Budaya Membaca Indonesia Masih rendah

KITANESIA, AMBON- Pembagian Kartu Indonesia Pintar bagi sejumlah pelajar di Ambon, Provinsi Maluku, tak lantas mengakhiri rangkaian agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di hari pertama kunjungan kerja di Maluku, Rabu 8 Februari 2017.

Petang harinya, Presiden dan rombongan blusukan ke pusat perbelanjaan. Namun, sebelum itu, Kepala Negara singgah sejenak di Masjid Raya Al-Fatah untuk menunaikan shalat Maghrib berjamaah dengan warga sekitar. Presiden yang saat itu mengenakan kemeja putih lengan panjang tiba di masjid yang menjadi ikon Kota Ambon itu beberapa menit sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Selesai melaksanakan shalat berjamaah, Presiden menyambangi Maluku City Mall (MCM) yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Manise itu. Kedatangan Presiden yang bagi kebanyakan orang hanya bisa disaksikan melalui layar televisi mereka pun membuat para warga kaget. Banyak dari mereka yang lantas mendekat ke arah Presiden untuk sekadar bersalaman dan mengajak foto bersama.

Blusukan di Toko Buku, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Indonesia Tingkatkan Budaya Membaca 4

Presiden Joko Widodo sendiri sebelumnya pernah mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut, tepatnya dilakukan saat meresmikan operasional Jembatan Merah Putih pada April 2016 silam. Pada kunjungannya kali ini, Kepala Negara memutuskan untuk masuk ke sebuah toko buku besar yang ada di dalamnya.

Setidaknya ada dua buah buku yang dibaca dan dibeli oleh Presiden di sana. Yang pertama ialah buku yang ditulis oleh Dee Lestari dengan judul Inteligensi Embun Pagi. Sementara yang kedua ialah buku karangan Zainuddin HM dengan judul Asal-usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe.

“Saya kira ratusan kota di sini. Saya ingin ngerti misalnya asal-usul kota Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Kendari, Jayapura, Jambi, Dumai, Depok, Denpasar, Malang, Manado, Mamuju, dan Lubuklinggau. Ya untuk baca-baca,” ujar Presiden menerangkan kepada para jurnalis.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden berharap seraya menitipkan pesan agar minat baca masyarakat Indonesia dapat lebih meningkat lagi. Sebab, saat ini diketahui bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.

“Karena kita tahu minat baca rakyat kita itu memang masih tergolong rendah perlu didorong lagi sehingga meningkat,” ucapnya.

Dalam blusukannya kali ini, Kepala Negara didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Maluku Sa’id Assagaf.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN