Indonesia Dukung Pesawat Nasional Terbang Ke Pasar Ekspor

KITANESIA, JAKARTA- Kementerian Perindustrian mendukung langkah PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk ekspor pesawat ke beberapa negara dengan memanfaatkan dana penugasan khusus (national interest account/NIA) yang digunakan sebagai kredit pembeli dan modal kerja.

Skema NIA dinilai potensial untuk memperkuat kemampuan ekspor perusahaan di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. Mekanisme kredit pembeli bisa diterapkan pada penjualan ekspor ke negara-negara dengan kemampuan finansial terbatas seperti Senegal atau Nepal agar aliran kas PT DI tidak terganggu.

Sementara itu, PT DI juga bisa memanfaatkan dana NIA sebagai modal kerja dalam aktivitas produksi tujuan ekspor negara-negara yang memiliki pendanaan kuat seperti Uni Emirat Arab atau Thailand.

Dapat disampaikan, pemerintah menyediakan dana NIA melalui Indonesia Exim bank untuk memberikan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit terlaksana, tetapi dinilai perlu oleh pemerintah untuk menunjukkan kebijakan atau program ekspor.

Pada tahun 2016, dana yang tersedia dalam NIA mencapai Rp 2,2 triliun dan tidak sepenuhnya terpakai. Untuk itu, pada tahun depan, pemerintah kembali menyuntikkan dana ke dalam NIA hingga total dana yang tersedia pada 2017 mencapai Rp 4,2 triliun.

PT DI mengajukan penggunaan dana NIA senilai Rp 400 miliar untuk mendukung aktivitas ekspor perusahaan ke beberapa negara Afrika dan Asia khususnya pesawat N-235 dan N-212. Saat ini, Indonesia telah memiliki infrastruktur dalam rangka pengembangan industri kedirgantaraan.

Salah satunya adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang bersama PT. Dirgantara Indonesia (DI) sedang mengembangkan pesawat jenis N219, yaitu pesawat berpenumpang 19 orang. Selanjutnya, akan terus dikembangkan pesawat jenis N245 dan pesawat N270.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN