Issue of the Day

1.PERESMIAN RUSUNAWA DI PARE-PARE

Sebanyak dua Rusunawa yang diperuntukan bagi mahasiswa dan santri di Sulawesi Selatan, Rabu (11/1) diresmikan. Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mewakili Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono meresmikan kedua Rusun tersebut yakni Rusunawa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Amsir di Kota Pare Pare dan Rusunawa Pondok Pesantren (Ponpes) Rahmatul Asri di Kabupaten Enrekang. Syarif mengatakan Kementerian PUPR sangat mendukung Kota Pare–pare sebagai kota alternatif pendidikan di Provinsi Sulsel. Adanya Rusunawa diharapkan dapat mendukung kualitas pendidikan bagi generasi muda Indonesia di dua daerah tersebut.

2.ANGGARAN SUBSIDI BANTUAN UANG MUKA 2017

Kementerian PUPR melalui DIrjen Pembiayaan Perumahan menyiapkan anggaran untuk Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) tahun 2017 sebesar Rp 2,2 triliun. Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus mengatakan dana subsidi tersebut bisa membantu pembiayaan perumahan untuk sedikitnya 550 ribu unit rumah MBR.  Maurin juga menjelaskan bagi perbankan yang ingin menjadi bank pelaksana untuk SBUM harus memenuhi beberapa persyaratan, baik itu bank umum maupun bank umum syariah.

3.JEMBATAN PANCASILA-PALMERAH DI NTT

Pemerintah akan membangun jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur, NTT. Jembatan ini akan menghubungkan Pulau Flores dan Pulau Adonara sepanjang 800 meter.  Gubernur NTT, Frans Lebu Raya usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Rabu (11/1) mengatakan Jembatan ini dilengkapi dengan turbin pembangkit listrik dari arus laut berkapasitas 300 MW. Saat ini, rencana pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah ini masih dalam masa pra Feasibility Study (FS) yang menggunakan anggaran dari Kementerian PUPR sebesar Rp 10 miliar.  Selanjutnya akan diikuti oleh detail engineering design (DED), untuk kemudian bisa mulai dilakukan konstruksi.  Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yusid Toyib mengatakan, pihaknya tidak menemukan masalah dalam rencana pembangunan jembatan ini. Ia berujar, pemerintah fokus terhadap penggunaan teknologi yang mengandalkan arus laut sebagai penghasil listrik.

4.PROGRES JALAN PERBATASAN

Kementerian PUPR bekerja keras membangun jalan perbatasan di kawasan Timur Indonesia. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadie Moerwanto menuturkan untuk pembangunan jalan perbatasan di wilayah Papua yang belum dapat ditembus sepanjang 228 kilometer. Saat ini, jalan perbatasan yang sudah dibangun yakni Jayapura – Ubrug sepanjang 180 kilometer, lalu dari Waroko – Merauke 548 kilometer.

5.USULAN JEMBATAN MENTAYA DI KOTAWARINGIN TIMUR

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sangat berharap pemerintah pusat membiayai pembangunan Jembatan Mentaya yang membutuhkan dana Rp1,4 triliun sampai dengan sarana penunjangnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kotawaringin Timur, H Machmoer di Sampit, menyatakan Presiden Joko Widodo pernah menjanjikan membantu pembangunan Jembatan Mentaya saat video conference dengan Bupati Kotim H Supian Hadi ketika pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat, Rabu (29/4). Saat itu Presiden bahkan langsung memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum menurunkan tim teknis ke Sampit agar pembangunan jembatan itu bisa dimulai pendanaannya dalam APBN Perubahan tahun 2015. Namun hingga kini, realisasi tersebut belum jelas kelanjutannya.

6.WACANA TOL KUDUS

Pembangunan tol Kudus akan banyak memberi manfaat bagi Kota Keretek dan sekitarnya kembali diwacanakan. Selain dapat digunakan sebagai alternatif akses pantura timur, keberadaan infrastruktur tersebut bila terealisasi juga akan dapat menggeliatkan roda perekonomian di sekitarnya. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Didik Sugiharto menyatakan hal tersebut, Rabu (11/1). Menurutnya, kemudahan akses dari dan menuju Kudus melalui pembangunan jalan tol akan membawa berbagai dampak positif. Sebelumnya, sempat muncul wacana untuk menghidupkan jalur kereta api melewati pantura timur Kudus dan mengurangi kepadatan namun hall itu sulit direalisasikan.

7.PROGRES AKSES TOL TANJUNG PRIOK

Pembangunan akses tol Tanjung Priok sepanjang 16,67 kilometer, secara keseluruhan sudah mencapai 98 persen. Bahkan pembangunan ini diperkirakan bisa rampung sesuai target dan tol dapat diresmikan pada Maret 2017 mendatang. Kepala Bidang Pelaksanaan II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Bambang Nurhadi mengakui saat ini pembangunan akses Tol Tanjung Priok sudah mencapai 98 persen. Menurutnya, pengerjaan seksi E2 sudah merampungkan bagian konstruksi, saat ini yang tersisa hanya pengerjaan pelapisan aspal dan pemasangan railing. Menurut Bambang, konstruksinya sudah nyambung sehingga optimis bisa rampung dan dioperasikan Maret 2017.

8.PROGRES TOL CIMANGGIS-CIBITUNG

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, Dirwan Dahri mengatakan, proses identifikasi dan inventarisasi lahan untuk proyek tol Cimanggis-Cibitung telah rampung seratus persen. Saat ini, pembayaran baru rampung sekitar 65 persen. Untuk lahan yang sudah dibayar, fisiknya bisa dikerjakan. Proses pembebasan lahan ditargetkan rampung pada tahun ini. Dirwan mengatakan, lahan yang terkena pembebasan berada di 10 desa di tiga kecamatan,  yakni Kecamatan Setu, Cikarang Barat, dan Cibitung. Sebanyak tujuh desa sudah rampung dinilai oleh tim penilai independen atau apraisal, bahkan sebagian sudah dibayar. Bagi yang menolak, akan dikonsinyasi, yaitu biaya ganti rugi dititipkan di pengadilan. Sementara ini, kata dia, pihak apraisal sedang menghitung nilai nominatif wajar ganti rugi untuk tiga desa lagi.

9.KESEPAKATAN TOL SERANG-PANIMBANG

Setelah melalui negosiasi yang ketat, BPJT menetapkan Konsorsium Wijaya Karya sebagai pemenang ruas Tol Serang – Panimbang di Provinsi Banten dengan masa konsesi selama 40 tahun. Konsorsium WIKA ditetapkan sebagai pemenang setelah tercapainya kesepakatan terkait dengan dukungan pemerintah. Pemerintah, katanya, akan memberikan dukungan sesuai dengan dokumen perizinan lelang yang dikeluarkan Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono sebelumnya senilai Rp3 triliun. Nilai itu setara bagi pengerjaan konstruksi sepanjang 33 km pada seksi II (Rangkasbitung-Bojong). Sisanya, sepanjang 51 km akan dibangun oleh konsorsium WIKA. Adapun proses pengadaan lahan bagi ruas sepanjang 84 km belum berjalan, dan nantinya pembebasan akan dilakukan menggunakan dana talangan badan usaha terlebih dahulu.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN