Gempabumi Gunjang seluruh Wilayah Ambon dan Seram

KITANESIA–  Jumat dinihari, 16 September 2016, pukul 02.45.55 WIB, hampir seluruh wilayah Pulau Ambon dan Pulau Seram diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=5,2 Skala Richter, dengan pusat gempabumi pada koordinat 3.77 LS dan 129.10 BT, tepatnya di laut pada jarak 104 km arah timur kota Ambon pada kedalaman 113 km.

Peta tingkat guncangan shake map BMKG menunjukkan, dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan kuat pada II Skala Intensitas Gempabumi BMKG atau III-IV MMI di wilayah Ambon, Paso, Haruku, Saparua, Nusa Laut, Piru, Kairatu, Amahai, Atiahu, Kisalaut, Mesing, dan Kamar. Di daerah ini dilaporkan guncangan gempabumi dirasakan oleh orang banyak, benda-benda tergantung berayun dan jendela kaca bergetar. Beberapa warga yang sempat terbangun dari tidur berusaha keluar rumah. Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan rumah akibat gempabumi.

unknown

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono ” Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Dalam hal ini sistem subduksi Seram yang menyusup ke selatan di bawah Pulau Seram dan Ambon mengalami deformasi di zona Benioff Seram hingga memicu terjadinya gempabumi.” Ujar Daryono

Daryono menambhkan lagi ” Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh penyesaran oblique, yaitu kombinasi antara penyesaran/patahan naik dan mendatar. Kedalaman hiposenter gempabumi sistem subduksi di sebelah selatan Pulau Seram 113 km dinilai cukup relevan dengan pola subduksi di tempat tersebut.”ujarnya

Terkait dengan peristiwa gempabumi yang terjadi ini, maka kepada warga pesisir di Pulau Seram, Ambon, Nusa Laut, dan Buru dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN