangsa dan negara punya momen dan tokoh khusus yang menjadi titik balik dalam sejarahnya.  Amerika yang sekarang menjadi satu-satunya superpower dunia bisa menjadi referensi yang baik. The Declaration of  Independence, 4 Juli 1776 adalah start upnya, dan bagaimana filosofi dasar negeri ini? Lihatlah di mata uang dollar mereka “In God We Trust”. Dari hanya 13 koloni di timur, Amerika menjelajah sampai ke pantai barat dan menyeberang ke Alaska dan Hawaii. Walaupun begitu Amerika mempunyai pasang surut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perang saudara yang berdarah 1861 – 1865 adalah tonggak sangat penting, bahwa apapun yang terjadi di internal, persatuan bangsa Amerika adalah nomor satu.

Thomas Alfa Edison adalah tokoh pelopor yang menggabungkan kreatifitas dan industri komersial. Sejak penemuannya telegrafnya tahun 1870 yang bisa dijual komersial, Edison mendirikan perusahaan teknologi swasta pertama  di Amerika di Menlo Park New Jersey. Edison dan perusahaannya terus menghasilkan inovasi kreatif yang  diapresiasi masyarakat. Inspirasi dari kreatitas kegigihan Edison mewarnai Amerika sampai sekarang, Achievement dan inovasi pribadi/perusahaan sangat dihargai dan dilindungi, sehingga masyarakat Amerika saling berlomba menghasilkan hal-hal yang kreatif, lalu melakukan pertukaran untuk saling memanfaatkan inovasi. Tiada tempat bagi yang tidak kreatif di Amerika, Research & Development adalah darah bagi perusahaan-perusahaan Amerika. Dengan melandaskan keyakinan pada Tuhan YME dan melakukan kegiatan berbangsa dan bernegara sesuai jalanNya, Amerika sampai saat ini bisa jadi ‘pemimpin dunia’

“Indonesia membutuhkan persatuan. Karena itu jangan sampai politik kita diisi dengan perdebatan-perdebatan yang tidak perlu, persaingan-persaingan yang tidak produktif, perdebatan yang hanya bersifat wacana. Tetapi harusnya perdebatan yang ada adalah perdebatan yang produktif yang mampu memecahkan masalah bangsa,” (Jokowi 14 Mei 2016 dalam Munaslub Partai Golkar),  Ya! Seperti Amerika menyatakan ‘no more civil war’ setelah 1865

Bung Karno menyatakan pada pidatonya di Semarang 29 Juli 1956

“Negeri kita kaya,kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air paling cantik di dunia”

Juga ungkapan patriotik  “Ini dadaku, mana dadamu” bisa disesuaikan pada masa kini dimana kita bangsa Indonesia harus berlomba menghasilkan produk kreatif, sehingga bisa saling melengkapi, untuk mengisi banyak hal yang masih bisa dikerjakan di negeri ini.

“Dalam 5 tahun ini kita membutuhkan 4.900 trilliun, dalam 5 tahun, APBN hanya bisa menyiapkan 1.500 trilliun..artinya sisanya kekurangannya dari mana ? ya dari swasta…dari mana lagi? Darimana? Ya dari investasi…dari mana lagi? Inilah kesempatan yang kita ingin agar yang masuk ini pengusaha-pengusaha nasional…pengusaha-pengusaha lokal dulu. Ambil ini…kesempatan ini…bawa uang masuk…tanamkan di investasi-investasi yang tadi saya sebutkan…infrastruktur bisa…” “Yang jelas pasarnya ada.. ya kita sendiri pasarnya..ini yang harus diisi…”  (Jokowi 15 Juli 2016).

Lingkungan pada masa lalu, yang tidak kondusif memberikan ruang bagi pertumbuhan kreatifitas, jelas tidak sesuai dengan jalan Tuhan YME. Saat ini lingkungan ramah kreatifitas terus didorong

Semuanya berkompetisi… semuanya bersaing memberikan kemudahan-kemudahan…memberikan pelayanan-pelayanan terbaik…Inilah yang saat ini juga kita lakukan dari paket I….paket ekonomi I sampai paket ekonomi yang ke XII….

“Tax amnesty ini…ada amnesti pajak ini…kita ingin seluruh warganegara itu berpartisipasi. Yang uangnya ada di dalam negeri di dekler, yang uangnya ada disimpan diendapkan di luar negeri dibawa masuk.

“Dalam situasi persaingan seperti ini. kita memerlukan partisipasi, Negara memerlukan partisipasi dari bapak ibu dan saudara-saudara semuanya”  (Jokowi 15 Juli 2016)

 Dalam undangan perayaan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 2016, Pemerintah menyediakan tempat khusus untuk para undangan dari seluruh Indonesia yang sudah menunjukkan karya kreatif nyata, sebagai pesan jelas arah perubahan orientasi bangsa ke depan.

“Dengan kami mengundang mereka, minimal kita semua tahu mereka. Nanti juga ada dialog antara Presiden dengan mereka, siapa tahu pemerintah punya program untuk mereka,” (Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala).

Dan lihatlah hasilnya setelah kita mulai menapak di jalan yang diRidhoi Tuhan YME : rupiah melesat disekitaran Rp 13.000,-, dan IHSG kembali menembus 5.000. Pertumbuhan ekonomi kembali melebihi  5%, dan cadangan devisa meningkat US$ 7,8 milyar menjadi US$ 111,4 milyar dalam waktu hanya sebulan

”Dari Tanah Air, saya menanti lagu Indonesia Raya berkumandang di Rio De Jainero,”

“Tahun 1952, 64 tahun yang lalu, kita untuk pertama kali mengikuti olimpiade di Helsinki, Finlandia. Saya membayangkan semangat para atlet dan pelatih Indonesia pada waktu itu pasti luar biasa. Dan saya percaya, semangat yang sama juga bergelora di dada saudara-sadara tim Indonesia yang sekarang ini akan berangkat ke Rio de Janeiro,”

“Saya harap para atlet bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang tangguh, bangsa yang sanggup bersaing, bangsa yang bermental pemenang. Tunjukkan bahwa bangsa Indonesia bisa selalu menjaga fair play, disiplin, dan tidak jumawa. Sebab, saya percaya semua warga Indonesia memiliki nilai-nilai keutamaan tersebut, hanya saja masih banyak yang terpendam,” (Jokowi 22 Juni 2016)

Di tengah situasi pembinaan olahraga yang masih harus banyak dibenahi, doa tulus dan ikhlas dari  rakyat Indonesia kepada Tuhan YME lah yang membuat para atlet kita bergelora di Rio. Tiap medali apapun yang didapat disyukuri dengan cuitan Presiden Jokowi yang mewakili rakyat Indonesia. Dan Tuhan YME pun memberikan kado terindah bagi Indonesia di hari kemerdekaan yang ke 71. Medali Emas Olimpiade Rio….

Merdeka! Selamat berjuang bangsa Indonesia, berjalan di jalan di ridhoi Tuhan YME dan menjauh dari godaan syaiton yang terkutuk, akan meriilis “The Unlimited Power of The Almighty God” untuk menuju takdir bangsa dan negara kita : Zamrud Khatulistiwa yang berkilau-kilau hijau teduh ke seluruh Dunia.

– Tim Redaksi Kitanesia.id –

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN