Identifikasi kerusakan, penanganan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Untuk Aceh

KITANESIA, BANDA ACEH- Tim Tanggap Darurat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dipimpin langsung  oleh Menteri Basuki Hadimuljono tadi malam (Rabu, 7/12) bertolak ke Banda Aceh melihat langsung ke lapangan untuk identifikasi kerusakan dan mengambil langkah penanganan tanggap darurat, dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dibutuhkan masyarakat korban gempa bumi di 3 Kabupaten di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, yakni Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen.

Menteri Basuki menyatakan dalam kondisi darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.

“Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian. Kita akan manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA)  terdekat untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian”, jelas Menteri Basuki.

Ia menambahkan bahwa saat ini dari 3 IPA terdekat yang tersedia, 1 IPA tetap berfungsi baik karena mengandalkan sistem gravitasi, tetapi 2 IPA lainnya tidak dapat berfungsi karena gangguan listrik.

menteri-basuki-cek-kondisi-infrastruktur-dan-kirimkan-sejumlah-alat-berat-dan-tangki-air-ke-lokasi-bencana-aceh-3

Untuk memastikan jalur logistik berjalan lancar, termasuk makanan dan obat-obatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui  Satgas Penangulangan Bencana telah mengirimkan sejumlah peralatan berat untuk membantu tanggap darurat Gempa bumi di Aceh. Bantuan alat berat dimanfaatkan untuk membantu evakuasi terhadap korban bencana. Sejak kemarin sudah dikerahkan di Kabupaten Pidie Jaya berupa  2 excavator dan 1 W Loader yang diturunkan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Aceh .

Sedangkan bantuan peralatan yang sudah berada di  lokasi pengungsian berupa  4 unit Mobil Tangki Air kapasitas tangki masing-masing 6.000 liter. Sementara untuk mengantipasi kekurangan sarana, saat ini sedang dalam perjalanan dari Depo Regional Medan adalah 5 unit Mobil Tangki Air kapasitas 4.000 lt, 70 unit Hidran Umum 2.000 liter, 30 unit Hidran Umum 1.000 liter dan MCK knockdown sebanyak 80 unit.

Bencana gempa bumi ini terjadi pada Hari Rabu 7 Desember 2016 pukul 05.03.36 WIB dan merupakan gempa tektonik berkekuatan 6,4 SR dengan lokasi gempa berpusat di 18 Km Timur Laut Kabupaten Pidie Jaya Aceh dan kedalaman 10 km. Jumlah korban jiwa tercatat 82 orang dan kemungkinan bisa terus bertambah karena masih dilakukan pencarian dan identifikasi korban.

Dari hasil pengecekan awal di lapangan, dilaporkan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan diantaranya retak memanjang pada badan jalan Sta. 142+300 (Pante Raja) sepanjang 200 m dengan lebar 20 cm dan kedalaman 1,2 m, bahu jalan retak pada Sta 125+000 (Lueng Putu/Pidie Jaya), bahu jalan amblas sepanjang 300 m di Sta 129+000 arah Banda Aceh–Medan, dan kerusakan pada oprit jembatan.

menteri-basuki-cek-kondisi-infrastruktur-dan-kirimkan-sejumlah-alat-berat-dan-tangki-air-ke-lokasi-bencana-aceh-2

“Kita juga sedang melakukan identifikasi kerusakan bangunan publik (antara lain sekolah, masjid, puskesmas) dan bangunan milik warga, agar nanti bisa dilakukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi secepatnya,” tutup Menteri Basuki.

Sementara itu, khusus untuk kondisi Bendungan Rajui yang berada di Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie dan diresmikan tahun 2015 dilaporkan secara keseluruhan dalam kondisi aman. Bendungan yang berbentuk urugan homogen dengan tinggi bendungan 41,20 m dan luas genangan 33,60 Ha ini bermanfaat untuk meningkatkan penyediaan air baku, meningkatkan produksi pertanian, mendukung program ketahanan pangan, mengembangkan perikanan darat dan menciptakan lapangan kerja di Kawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN