Indonesia Ajak Vietnam Setarakan Upah Buruh Industri di KTT APEC

KITANESIA, JAKARTA- Pemerintah Indonesia mengajak Vietnam untuk kerja sama menerapkan kesetaraan upah minimum buruh di sektor industri. Pasalnya, persaingan upah rendah yang ditawarkan kedua negara, dapat dimanfaatkan para investor asing.

Dari pertemuan bilateral tersebut, Wapres Jusuf Kalla mengharapkan kedua negara akan berbagi pengalaman dengan negara-negara lain seperti di kawasan ASEAN untuk membuat sistem dalam menentukan standar upah minimum regional. Apalagi, menurutnya, saat ini Indonesia dan Vietnam menjadi incaran para investor untuk membangun industri.

Selain soal upah, pertemuan bilateral tersebut juga membahas kerja sama tentang pengembangan rantai nilai dunia (global value chain) di sektor industri otomotif, kimia, dan digital.

Menanggapi usulan Indonesia, Presiden Vietnam merespons dengan baik dan juga akan menindaklanjuti. Menperin pun berharap nilai transaksi perdagangan Indonesia dengan Vietnam dapat meningkat dua kali lipat, dari USD 5 miliar menjadi USD 10 miliar.

Sebelumnya, Menperin mengatakan, pemerintah Indonesia tengah aktif melobi sejumlah pihak agar lima komoditas potensial masuk dalam pernyataan bersama pemimpin ekonomi 21 negara anggota APEC. Kelima komoditas itu adalah minyak sawit mentah, karet alam, rotan alam, kertas, dan produk perikanan. .

Menurutnya, kelima komoditas itu berperan penting dalam kegiatan ekonomi di sektor riil dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Di samping itu, Indonesia juga terus bernegosiasi secara bilateral dengan Tiongkok dan Australia untuk mendorong ekspor biodiesel ke dua negara tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan neraca perdagangan kedua belah pihak karena selama ini Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan dengan ke dua negara tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN