Bendungan Teritip Siap Digenangi, dan Tidak Boleh Ada Keramba Ikan

KITANESIA, BALIKPAPAN-Pembangunan Bendungan Teritip di Balikpapan sudah selesai dan siap dilakukan penggenangan. Pembangunan bendungan senilai Rp262 miliar ini lebih cepat dari target semula yakni pertengahan Bulan Desember tahun ini.

“Targetnya akhir November ini. Semakin cepat semakin baik. Karena setelah ditutup menurut perhitungan dan mempertimbangkan curah hujan dan sebagainya, baru tergenang penuh setelah 7 bulan,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Wakil Walikota Balikpapan Muhammad Mas’ud  saat meninjau langsung pembangunan Bendung Teritip, Jumat (4/11) di Desa Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Setelah 7 bulan penggenangan atau pada Juni tahun depan, masyarakat Balikpapan bisa menikmati tambahan pasokan air bersih yang selama ini defisit.

bendungan-teritip-siap-digenangi-menteri-basuki-minta-jangan-ada-keramba-ikan-1

Dikatakannya, kebutuhan air bersih untuk Kota Balikpapan saat ini sebesar 1.600 liter/detik. Sementaraa kekeuangannya sebanyak 600 liter/detik. Bendungan Teritip sendiri hanya mampu menambah pasokan air bersih sebesar 250 liter/detik.

Meski sudah selesai, pembangunan Bendungan Teritip masih menyisakan pembebasan tanah sekitar 40 hektar lagi berupa hutan milik rakyat yang ditargetkan selesai dalam satu bulan.

Menurut Basuki, kelangkaan air baku tidak hanya terjadi di Balikpapan, di beberapa tempat di Indonesia juga memiliki permasalahan  yang sana. Standarnya, posisi aman air baku yaitu tersedianya sebanyak 2000 m3/kapita per tahun. Kenyataannya, rata-rata pasokannya berada di bawah standar tersebut.

Dicontohkannya, Pulau Jawa hanya mampu menyediakan air baku rata-rata 1.600 m3/kapita per tahun. Padahal kalau di bawah itu pasti menggangu kegiatan perekonomian, juga menghambat swasemada pangan.

Basuki menambahkan, Bendungan Teritip  bukan hanya menyediakan air baku bagi masyarakat, juga memiliki potensi pariwisata. Kendati demikian, Basuki meminta  masyarakat sekitar agar tidak membuat keramba ikan di tengah waduk karena akan merusak kualitas air baku.

Saat ini, cadangan air bersih masyarakat Balikpapan bergantung pada Bendungan Manggar dengan pasokan 1.000 liter/detik. Namun, dengan kebutuhan masyarakat akan air bersih yang terus menerus bertambah, kapasitas Bendungan Manggar pun tidak lagi memadai.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN