‘Gentelmen Start Your Engines’ – Indonesia MXGP Segera Dimulai

KITANESIA, JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menggelar jumpa pers dua even sport tourism Internasional sekaligus yakni Indo MXGP 2017 dan Sungailiat Triathlon 2017 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin 27 Maret 2017.  Melalui sinergi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Menpar menginginkan sport tourism bisa berkontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang mengunjungi Indonesia dan PDB Indonesia.

Dua event Internasional yang digaungkan Kemenpar adalah INDO MXGP Championship yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Even itu akan berlangsung di Pangkal Pinang, Bangka pada 4-5 Maret  2017. Sementara even yang kedua adalah Sungailiat Triathlon 2017 yang memasuki tahun ke-5 diikuti para atlet mancanegara tersebut akan berlangsung di Kota Sungai Liat, Ibukota Kabupaten Bangka, pada 20-22 April 2017.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersama Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendi, Walikota Pangkal Pinang Muhamad Firmansyah, Bupati Bangka Belitung Tarmizi, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa dan Presiden Triathlon Indonesia Chaidir Akbar.

Menpar mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan sektor pariwisata pada 2019 harus dapat memberikan kontribusi pada PDB Nasional sebesar 8 persen, dengan devisa yang dihasilkan Rp 240 triliun. Pariwisata pada 2019 juga ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta, dan pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

Untuk itu, imbuh Menpar, pihaknya berharap semua daya tarik wisata yakni 60% persen budaya, 35% nature, dan 5 % sport tourism  yang termasuk Man Made dapat menghasilkan kontribusi yang maksimal dalam mendatangkan Wisman.

“Pendapatan langsung dari sport event  ini, Direct revenue 30% mulai dari pembelian tiket match day.  50% pendapatan tak langsung dari  advertising 50% dan 20% dari komersil paling banyak dari penjualan souvenr. Sehingga Promosi pre-event menjadi sangat penting, dengan perhitungan Pre-On-Post Event nya  50:30:20,” Jelas Arief

Untuk MXGP 2017 jika kita perkirakan proyeksi direct impact  ada 5000 Wisman paling tidak 1 orang wisman mengeluarkan USD 5 Juta atau Rp 65 Miliar rupiah. Dan 50.000 Wisnus spending satu juta jadi terkumpul Rp 50 M. Total: Rp 115 M, Media Value, siaran langsung di TV di 60 negara, value USD 20 Juta/Rp 250 M. Jadi Total Value adalah Rp 365 M.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan dorongan untuk menjadikan olahraga sebagai industri besar sejalan dengan apa yang pihaknya pikirkan dan apa yang ditargetkan Kemenpar. Oleh karena itu, sepanjang tahun 2017, Kemenpora akan mendukung event keolahragaan dan kepemudaan yang juga mendorong promosi pariwisata Indonesia ke mancanegara.

Menurut Menpora, Kejuaraan Dunia Motocross MXGP menjadi salah satu ajang promosi wisata Pangkalpinang dengan segudang keindahan alam, terutama pantai.

“Kejuaraan motocross dunia yang tergabung dalam MXGP adalah kejuaraan resmi yang diakui oleh FIM (Federasi Motor Internasional). Kejuaraan ini yang tertinggi di level dunia atau dengan kata lain ini MXGP adalah MotoGP-nya di kejuaraan motocross,” jelasnya.

“Kepercayaan ini yang harus kami tumbuhkan dan ini bagian penting juga untuk Asian Games 2018. Kami ingin mendorong untuk para olahraga bahwa tidak akan berdiri beswar dengan prestari besar juga dengan industri dan secara internai dengan science” jelas Imam.

Walikota Pangkal Pinang Muhamad Firmansyah mengatakan  event yang kami tanda tangani selama tiga tahun berturut-turut  adalah tantangan dan tanggung jawab besar karena tidak hanya membawa nama Pangkal Pinang saja melainkan nama baik Indonesia. Seperti yang di ketahui Indonesia menjadi negara ketiga dalam kalender MXGP 2017 setelah Qatar dan Thailand

“Saya berteima kasih kepada pak Arief Yahya karena telah Hadiah untuk bangka Belitung yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata  kepada dari sekian banyak Bali baru ini adlah corong yang baik untuk mempromosikan Bangka Belitung di kancah dunia. Saya yakin bukan tak mungkin seperti Bali, Sebenarnya,” Walikota Pangkal Pinang.

Sepuluh “Bali Baru” lainnya adalah yakni Danau Toba (Sumatera Utara),  Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN