Dalam Satu Jam, Dua Gempa Guncang Gorontalo

Kitanesia.co – Kamis petang (30/6/2016), 2 peristiwa gempabumi tektonik mengguncang wilayah Provinsi Gorontalo dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi pertama terjadi pada pukul 17.46.17 WIB dengan kekuatan M=5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,09 LU dan 121,80 BT, tepatnya di darat pada jarak 42 kilometer arah timurlaut Bunobogu, pada kedalaman hiposenter 45 kilometer.

Unknown-2

Gempabumi ini dirasakan oleh warga dalam skala intensitas II SIG BMKG (III-IV MMI) di Tolinggula, Marisa, Embodo, Popalo dan Bionga. Sedangkan intensitas II SIG BMKG (III MMI) dirasakan di kota Gorontalo, Boroko, Pinogu, Bukaan dan Toli-Toli. Skala intensitas II SIG BMKG (III MMI) memiliki gambaran dampak gempabumi dirasakan orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. Guncangan dilaporkan dirasakan cukup kuat di wilayah tersebut hingga menyebabkan warga lari berhamburan keluar rumah. Hingga saat ini belum ada laporan megenai kerusakan banguan rumah sebagai dampak gempabumi.

Sementara itu, gempabumi kedua, terjadi pada pukul 18.43.13 WIB dengan kekuatan M=5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,50 LU dan 123,62 BT, tepatnya di darat pada jarak 41 kilometer arah selatan Pimpi, Bolaang Mongondow pada kedalaman hiposenter 228 kilometer. Gempabumi ini dirasakan I SIG-BMKG (II MMI).

“Kedua gempabumi yang terjadi sama-sama disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng. Gempabumi pertama terjadi pada sistem subduksi Sulawesi Utara yang menunjam ke selatan pada North Sulawesi Trench, tepatnya di bidang kontak antara Lempeng Sulawesi Utara dan lengan utara Sulawesi yang tersusun oleh batuan CAK Volcanism Sulawesi Utara di kedalaman 45 kilometer. Sedangkan gempabumi yang kedua dibangkitkan oleh sistem subduksi Lempeng Maluku Utara yang menunjam pada East Sangihe Trench ke arah baratlaut di kedalaman 228 kilometer.” demikian dijelaskan oleh Dr. Daryono, S.Si.,M.Si-Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG

Gorontalo merupakan salah satu daerah rawan terjadi gempabumi. Salah satu catatan gempabumi kuat dan merusak di Gorontalo dan sekitarnya adalah gempabumi Gorontalo M=7,3 yang terjadi pada 16 November 2008 yang menyebabkan 4 orang meninggal dan 59 orang lainnya mengalami luka-luka. Gempabumi ini dilaporkan merusak ratusan rumah di Gorontalo dan sekitarnya.

“Terkait 2 peristiwa gempabumi yang mengguncang Gorontalo dan sekitarnya, hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan, untuk itu masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu karena gempabumi ini tidak menimbulkan kerusakan dan tidak berpotensi tsunami.”pungkas Daryono

*(KitaBM)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN