Sepanjang Jawa Bagian Selatan Diguncang Gempabumi Langka

Sawarna Beach- West Java image : Dhia Zacky Harinto

Kitanesia.co –¬†Jumat, tanggal 15 Juli 2016, pada pukul 01.28.03 WIB, sebagian besar wilayah selatan Jawa diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=5,1. Pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 10.60 lintang selatan dan 107.95 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 330 kilometer arah selatan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat atau pada jarak 159 kilometer arah timur Pulau Christmas, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer.

map earthquake

” Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan pada I Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau II skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di hampir seluruh wilayah Jawa bagian selatan dari Malingping, Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Pacitan, hingga Malang. Gempabumi ini tercatat dengan baik oleh peralatan BMKG dan di berbagai daerah tersebut beberapa orang dilaporkan merasakan adanya guncangan gempabumi.” ujar Daryono-Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG

Meskipun dampak gempabumi tidak signifikan, tetapi peristiwa gempabumi ini ditinjau dari zona seismogeniknya termasuk gempabumi langka. Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal di luar zona subduksi (outer rise), sehingga gempabumi ini menarik bagi para ahli kebumian.

Jika kita memperhatikan letak episenternya, tampak bahwa pusat gempabumi ini berasosiasi dengan dinamika tektonik di zona outer rise selatan Jawa yang mengalami tarikan Lempeng Indo-Australia di luar zona subduksi. Mengingat gaya yang bekerja berupa tarikan lempeng, maka relevan jika mekanisme sumber gempabumi yang terjadi adalah penyesaran turun (normal fault).

Peristiwa gempabumi di luar zona subduksi memang tergolong langka. Di selatan Jawa, gempabumi semacam ini pernah terjadi pada 11 September 1921 dengan kekuatan M=7,5. Laporan Visser (1922) menunjukkan bahwa spektrum guncangan gempabumi saat itu mencapai jarak sejauh 1.500 kilometer. Di barat, guncangan dirasakan hingga Krui, Lampung dan di timur hingga Taliwang, Sumbawa. Di wilayah antara Cilacap dan Blitar dilaporkan banyak bangunan tembok mengalami retak-retak dan roboh. Menurut Soloviev dan Go (1984), gempabumi outer rise Jawa 1921 memicu terjadinya tsunami kecil yang teramati di Parangtritis hingga Cilacap.

Gempabumi M=8,3 di zona outer rise Samudera Hindia selatan Sumbawa pada 19 Agustus 1977 juga memicu tsunami setinggi 5-8 meter menerjang Pantai Lunyuk, Sumbawa membunuh lebih dari 198 orang. Zona outer rise memang zona gempa yang terabaikan, karena jarangnya gempabumi terjadi di daerah ini.

dampak gempa- image by channel1400
dampak gempa- image by channel1400

“Patut disyukuri bahwa meskipun gempabumi ini berpusat di laut dengan mekanisme sesar turun, tetapi gempabumi yang terjadi pada dinihari tadi tidak menimbulkan tsunami, karena kekuatannya tidak mendukung adanya perubahan dasar laut yang signifikan untuk memicu terjadinya tsunami.” tandas Daryono

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam paska gempabumi belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Kitanesia.co menampilkan Illustrasi pendidikan dan pengetahuan tentang gempabumi dengan data bersumber dari BMKG, semoga bisa memberi penjelasan kepada anda bagaimana cara kita mengantisipasi  sebelum gempabumi terjadi, saat terjadi dan sesudah terjadi, silahkan klik link ini.

*(KitaBM)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN