Gempabumi Guncang Pulau Wowoni, Sulawesi Tenggara

image :skyscraper city.com

Kitanesia.co – Selasa (5/7/2016), gempabumi tektonik mengguncang wilayah Pulau Wowoni, Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 10.02.56 WIB dengan kekuatan M=3,5 Skala Richter. Episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 4,16 LS dan 122,96 BT, tepatnya di laut pada jarak 9 kilometer arah tenggara Kota Kendari pada kedalaman 92 kilometer.

Berdasarkan analisis peta guncangan (shakemap) BMKG, tampak bahwa secara umum guncangan gempabumi ini dirasakan di sebagian besar wilayah Pulau Wowoni. Untuk wilayah Langara, Kampa, dan sekitarnya, guncangan dirasakan dalam skala intensitas II SIG BMKG (II-III MMI). Di daerah ini guncangan gempabumi dirasakan cukup kuat oleh orang banyak, tetapi hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya kerusakan sebagai dampak gempabumi.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi menengah. Namun jika memperhatikan peta tataan tektonik setempat, episenter gempabumi sebenarnya terletak di jalur Sesar Lawanopo. Namun demikian jika hiposenter mencapai 92 kilometer, maka sulit diterima jika gempabumi yang terjadi dikaitkan dengan aktivitas Sesar Lawanopo yang lazim berkedalaman sangat dangkal.

Gempabumi Pulau Wowoni dengan hiposenter 92 kilometer tampak lebih tepat jika dikaitkan dengan aktivitas Tolo Thrust, yang terbentuk oleh adanya konvergensi antara Basin Banda dan Sulawesi Tenggara di Palung Tolo (Tolo Trench). Zona seismogenik ini memungkinkan terjadi gempabumi berkedalaman menengah, karena dalam penelitian Eli dkk. (1983) kedalaman hiposenter akibat aktivitas Tolo Thrust dapat mencapai 100 kilometer.

Patut disyukuri, meskipun pusat gempabumi terletak di laut, tetapi karena kekuatannya relatif kecil dengan kedalaman menengah, maka gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Terkait peristiwa gempabumi yang mengguncang Pulau Wowoni dan sekitarnya, hingga laporan ini disusun belum terjadi gempabumi susulan (aftershocks). Untuk itu masyarakat dihimbau agar tetap tenang. Khusus masyarakat di pesisir Pulau Wowoni dan Kendari, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.” jelas Daryono – Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG

*(KitaBM)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN