Cerber- Gawang Merah Putih (10)

(Kisah sebelumnya menceritakan tentang suasana di lapangan Maguwoharjo yang membludak oleh gemuruh lagu-lagu yang dinyanyikan Slemania begitu tim PSS memasuki lapangan bersama dengan Timnas U19.)

Gawang II

Malam Pinalti

Pertandingan tur nusantara pertama melawan PSS di stadion Maguwoharjo pada 8 februari 2014 dimenangkan dengan manis. Mereka bermain dengan apik dan membuat para penonton berdecak kagum, gemas dan hanyut dalam ritme pertandingan dan gaya bermain Evan Dimas dan timnya.

Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menampilkan pemain yang selama ini selalu menjadi andalannya. Hanya nama David Maulana yang menjadi ‘muka baru’ dalam formasi 4-3-3 yang diusung Garuda Jaya.

Sejak babak pertama dimulai, Timnas U19 tampil agresif membangun serangan dan mengancam pertahanan PSS Sleman. Hasilnya, pada menit ke-15 sebuah gol tercipta melalui sontekan Ilham Udin setelah memaksimalkan umpan Muchlis Hadi Ning.

Unggul satu gol tak membuat serangan Timnas U-19 menurun. Sebelas menit berselang, lagi-lagi Ilham Udin mampu mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, Ilham memaksimalkan umpan tendangan bebas Evan Dimas yang salah diantisipasi pertahanan PSS Sleman. Tendangan Ilham tak mampu dibendung kiper PSS, Aji Saka.

Tertinggal dua gol membuat tuan rumah PSS tampil lebih agresif. Pada menit ke-30, tuan rumah nyaris memperkecil kedudukan. Namun tendangan bebas Moniega Bagus masih mampu ditepis oleh kiper Timnas U-19, Ravi Murdianto. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.

cerber 10 insert a

Di babak kedua permainan kedua tim tetap menarik. Timnas U-19 yang mengandalkan Evan Dimas sebagai motor utama serangan mampu menyulitkan setiap pemain PSS Sleman.

PSS Sleman yang berusaha bangkit akhirnya mampu memperkecil kedudukan setelah Mudah Yulianto menjebol gawang Garuda Jaya pada menit ke-69. Gol tersebut terjadi hanya beberapa saat setelah kiper Ravi Murdianto keluar digantikan Awan Setho.

Mampu memperkecil kedudukan, PSS Sleman semakin gencar memberikan ancaman. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, tuan rumah justru kembali kebobolan pada menit ke-75.

Gol tersebut berawal dari umpan silang mendatar Maldini Pali dari sisi kiri pertahanan PSS Sleman. Tanpa ampun David Maulana langsung melepaskan tendangan voli yang gagal dihentikan oleh Aji Saka.

Skor 3-1 untuk kemenangan timnas Indonesia U-19 ini pun bertahan hingga pertandingan usai.

Selesai pertandingan, rombongan kembali ke hotel UNY lewat tengah malam. Sekitar pukul 1 dini hari. Di luar dugaan, para fans masih banyak yang menunggu di lobi hotel. Mereka bergegas naik motor dari stadion Maguwoharjo seusai pertandingan menuju hotel dan menunggu. Bus one team one nation sendiri tak bisa bergegas keluar dari parkiran stadion karena mbludaknya penonton. Belum lagi ratusan fans yang siap mencegat mereka di pintu keluar stadion.

cerber 10 insert b

Guntur Cahyo Utomo, mental coach Timnas U 19, geleng-geleng kepala melihat puluhan fans remaja perempuan bertahan sampai waktu dini hari hanya untuk foto bersama Evan Dimas, Ravi, Putu dan para pemain lainnya. Apa boleh buat, meski tubuh sudah letih dan mata hanya tinggal segaris, para pemain juga tak tega menolak permintaan para fans itu untuk berfoto atau minta tanda tangan. Maka wajah-wajah memelas yang juga mengantuk itupun langsung bersinar lagi begitu keinginan mereka terpenuhi.

“Sejak kedatangan kami di Jogjakarta tanggal 8 Januari 2014, jalanan sepanjang stadion sampai hotel UNY, setiap senin sampai jumat mulai pukul 16.00, hampir selalu macet. Ratusan anak muda dan bocah-bocah kecil penggemar Timnas U 19 memenuhi jalanan di depan stadion UNY sampai di depan hotel. Ibu-ibu muda juga tak ketinggalan,” ujar Guntur.

Itu di luar mereka yang menonton latihan di tribun stadion. Para penggemar yang menonton di dalam stadion juga selalu memenuhi semua kursi yang ada. Bahkan kerap banyak penggemar yang rela berdiri ketika semua kursi sudah terisi penuh.

Mereka berteriak-teriak setiap kali Evan, Ilham, Maldini, Muchlis atau Putu dan pemain lain yang mereka kenal berada di sisi lapangan dekat tribun.

“Ilhamm…!”

Mereka juga meneriakkan nama Ilham Udin, pemain asal Ternate dengan histeris… (bersambung)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN