Gempabumi M= 7,0 Kuat dan Merusak Guncang Myanmar

KITANESIA– Rabu (24/8/2016) pukul 17.34.52 WIB, wilayah Negara Myanmar dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi dengan kekuatan M=7,0 (USGS M=6,8). Pusat gempabumi terletak pada koordinat 20,88 LU dan 94,53 BT, tepatnya di darat pada jarak 31 km arah barat Kota Chauk, Myanmar pada kedalaman 62 km.

Peta guncangan (shake map) menunjukkan bahwa di zona pusat gempabumi, guncangan mencapai skala intensitas VI MMI. Intensitas sebesar ini berpotensi menimbulkan kerusakan struktur bangunan. Ini sesuai dengan laporan yang menunjukkan dampak gempa berupa kerusakan rumah dan Pagoda terjadi di beberapa kota seperti Shivezanthi, Taungpila, Kodaung, Tamagyaung, Chaungmagyi dan Tanyaung. Bahkan, kerusakan juga terjadi di Kota Bagan yang merupakan kawasan obyek wisata peninggalan sejarah kuno.

Berdasarkan data kedalaman hiposenternya, gempabumi Myanmar ini disebut sebagai gempabumi menengah. Salah satu karakteristik gempabumi menengah memiliki spektrum guncang yang luas. Sehingga tidak heran jika gempabumi ini dirasakan hingga Negara India, Bangladesh, China bagian selatan, dan Thailand.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menganalisa ” Secara tektonik, ada 2 pembangkit utama gempabumi di Myanmar, yaitu zona Sesar Sagaing (Sagaing Fault Zone) dan sistem subduksi Lempeng India. Namun demikian pada peristiwa gempabumi Myanmar kali ini, gempabumi terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng, dalam hal ini lempeng litosfir India menyusup ke bawah Lempeng Burma ke arah ke timurlaut, dengan laju 44~49 mm per tahun.” ujar Daryono

Daryono juga menjelaskan ” Secara regional, aktivitas seismik di zona subduksi ini terjadi hingga kedalaman 150 km. Data seismisitas Myanmar menunjukkan bahwa hiposenter gempabumi berada pada bagian litosfir lempeng India yang sudah mulai menukik di zona Benioff. Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu adanya penyesaran naik (deep thrust event).” imbuhnya lagi

Myanmar sudah beberapa kali mengalami gempabumi kuat dan merusak. Peristiwa gempabumi merusak terakhir di Myanmar terjadi bulan Maret 2011 lalu, dimana gempa dangkal M=6,9 menimbulkan kerusakan hingga intensitas IX MMI. Sedikitnya 74 orang meninggal akibat gempabumi yang berpusat dekat perbatasan Myanmar Thailand and Laos ini.

Peristiwa gempabumi dahsyat yang terkenal dalam sejarah kegempaan Myanmar adalah gempabumi berkekuatan M=8,0 yang terjadi pada bulan September 1946 dan menimbulkan banyak korban jiwa.***

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN