Indonesia Ditempa oleh Ring Of Fire dan US$

ULASAN  BY Tim Kitanesia

Awal abad 18, dunia baru utara dikuasai Inggris, Perancis dan Spanyol yang saling berebut wilayah dan pengaruh. Inggris berperang dengan Perancis dan menang, namun kalah jadi abu, menang jadi arang. Kas Inggris cekak, maka pajak 13 koloninya di pantai timur dinaikkan secara signifikan.  Ke 13 koloni tersebut memberontak, dan 4 Juli 1776 lahirlah ‘Declaration of Independece’.

“It was the same yearning for freedom that nearly 250 years ago gave birth to a special place called America. It was small cluster of colonies caught between a great ocean and vast wilderness. But a revolutionary idea : that they could rule themselves. That they could chart their own destiny. And that, together, they could light up the world”

Donald J. Trump, State of the Union Address, 30 January 2018

US lalu membeli murah bagian tengah dunia baru, Louisiana dari Perancis yang kalah perang dan bangkrut, dan kemudian memprovokasi Meksiko, yang sebelumnya memerdekakan diri dari Spanyol, dan mengambil pantai barat dunia baru. Terbentanglah US dari Atlantic East Coast sampai Pacific West Coast. Perang saudara Amerika membentuk persatuan yang kuat, dan Thomas Alfa Edison memberi pencerahan bagi Amerika mengenai kreatifitas dan persistensi dalam mencapai suatu cita-cita. Forge by ‘Declaration of Independence”, ‘Civil war’ & ‘Wizard of Menlo Park’ US became a superpower since 20th century.

Bangsa Jepang percaya bahwa ‘The Emperor’ adalah turunan dari Amaterasu Omikami, sang Dewi Surya. Berabad-abad Jepang hidup dalam sistem agraris feodal yang isolatif. Abad 17 Bangsa Spanyol, Portugis dan Belanda sempat mampir, namun berhasil diusir.

8 Juli 1853, Komodor Perry dari US datang, menembakkan meriam modern dari fregat Susquehanna ke Tokyo Harbor, membuat para shogun dan pendekar samurai tunggang langgang. Emperor Meiji melihat bahaya besar. Jepang harus berubah. Jepang lalu membuka diri, mengirim sebanyak-banyaknya para pemuda terpilih belajar ke US, lalu kembali ke Jepang untuk membangun Jepang modern. Forge by ‘Bushido & Samurai’, pada awal abad 20, Jepang sudah menjadi negara terkuat di Asia. Tahun 1905 armada Rusia dihancurkan di laut Kuning, yang tercatat sebagai kemenangan pertama bangsa Asia terhadap bangsa kulit putih.

Abad 2 SM, “The First Emperor of Qin” dengan pedang berhasil mempersatukan Tiongkok. 12 Dinasti demi dinasti bergantian menguasai Tiongkok. Sebuah dinasti muncul dari penghancuran total dinasti sebelumnya, berjaya, menjadi tua dan korup, dan ditumbangkan dinasti baru. ‘The Last Emperor’, Pu Yi dari dinasti Qing pada naik tahta pada umur 3 tahun pada awal abad 20. Saat itu Tiongkok dalam kondisi porak poranda.

5 bangsa barat dan antek-antek ‘local capitalis war lord’ mencabik-cabik Tiongkok, dan masyarakat Tiongkok mengalami degradasi moral yang luar biasa. Jepang tahun 1931 lalu datang melibas semuanya. Father Mao, nasionalis yang sedih melihat nasib bangsanya, mengadopsi filosofi Marx, membentuk Red Army. Long March 9000 km (1935-1936) dibawah siraman bom war lord kapitalis Chiang Kai Sek malah semakin memperkuat Red Army. Pada saat Jepang di bom atom US, Red Army Father Mao sudah bukan tandingan bagi kaum kapitalis. Selama 27 tahun (1949 – 1976) Father Mao  membentuk  masyarakat Tiongkok,  dari penyakit degradasi moral akibat kaum kapitalis, menjadi semua sama semua rata, dan….tunduk sepenuhnya pada Father Mao. Father Deng (1976 – 1997), penerus Mao mewarisi Tiongkok yang miskin namun tunduk sepenuhnya

“No matter if it is a white cat or a black cat: as long as it can catch mice, it is a good cat”

Father Deng Xiaoping

Kemenangan kaum kapitalis di US pada jaman Ronald Reagan tahun 1981, dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Father Deng. Kaum kapitalis US memindahkan pabrik-pabrik nya di Tiongkok, para pemuda dikirim ke US untuk belajar. Tiongkok lalu mulai membangun industrinya. Forge by ‘Read Army’ Father Mao and ‘Capitalist Cat’ Father Deng’  Tiongkok sekarang menjadi kekuatan ekonomi ke dua, dan…. membuat para pekerja dan industri di US merana…..

14 milyar tahun yang lalu Tuhan YME mulai membentuk alam semesta dengan “Big Bang”, 4.6 milyar tahun yang lalu solar system mulai terbentuk. Gaia mulai terbentuk dari debu antariksa yang menggumpal karena tarikan gravitasi menjadi ‘rocky planet’ yang gersang. Gaia lalu dibombardir oleh berbagai benda langit dan 4.5 milyar tahun lalu Theia – yang sebesar Mars – menabrak Gaia sampai tertelan masuk menghasilkan Bumi dan melontarkan satu gumpalan besar yang menjadi bulan. Tabrakan tersebut menghasilkan tungku di inti bumi, tungku ring of fire, yang membuat bumi menjadi hidup, sedangkan gumpalan yang terlontar menjadi satelit yang mati. Tungku itulah yang membuat lempeng-lempeng tektonik selalu bergerak, saling bertubrukan, saling menjauh, dan memungkinkan terbentuknya kehidupan di bumi. Akhirnya terbentuklah  ring of fire di Pacific Rim dengan sekelompok kepulauan di pusatnya “Zamrud Khatulistiwa”, tempat bertemunya 3 lempeng besar tektonik, suatu tempat yang mengandung banyak mineral berharga dan tanah yang subur produksi ring of fire

Tuhan YME lalu membentuk bangsa Indonesia dari migrasi manusia yang masuk dari timur sekitar 3000 tahun yang lalu, dan dari barat 2000 tahun yang lalu. Nusantara lalu mendapat pengaruh-pengaruh dari berbagai bangsa, budaya, dan kepercayaan dari seluruh dunia. Negeri “Bhineka Tunggal Ika” dibentuk mulai dari sekelompok pemuda dari seantero nusantara di sekolah Stovia menggelindingkan gerakan “Indonesia”. Dengan perjuangan yang dahsyat dari masyarakat  dan atas ridho Tuhan YME, 17 Agustus 1945 terbentuklah negara Indonesia modern. Dalam perjalanan selanjutnya, bangsa ini belum mampu mengoptimalkan modal dahsyat yang disediakan ring of fire. Revolusi mempertahankan kemerdekaan, pergumulan internal, efek perang dingin membuat sampai tahun 1965 Indonesia masih tertatih-tatih. Keberhasilan menghabisi komunis, membuat Indonesia didukung penuh US dalam mulai membangun kembali. Harapan mulai muncul, modal sumber daya alam mulai diolah, dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.

Indonesia berkembang pesat di masa orde baru sampai menjadi ‘macan asia’ dengan pertumbuhan ekonomi sampai 7% per tahun dan mampu berswasembada dalam pertanian. Sayang sekali Indonesia kemudian terlena dan lengah, kapitalisme buta mulai merasuk, korupsi dan rente melanda birokrasi dan elite masyarakat. Kemandirian industri dan pertanian terabaikan, pembinaan sumber daya manusia tidak dilakukan serius. Krisis moneter 1996 lalu menghancurkan segalanya, tapi atas pertolongan Tuhan YME, bangsa Indonesia dapat bertahan

Orde reformasi lalu lahir di Indonesia, namun selama 3 rezim pemerintahan, korupsi justru semakin meluas, kemandirian industri dan pertanian tidak terperhatikan, pembinaan sumber daya manusia tidak serius. Ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi, komoditas mentah sumber daya alam, serta wind fall hot money yang bergentayangan.  Para politikus dan birokrasi yang seharusnya menjadi motor tidak sanggup membawa Indonesia ke tempat yang seharusnya. Pada tahun 2014 Tuhan YME memberikan bangsa Indonesia seorang pemimpin yang ‘antitesis’. “Revolusi Mental” digaungkan, namun seberapa cepat bisa terjadi?. Dalam skala terbatas, pembangunan infrastruktur yang masif berhasil dilakukan, lalu yang terbaru, keberhasilan di Asian Games menunjukkan bahwa jika semua stakeholder bisa bekerjasama, kapasitas terpendam Indonesia bisa muncul.  Berkaca dari pengalaman Asian Games, kapasitas terpendam bisa muncul dalam kondisi ‘terjepit’.

Ring of Fire yang dulu membentuk Indonesia saat ini aktif kembali di seluruh Indonesia, dari Aceh, Sinabung, Lombok, Sulawesi Tengah, sampai Gamalama di Ternate, dan lain-lain. Ring of Fire membuat seluruh pemimpin, birokrasi, aparat keamanan, dan masyarakat bahu membahu mengatasi bencana demi bencana dengan tampa pamrih…..yang akan mencuci dengan cepat hal-hal ‘kotor’ yang masih ada. “Make America Great Again” dari Donald Trump membuat pertumbuhan ekonomi US menjadi 2.2% pada tahun pertama, dan menjadi 4.2% menjelang awal tahun kedua. Hampir semua modal kembali ke US yang sekarang menjadi sorga investasi, sorga pasar dengan 325 juta penduduk dengan pendapatan perkapita mendekati US$ 60.000. Semua negara yang neraca perdagangannya negatif mata uangnya terpuruk terhadap US$. Tidak akan ada lagi wind fall hot money, Kamis 5 Oktober 2018 kurs US$ sudah menembus Rp 15.000,-.  Saat ini semua pihak harus bekerjasama memperbaiki neraca perdagangan, lalu secepatnya Indonesia dipaksa harus mandiri, kreatif, bekerja keras, dan mencari peluang di tengah perang dagang akbar yang sedang terjadi.

“Kita ini memiliki kapasitas terpendam, Punya kekuatan terpendam tapi belum dibangkitkan. Jangan dipikir kita kalah dengan bangsa lain”

Presiden Jokowi di Rakernas PGRI 7 September 2018

Kapasitas besar Indonesia untuk menjadi negara maju diyakini oleh seluruh dunia, dan diharapkan oleh seluruh dunia. Tuhan YME sudah mentakdirkan Indonesia menjadi Zamrud Khatulistiwa yang bersinar hijau sejuk keseluruh dunia. Forge by Ring of Fire and $ akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk segera mengeluarkan kapasitas terpendamnya, untuk segera dapat setara dengan negara-negara besar seperti US, Jepang, dan Tiongkok, yang dalam sejarahnya masing-masing mempunyai “Forge” tertentu sebagai titik balik.

Indonesia tidak membutuhkan bantuan dari IMF, karena perekonomian Indonesia dibawah Presiden Jokowi sudah sangat Kuat dan Sehat.

CHRISTINE LAGARDE Managing Director of the International Monetory Fund (IMF) – Bali 9 Oktober 2018

 

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN