Berkaca Dari Kejadian Rubuhnya Jembatan di Tol BSD

Kitanesia, Tangerang– Dimalam tanggal 15 Mei 2016, ada kejadian tragis, dimana satu jembatan di jalan tol BSD rubuh karena tertabrak truk yang mengangkut crane. Betapa pilu hati kita melihat infrastruktur yang sudah dibangun secara susah payah, menjadi tidak berfungsi dalam waktu sekejap. Hal ini kembali mengingatkan kita Indonesia, bahwa kita harus meningkatkan peran kita masing-masing dalam membangun, menggunakan dan memelihara infrastruktur. Presiden telah mengambil langkah politik martir dengan menentukan target pembangunan infrastruktur yang besarnya 2.5 kali dari yang terbesar yang pernah kita bangun sebelumnya. Langkah ini adalah merupakan keharusan, untuk mengejar target tercapainya target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Indonesia tahun 2025, yaitu Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah. Jika pimpinan kita sudah melakukan langkah martir seperti itu, bagaimana dengan kita Indonesia sebagai masyarakat yang dipimpinnya ? Kondisi saat ini memang masih sangat perlu ditingkatkan. Pembangunan konstruksi infrastruktur sering dibawah spesifikasi standar dan masyarakat pengguna masih sering khilaf menggunakan infrastruktur dengan beban berlebih, sehingga infrastruktur yang sudah dibangun tidak bisa terpelihara sesuai dengan umur rencana. Kondisi seperti ini harus berubah dengan cepat, kita Indonesia harus bersama-sama berubah jika tidak ingin menjadi negara gagal. Harus ada kesepakatan dalam pembangunan infrastruktur berdasarkan kondisi real dan target kedepan. Perencanaan pada awalnya mungkin masih harus memperhatikan beban berlebih akibat perilaku masyarakat dan kemampuan instansi pengontrolnya yang masih lemah, namun harus ada target waktu dengan usaha sistematis agar seluruh pihak segera dapat menggunakan dan memelihara infrastruktur sesuai dengan kapasitasnya. Kondisi ini memang terkait mental dan budaya kita saat ini. Dari ilmu psikologi, memang kecepatan perubahan mental dan budaya akan lebih lambat dari ide, namun dari sejarah hal tersebut dapat terjadi dalam waktu “relatif cepat” jika dilakukan secara konsisten dengan pimpinan yang kuat. Sejarah juga mengenal “titik balik” dalam perubahan mental dan budaya dari suatu bangsa, yang sekarang menjadi bangsa yang maju. Tahun 2014 adalah titik balik dengan dicanangkannya revolusi mental, tahun 2015 adalah tahun konsolidasi, dan tahun 2016 ini adalah tahun penentu bagi perubahan signifikan di mental dan budaya kita Indonesia. Tahun 2017 – 2025 kita Indonesia sudah harus maju kencang dengan pembangunan, penggunaan dan pemeliharaan infrastruktur dalam menuju Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah. Jika melihat potensi kita yang dahsyat, kita Indonesia dengan semangat martir seperti yang dicontohkan pimpinan kita, pasti bisa melakukannya.( HN )

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN