Insiden Sayap Pesawat Lion dan Wings Air Akan Diusut Tuntas

KITANESIA- JAKARTA, Terjadinya insiden sayap pesawat Lion dan Wings Air yang saling menyenggol sangat disayangkan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso. Insiden senggolan antar sayap antara pesawat Boeing B737-900 ER registrasi PK-LJZ milik Lion Air dengan pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFF milik Wings Air itu terjadi di apron Bandara Kualanamu Deliserdang hari Kamis (3/8/2017) sekitar pukul 10.57 WIB. Kejadian ini termasuk insiden serius yang harus dicegah dan diatasi secara seksama agar tidak terulang lagi karena bisa membuat penumpang pesawat merasa tidak aman dan nyaman.

“Kejadian seperti ini seharusnya bisa dihindari jika standar dan prosedur operasi pergerakan pesawat di apron dan taxiway dijalankan dengan baik. Apalagi Bandara Kualanamu termasuk bandara besar yang mempunyai apron luas. Kami akan mengusut tuntas untuk mengetahui apa penyebabnya,” tegas Agus. Agus juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mengatasi insiden itu.

Mengingat sayap pesawat merupakan bagian penting dari struktur pesawat. Selain itu, Agus juga meminta agar dua maskapai yang bersangkutan ( Lion dan Wings Air) selalu mengutamakan kepentingan penumpang. Maskapai wajib memenuhi hak-hak penumpang sesuai aturan yang berlaku, antara lain memberikan kompensasi jika terjadi keterlambatan dan memberikan transportasi lanjutan pesawat secara gratis untuk mengangkut penumpang ke tujuannya.

Dari informasi awal, diketahui bahwa sayap pesawat B737-900ER Lion Air nomor penerbangan JT 197 dengan rute Banda Aceh menuju Medan menyenggol sayap pesawat ATR 72-500 Wings Air nomor penerbangan IW 1252 dari Medan menuju Meulaboh sekitar pukul 10.57 WIB. Saat itu pesawat Lion Air baru mendarat di runway 23 dan berjalan menuju apron. Pada saat bersamaan, pesawat Wings Air telah berjalan di taxiway Delta menuju landasan dan bersiap untuk take off. Pada saat itulah sayap dua pesawat tersebut bersenggolan dan mengakibatkan kerusakan berat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Semua penumpang Wings Air 66 orang dan 144 penumpang Lion Air selamat dan langsung dalam penanganan dua maskapai tersebut. Kedua pesawat pun sudah dipindahkan ke apron yang tidak menganggu operasional pesawat lain di apron Bandara Kualanamu. Selanjutnya dua pesawat tersebut akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk investigasi lebih lanjut.

Untuk menjamin independensi investigasi, saat ini Dirjen Perhubungan Udara memberhentikan personel terkait berupa preventive Grounded untuk Pilot Pesawat dan pemberhentian preventive personel ATC yaitu Controller, Asisten controller dan Supeŕvisor dari Airnav Indonesia sebagai operator yang mengatur pergerakan pesawat.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN