Issue of the Day

1.ARAHAN PRESIDEN UNTUK KETAHANAN AIR DAN PANGAN

Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya soal kunci sukses yang harus dilakukan untuk mengembangkan pertanian nasional. Hal itu diungkapkan kala membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/1).

Presiden menyebut, kunci sukses pertama yang disampaikan oleh Presiden guna mengembangkan pertanian nasional ialah mengenai ketersediaan air, baik yang berkaitan dengan irigasi dan waduknya. Selain ketersediaan pasokan air, Presiden juga mengingatkan pentingnya pembangunan embung yang berperan sebagai cadangan air bila musim kemarau tiba. Saat ini baru kira-kira 3 ribu sampai 4 ribu. Presiden mengatakan, pemerintah memperkirakan dari trio Menteri Pertanian, Menteri Desa, dan Menteri PUPR bisa membuat di atas 30 ribu embung pada tahun ini, baik yang kecil, sedang, dan agak besar.

2.KERJASAMA KEMENTERIAN PUPR DENGAN REI

Kementerian PUPR meminta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI) periode 2016 2019 yang baru saja terpilih untuk tetap mendukung pembangunan perumahan bagi masyarakat melalui Program Satu Juta Rumah. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat menerima audiensi Ketua Umum REI periode 2016 2019 Soelaeman Soemawinata berharap hubungan baik antara Kementerian PUPR dengan para pengembang salah satunya seperti asosiasi pengembang REI bisa terus dilanjutkan. Kami juga harap REI tetap mendukung Program Satu Juta Rumah di tahun 2017 ini.

3.CAPAIAN KEMENTERIAN PUPR 2016

Sumber Daya Air

Terkait bidang SDA, Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA mampu menyelesaikan pembangunan tujuh infrastruktur pengelolaan SDA yakni Bendungan Payaseunara di Aceh, Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, Daerah Irigasi (D.I) Karau di Kalimantan Tengah, DI Selingsing (Bendung Pice Besar) di Bangka Belitung, Bendung Gerak Sembayat di Jawa Timur dan penyediaan air baku mendukung SPAM regional Bregas di Jawa Tengah. Tahun yang sama, Kementerian PUPR memulai pembangunan delapan bendungan baru yang ditandai dengan penandatanganan kontrak pekerjaan pembangunan. Pada 2015, Kementerian PUPR memulai pembangunan 13 bendungan, dan 2017 akan membangun 9 bendungan.

Konektivitas

Terkait dukungan konektivitas, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 44 kilometer. Jalan tol ini adalah Krian-Mojokerto sepanjang 18,5 kilometer, Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi I dan II sepanjang 20,2 kilometer dan Jalan Tol Kertosono-Mojokerto seksi III sepanjang 5 kilometer. Secara keseluruhan dalam 2 tahun terakhir atau kurun waktu 2015-2016 panjang jalan tol yang mulai beroperasi adalah 176 kilometer dan secara akumulatif akan bertambah hingga 400 kilometer pada akhir 2017 ini. Untuk infrastruktur jembatan, Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan jembatan dengan total sepanjang 9.098 meter. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Layang Antapani di Bandung, Jawa Barat sepanjang 700 meter.

Perumahan dan permukiman

Di bidang perumahan, Kementerian PUPR mencatatkan Program Nasional Pembangunan Satu Juta Rumah yang mencapai angka 805.169 unit rumah. Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Penyediaan Perumahan, untuk pembangunan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mencapai angka 569.382 unit. Sedangkan rumah non-MBR terbangun sebanyak 235.787 unit. Selain itu, Kementerian PUPR juga telah memulai tugas khusus untuk membangun Wisma Atlit di Kemayoran dan Jakabaring (Sumatera Selatan), dan rehabilitasi sejumlah bangunan penting di Indonesia, yakni venue olahraga Gelora Bung Karno.

Sementara untuk mendukung pengembangan kawasan permukiman, melalui Ditjen Cipta Karya telah merampungkan pembangunan SPAM yang tersebar di sejumlah daerah, yakni SPAM Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Jawa Tengah, SPAM Mataram, SPAM Pontianak Tahap 1. Kementerian PUPR juga tercatat menyelesaikan perbaikan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang semuanya rampung pada Desember 2016.

4.MASA TANGGAP DARURAT BANJIR BIMA DIPERPANJANG

Tanggap darurat banjir Kota Bima, Nusa Tenggara Barat diperpanjang 14 hari yaitu pada 6-19 Desember 2016. Kementerian PUPR dan Dinas PU telah selesai membangun jembatan darurat Kodo sehingga dapat digunakan untuk lalu lintas. Perlu ada penanganan normalisasi sungai karena kondisi sungai-sungai dangkal pascabanjir dan mudah meluap kembali jika hujan deras.

5.PENANGANAN IRIGASI DI LOMBOK TIMUR

Penanganan Irigasi di Kabupaten Lombok Timur, yang terdapat dibeberapa titik di Kecamatan Sakra Timur dan Labuhan Haji merupakan prioritas pemerintah agar ditahun 2017 ini semuanya tuntas dikerjakan. Kementerian PUPR menganggarkan sebanyak Rp.12,50 Milyar untuk bagian irigasi di 2 Kecamatan tersebut, jelas Kabid Perairan dinas PU Lotim Nursaadah.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN