Gempabumi Kaimana Tidak Berpotensi Tsunami

image : ekspidisi.biologi.lipi.go.id

Kitanesia.co – Selasa (28/6/2016), gempabumi tektonik mengguncang wilayah Kaimana dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 20.55.52 WIB dengan kekuatan M=5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,18 LS dan 133,84 BT, tepatnya di laut pada jarak 99 kilometer arah baratdaya Kaimana, Papua Barat pada kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Berdasarkan analisis peta guncangan (shakemap) BMKG serta sebaran data percepatan getaran tanah, tampak bahwa secara umum gempabumi ini dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI (II SIG BMKG) di Kaimana, Pulau Aiduna, dan Pulau Adi. Di daerah tersebut guncangan gempabumi cukup kuat dan dirasakan oleh orang banyak, tetapi tidak menimbulkan kerusakan.

Unknown-16

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Dugaan kuat bahwa sesar yang membangkitkan gempabumi ini adalah Sesar Tarera Aidua (Tarera Aidua Fault Zone-TAFZ), karena lokasi pusat gempabumi terletak di jalur TAFZ. Meskipun pusat gempabumi terletak di laut, tetapi karena kekuatannya relatif kecil maka gempabumi ini tidak berpotensi tsunami, demikian disampaikan oleh Dr.Daryono, S.Si.,M.Si. Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG di Jakarta (28/6/2016)

Terkait peristiwa gempabumi yang mengguncang Kaimana dan sekitarnya, hingga laporan ini dibuat pada pukul 21.30 WIB belum terjadi gempabumi susulan (aftershocks), untuk itu masyarakat dihimbau agar tetap tenang. Khusus masyarakat di daerah pesisir Kaimana, Pulau Aiduna, dan Pulau Adi, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

*(KitaBM)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN