Gempabumi Sorong Dipicu Sesar Aktif

Kitanesia.co – Kamis (7/7/2016), gempabumi tektonik mengguncang wilayah Sorong dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 13.54.16 WIB dengan kekuatan M=4,0 Skala Richter. Episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 0,82 LS dan 131,39 BT, tepatnya di laut pada jarak 12 kilometer arah timur laut Kota Sorong pada kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan analisis peta guncangan (shakemap) BMKG, tampak secara umum guncangan gempabumi ini dirasakan di sebagian besar wilayah Sorong dalam skala intensitas II SIG BMKG (III – IV MMI). Sementara di Kota Aimas dan Asbakin guncangan dirasakan dalam skala intensitas II SIG BMKG (II-III MMI). Khusus di daerah Sorong dan sekitarnya guncangan gempabumi dirasakan cukup kuat oleh orang banyak, hingga menyebabkan beberapa warga berlarian keluar rumah, tetapi hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya kerusakan sebagai dampak gempabumi.

Unknown

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi Sorong yang terjadi merupakan gempabumi kerak dangkal.

Dengan memperhatikan peta tataan tektonik setempat, tampak bahwa episenter gempabumi Sorong ini terletak di jalur Sesar Sorong yang melintas di sebelah baratlaut-utara Kota Sorong.

“Sesar Sorong hingga sekarang masih merupakan sesar aktif. Dalam peta tataan tektonik tampak bahwa sesar ini bukan sesar tunggal melainkan 2 sesar yang bergabung di dekat Sorong dan kemudian terpisah bercabang di wilayah Kepala Burung. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Sesar Sorong sudah beberapa kali memicu terjadinya gempabumi merusak.” tandas Daryono – Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi sam Tsunami BMKG

Terkait peristiwa gempabumi yang mengguncang Kota Sorong dan sekitarnya, hingga laporan ini disusun belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
*(KitaBM)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN