Desa Wisata di Jogja Kembangkan Spa Tour di Tepi Sungai

KITANESIA,YOGYA – Gemericik air sungai akan menemani wisatawan yang sedang menikmati pijatan di kakinya. Sejumlah terapis tradisional yang telah dilatih teknik SPA modern siap memberikan layanan foot massage yang digelar di tepi sungai.

Para terapis itu duduk di dingklik, kursi kecil dari kayu, memunggungi aliran air sungai yang jernih. Sedangkan yang dipijat duduk di kursi malas leluasa memandangi air yang mengalir itu. Atau memandang pepohonan hijau di seberang sungai.

Itulah salah satu bagian dari layanan Spa Tour yang disiapkan untuk para wisatawan. Layanan tersebut kini dikembangkan di desa-desa wisata yang menyebar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Wisatawan bisa memilih lokasinya. Sejumlah Desa Wisata yang sudah siap adalah Desa Wisata Gunung Purba Nglanggeran, Desa Wisata Kembangarum maupun di Cangkringan Resort and Spa,” ujar Ketua Asosiasi Terapis Spa Yogyakarta (ASTY) Lastiani Warih Wulandari, Minggu (12/3).

Selama setengah jam, kenikmatan pijat di kaki tersebut bisa dinikmati para tamu wisata SPA. Karena, foot SPA itu merupakan salah satu layanan wisata SPA (SPA tour) yang menjadi andalan baru untuk menarik wisatawan datang ke Desa Wisata.

Menurut Wulan –panggilan akrab Lastiyani Warih Wulandari– wisata SPA ini benar-benar mengangkat potensi lokal. Ibu-ibu di sekitar lokasi yang diberdayakan. Sumberdaya alam yang ada di sekitar dioptimalkan.

Para tamu, selain mendapatkan layanan SPA sesuai paket, juga akan mendapatkan suguhan makanan sehat berbahan lokal. Aneka minuman dan makanan tradisional bisa dinikmati. Teh serai, wedang secang, kunir asem, temulawak. Lalu ada jadah manten (jadah bakar), wajik, sawut, salak bakar, salak godhog (rebus) dan lainnya. “Semua kekayaan lokal tersebut disiapkan oleh ibu-ibu setempat,” tambah kandidat Doktor bidang Pariwisata di UGM ini.

Di Nglanggeran, Gunungkidul, para wisatawan bisa menikmati Spa, menginap di homestay setempat, kemudian naik ke Gunung Purba, menikmati Embung Nglanggeran dengan pemandangan yang sangat indah. Selain itu, wisatawan bisa berkunjung ke Rumah Coklat. Berbagai produksi dari bahan cokelat bisa dinikmati di tempat ini. Rumah Coklat ini merupakan binaan Badan Litbang Pertanian DIY.

Sedangkan di Desa Wisata Kembangarum (Dewi Kembar) selain layanan Spa, tamu bisa menikmati berbagai layanan lain. Selama ini, Dewi Kembar dikenal sebagai desa wisata yang nyaman untuk outbond, wisata alam susur sungai, membajak sawah, menangkap ikan maupun atraksi wisata lainnya. Dengan tambahan wisata SPA ini, Dewi Kembar diharapkan makin menjadi destinasi wisata pilihan di Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Shavitri Khumala Devi pernah mencoba layanan foot massage di Kembangarum ini. Perempuan yang biasa dipanggil Evi ini yakin pengembangan Spa Tour akan dapat meningkatkan minat wisatawan datang ke Yogya.

Menpar Arief Yahya menyebut ini gagasan baru yang cerdas dan sensasional. Biasanya, spa dan refleksi itu di satu tempat, di tepi sawah, di pantai, atau di ruangan yang diberi suara-suara alam. Kali ini, suara gemercikan air sungai yang benar-benar mengalir. “Unik, ide bagus, bisa dicontoh di daerah lain, dengan tema alam yang lain,” sebut Menteri Arief. (*)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN