Hujan Bukan Halangan Bagi Jokowi Untuk Bertemu Para Petani

KITANESIA, Gowa—Meski hujan, peninjauan Presiden Joko Widodo ke Program Padat Karya Tunai (PKT) di Desa Panyakalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (15/2) tetap berlangsung. Turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo.

Presiden Jokowi melihat para petani yang tergabung dalam Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Bissua tengah membangun saluran irigasi tersier. Panjang saluran yang dikerjakan 581 meter yang dikerjakan oleh 150 orang selama 60 hari. Anggaran untuk pekerjaan ini Rp 675 juta.

Pembangunan saluran irigasi tersier tersebut merupakan program padat karya P3TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air). Dilokasi tersebut juga dibangun jalan produksi melalui padat karya PISEW (Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) sepanjang 1,1 km dengan anggaran Rp 600 juta yang dikerjakan oleh 50 orang selama 90 hari.

“Kita melakukan padat karya tunai di Provinsi Sulawesi Selatan, ada yang berupa irigasi, jalan produksi dan lainnya. Saluran irigasi sekundernya sudah bagus, nanti tersiernya juga baik, jalan produksi baik, saya kira produksi dapat ditingkatkan lagi,” kata Presiden Jokowi.

image 2

Upah yang diterima petani per harinya sebesar Rp 125 ribu untuk tukang dan pembantu tukang Rp 85 ribu, yang dibayarkan per minggu. Besaran upah yang diterima memang berbeda-beda di masing-masing provinsi, namun hal ini mengikuti standar upah setempat.

“Yang jelas ini mengikuti standar yang ada, jangan sampai merusak pasar. Kalau kita bandingkan di Jawa Tengah upah tukang Rp 100 ribu, Sumbar Rp 110 ribu,” jelas Presiden.

Untuk padat karya irigasi kecil di Sulsel dilakukan di 238 lokasi dengan anggaran Rp 53,5 miliar. Di dekat lokasi P3TGAI juga ada lainnya yakni Tugas Pembantuan Operasi dan Pemeliharaan (TP-OP) seluas 1.500 meter yang menyerap 150 orang pekerja dengan anggaran Rp 157 juta dengan waktu pelaksanaan 7 hari. Padat karya OP-TP dilakukan di 14 kabupaten/kota di Sulsel dengan anggaran Rp 6,1 miliar.

Di bidang jalan terdapat padat karya pemeliharaan jalan sepanjang 40 km dengan anggaran Rp 260 juta dilakukan okeh 100 orang pekerja setempat dalam waktu 14 hari. Padat karya pemeliharaan jalan dilakukan pada 73 km dengan 120 tenaga kerja dan anggaran Rp 1,19 miliar dimana Rp 587 juta diperuntukan untuk upah.

Menteri Basuki mengatakan bahwa tidak jauh dari lokasi juga dilakukan padat karya perumahan untuk meningkatkan kualitas layak huni rumah melalui program rumah swadaya. Di Kecamatan Bajeng terdapat 70 unit rumah yang dikerjakan dengan total anggaran Rp 1 miliar dimana porsi upah pekerja Rp 175 juta.

image 3

“Satu rumah mendapat dana Rp 15 juta untuk perbaikan, kalau bangun kembali Rp 30 juta. Dari Rp 15 juta tersebut Rp 2-3 juta untuk upah sisanya untuk membeli material,” kata Menteri Basuki. Padat karya perumahan dilakukan untuk 6.800 unit rumah tidak layak dengan anggaran Rp 102 miliar.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN