Gempabumi M=7,8 Gunjang Kepulauan Mariana, Tidak Ada Peringatan Dini Tsunami

Kitanesia.co –  Sabtu 30 Juli 2016, pukul 04.38.08 WIB, terjadi gempabumi kuat M=7,8 di Kepulauan Mariana, yang terletak di sebelah timur wilayah Negara Filipina. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 18,47 LU dan 145,69 BT, dengan kedalaman hiposenter 228 km.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami, sehingga BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia dan Negara tetangga.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG- Daryono mengatakan “Patut disyukuri bahwa gempabumi kuat di Kepulauan Mariana ini tidak memicu tsunami meskipun mekanisme sumbernya berupa sesar naik (thrust fault). Hal ini disebabkan karena hiposenternya yang berada di kedalaman menengah, sehingga energi yang dipancarkan dari pusat gempa tidak mampu menimbulkan deformasi dasar laut untuk membangkitkan tsunami.”ujarnya

Peta tingkat guncangan gempabumi BMKG menunjukkan bahwa beberapa wilayah terdekat dari pusat gempa seperti Saipan, San Jose Village, Guam, Garapan, dan San Vicente, mengalami dampak berupa guncangan pada II Skala Intensitas Gempabumi (SIG-BMKG). Gempabumi ini dilaporkan dirasakan oleh orang banyak di beberapa daerah tersebut.

Berdasarkan data kedalaman hiposenter tampak bahwa gempabumi ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng. Dalam hal ini aktivitas Lempeng Pasifik yang bergerak dari arah timur ke barat, selanjutnya menunjam ke bawah Lempeng Laut Filipina dengan laju penyusupan sebesar 46 mm/tahun.

Daryono juga menambahkan “Sistem subduksi Mariana sebagai zona tumbukan lempeng aktif akan menjadikan wilayah Kepulauan Mariana selamanya sebagai kawasan rawan gempabumi dan tsunami. Catatan sejarah tsunami di Kepulaua Mariana menunjukkan sudah 3 kali terjadi tsunami cukup besar pada tahun 1849, 1892, dan 1993. Tsunami ini dilaporkan menimbulkan terjadiya kerusakan di Guam dan pulau-pulau kecil sekitarnya.”tandasnya

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN