Globalisasi dan atau Nasionalisme ? Part 2

Kitanesia.co – Sporting Lisbon Stadium, Portugal 2 Juli 2015, klub legendaris Portugal yang sedang merayakan ulang tahun ke 109, mendadak bergemuruh menyambut seorang pemuda 18 tahun berkemeja putih berbalut jas hitam, berdasi hijau dengan raut muka dan sisiran rambut ala sang ayah…

martunis-kini-masuk-akademi-sepak-bola-sporting-lisbon-portugal

Ya, dia adalah Martunis, putra Indonesia asal Banda Aceh. Pemuda yang 21 hari terkatung-katung di laut akibat tsunami Aceh 26 Desember 2004, ditemukan oleh warga dan diliput oleh televisi Inggris….sedang menggunakan kostum nasional Portugal bernomor punggung 10. Superstar Ronaldo datang ke Aceh Juni 2005 dan mengangkatnya sebagai putra… Federasi sepakbola Portugal juga memberi apresiasi dengan mengundang Martunis ke Portugal tahun 2006, dan diberi uang saku 40 ribu Euro langsung oleh Presiden FIFA dan Rui Costa, pemegang kostum nasional Portugal no.10, dan ditawari menjadi warga negara Portugal !

10942417_991530090861606_5125904175838195414_n

“Dulu ada tawaran untuk menjadi Warga Negara Portugal, tapi ayahnya menolak karena Martunis masih kecil dan dia anak semata wayang” – (Munawardi , kerabat Martunis 8 Juli 2015).

Martunis dari sejak kecil memang bercita-cita jadi pemain sepakbola…..apalagi setelah diangkat menjadi putra Ronaldo. Martunis masuk sekolah sepakbola Real Madrid di Aceh, umur 15 tahun masuk ke klub PSAP Sigli. Ronaldo yang menyantuni sang Putra dari sejak kecil, bersua kembali Juni 2013, dimana Martunis menyatakan keinginannya menjadi untuk dapat bermain bola di negara asal Ronaldo dan ingin menjadi pemain bola terkenal.

“Ronaldo pernah mengatakan pada saya untuk belajar dan berlatih dengan giat. Jika saya lakukan seperti apa pesannya, bukan hal yang mustahil saya akan jadi pesepakbola profesional”

Martunis lalu sempat ikut seleksi timnas U17 pada tahun 2014 tapi gagal di seleksi kedua“Saya dinilai masih terlalu lemah secara fisik. Saya masih terlalu cepat capek.” Martunis lalu mengirim surat ke ayahnya….dan diterimalah sang Putra di akademi Sporting Lisbon, klub yang membesarkan sang Ayah…

“Saya percaya bahwa banyak orang dewasa tidak akan mampu menghadapi apa yang sudah dia lalui” – Ronaldo, 1 Juli 2015

“Kalau kualitas dengan Evan ya jauh, tetapi dia punya potensi yang cukup bagus,“Buat Martunis, selamat mengikuti kepelatihan di Sporting Lisbon. Mudah-mudahan bisa lebih berkualitas,”  – Indra Sjafri , 4 Juli 2015 (Pelatih U-19 yang menolak Martunis)

“Dia menunjukkan memiliki karakter dan visi sepakbola yang sesuai dengan Sporting. Kami melihat dia suka bermain sepakbola dan kemampuannya bisa untuk masuk ke dalam akademi kami”,

“Dia sangat termotivasi untuk tumbuh dan meningkatkan kemampuannya. Dia berlatih pagi hari, makan siang di sini, dan sore harinya harus pergi ke kelas,”

CI7NvpUWIAA9vR8

“Tentu saja, datang pada usia 14 akan sangat berbeda dengan ketika datang pada usia 18 tahun. Itu artinya, dia melewatkan empat tahun metode-metode pelatihan di akademi. Jadi, dia harus bekerja sangat keras untuk mengembangkan performanya.”

“Kami berharap dia menjadi seorang atlet sama seperti yang lainnya. Ronaldo juga memulainya seperti ini. Kami memperlakukan mereka dengan cara yang sama.”- Miguel Sampaio (Psikolog Olahraga Akademi Sporting 17 September 2015)

Sudah setahun Martunis menyelesaikan pendidikan selama setahun di Sporting, dan kembali dulu ke Indonesia, untuk menunggu apakah karirnya akan berlanjut di Portugal

“Saya masih menunggu kabar dari mereka. Setelah hasil di Sporting keluar, saya akan mencari klub di Liga Indonesia,”

Sangat sulit bermain di Eropa. Kualitas pemain Indonesia sangat berbeda dengan Eropa, mulai dari teknik, postur, dan lain-lain,”

“Pemain luar negeri berlatih dari usia delapan tahun,” – Jakarta 26 Juni 2016

Apa yang terjadi jika Martunis memilih menjadi warganegara Portugal pada tahun 2006 ?

Bagaimana kalau sekarang ditawari naturalisasi menjadi warganegara Portugal ? “Apabila ada tawaran tentu saja Martunis bersedia. Sebab, saat berdiskusi dengan ayahnya, demi karier Martunis tidak masalah pindah kewarganegaraan,”
(Munawardi , kerabat Martunis 8 Juli 2015)

martunis

Maju terus Martunis,pilihan apapun yang akan diambil…….engkau tetaplah Putra Indonesia

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN