Issue of the Day

1.PROGRES DAN TARGET PEMBANGUNAN JALAN TOL

Target Pengoperasian Tol Jakarta-Semarang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan tiga ruas jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Semarang bisa beroperasi tahun ini. Diharapkan, jalur ini dapat dilalui pemudik pada musim mudik Lebaran 2017 yang jatuh pada bulan Juni. Ketiga ruas jalan tol tersebut, yakni tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol PT Jasa Marga, PT Waskita dan PT Sumber Mitra Jaya sepakat untuk menjaga ritme pekerjaan dan bisa selesai tepat waktu. Dengan fungsionalnya jalan tol trans Jawa sampai Semarang, alternatif untuk rekayasa lalu lintas semakin banyak, karena arus lalu lintas terpecah tidak lagi hanya terfokus di Brebes Timur seperti tahun lalu.

Progres Pembangunan Tol Tiap Tahun

Dalam rangka meningkatkan konektivitas untuk mendorong pemerataan pembangunan di daerah, Kementerian PUPR menargetkan tahun ini akan ada penambahan ruas jalan tol yang akan beroperasi sepanjang 392 km. Bila dijumlahkan dengan capaian dua tahun sebelumnya, maka jalan tol baru yang beroperasi sepanjang 567,9 km.

Target Pengoperasian Jalan Tol di 2017

Sebanyak 18 ruas tol siap beroperasi pada 2017 ini. Ruas-ruas tol tersebut baik yang dibangun oleh pemerintah maupun pihak swasta. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, salah satu ruas tol yang akan diresmikan di tahun ini‎ yaitu Semarang-Solo seksi III (Bawen-Salatiga). Ruas tol sepanjang 17,6 km ini mulai dibangun pada pertengahan 2015 lalu.

Target Pengoperasian Tol Sumatera

Menteri Basuki Hadimuljono menyatakan, dari total panjang jalan tol yang di targetkan Kementerian PUPR seluruh Indonesia, akan ada sekitar 89,24 kilometer di Pulau Sumatera yang akan beroperasi 2017 ini.  Jalan tol ini tersebut adalah Tol Medan–Binjai Seksi 2 Helvetia–Semayang (6,18 kilometer) dan Seksi 3 Semayang–Binjai (4,28 kilometer), Palembang –Indralaya Seksi 1 Palembang–Pamulutan (7,75 kilometer) dan Seksi 3 KTM – Simpang (9,28 kilometer), Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sebanyak 7 seksi (61,75 kilometer).

2.TKA DI BIDANG KONSTRUKSI

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui jika dalam melakukan pengerjaan proyek di beberapa tempat di Indonesia, pihaknya melibatkan dan menggunakan tenaga kerja asing. Mereka yang jumlahnya tidak lebih mencapai seratus ini difungsikan sebagai tenaga konsultan dalam proses proyek kerja sama antara Indonesia dan negaranya.

3.PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LEBIH MERATA

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengklaim program pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) saat ini lebih merata. Alasannya, saat ini pembangunan infrastruktur berimbang dari barat hingga timur Indonesia. Perbatasan, sudah dibangun, baik jalan maupun pintu lintas batas negara. Jalan nasional, bendungan-bendungan, perumahan-perumahan sudah dikerjakan. Dari segi anggaran, timur juga sudah meningkat. Basuki menegaskan perbandingan proses pembangunan saat ini, cenderung dilakukan di wilayah timur Indonesia karena mengejar percepatan ketertinggalan. Tidak hanya dilakukan pada megaproyek saja, berbagai jenis pembangunan seperti program padat karya yang melibatkan masyarakat kecil juga diperhatikan.

4.ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN UNTUK PERUMAHAN

Pemerintah mengakui konversi atau alih fungsi lahan konservasi dan persawahan ke lahan perumahan dan kawasan industri sampai sekarang masih terus terjadi di seluruh Indonesia, khususnya di kota–kota besar. Hal ini dinilai menghambat swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah di 2019. Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di sela–sela kunjungan ke Sidoarjo, Jawa Timur. Darmin juga didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menkominfo Rudiantara.

5.STUDI KELAYAKAN BENDUNGAN SUNGAI KUSAN KALSEL

Setelah dilaksanakannya studi kelayakan pembangunan bendungan Sungai Kusan pada 2016 lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Tanahbumbu, Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar, Minggu (8/1) mengatakan akan melanjutkan proses pembuatan DED, Amdal untuk dianggarkan pada APBD Perubahan 2017. Studinya menyatakan layak untuk bendungan demi antisipasi banjir dengan luasan 1.000 hektar. Dari bangunan bendungan tersebut nantinya mempunyai daya tampung  299 juta kubik, dan bisa menghasilkan daya 27 Megawatt.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN