Issue of the Day 27 Januari 2017

1.KEBUTUHAN PEMBANGUNAN OVERPASS JAKARTA-SURABAYA

Wapres Jusuf Kalla mengatakan peningkatan pelayanan transportasi berbasis rel, terutama kereta cepat pada jalur Jakarta-Surabaya sudah mendesak. Namun dalam merealisasikan rencana tersebut masih dijumpai beberapa kendala, antara lain banyaknya perlintasan sebidang antara jalur kereta dengan jalan raya.

Wapres Jusuf Kalla saat membuka acara Indonesia Outlook 2017 bertema Membangun Peradaban Transportasi Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (26/1) menyatakan perlu pembangunan overpass pada semua perlintasan sebidang, supaya jalur Jakarta-Surabaya dapat ditempuh hanya 6 jam dengan moda kereta. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa saat ini Kementerian PUPR telah memulai pembangunan overpass perlintasan sebidang kereta api di empat lokasi yang berada setelah pintu keluar tol Brebes Timur ke arah jalur selatan Jawa. Overpass tersebut menggunakan teknologi sejenis dengan overpass Pelangi Antapani, yakni Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP).

2.KONTRIBUSI PUPR UNTUK KAWASAN PERBATASAN

– Selama 2 tahun lebih, pemerintah memprioritaskan untuk membangun jalan–jalan di perbatasan dan PLBN. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tujuan terbesar dari pembangunan jalan dan PLBN ini bukan hanya unjuk gigi kepada negara tetangga. Menurutnya saat Economic Challenges: Transportation Outlook 2017, di Hotel Borobudur, Jakarta, membangun jalan perbatasan dan PLBN bukan berarti untuk sekuriti atau kemewahan bahwa kita negara besar, tapi ingin menciptakan kegiatan ekonomi baru di perbatasan.

3.PUPR DUKUNG KSPN BROMO-TENGGER-SEMERU

Pemerintah melalui Kementerian PUPR memberikan dukungan infrastruktur terhadap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo–Tengger–Semeru di Provinsi Jawa Timur. Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan mengatakan bahwa dukungan tersebut antara lain pada tahun ini dilakukan penataan bangunan kawasan mata air Umbulan di Kabupaten Pasuruan, pengembangan SPAM dan pembangunan TPA sampah di Kota Malang serta rehabilitasi jaringan irigasi 1.000 Ha di Molek serta lanjutan rehabilitasi jaringan irigasi sekunder 700 Ha di Kedung Kandang, keduanya terletak di Kabupaten Malang. Disamping itu dilakukan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) dan pembangunan jaringan pipa transmisi air baku dan intake Sukapura di Kabupaten Probolinggo.

Dalam hal konektivitas, dilakukan pemeliharaan rutin Jalan Gempol-Bangil-Pasuruan-Probolinggo, rehabilitasi Jalan Sidoarjo-Pandaan-Purwosari-Malang-Kepanjen dan rehabilitasi Jalan Probolinggo-Paiton-Situbondo. Tak hanya itu, ada juga rekonstruksi Jalan Gempol-Bangil-Pasuruan-Probolinggo serta pemeliharaan rutin jalan batas Kabupaten Malang-Kota Lumajang. Dalam rangka konektivitas dengan KPSN Bromo-Tengger-Semeru, Rido menerangkan, akan ada pengembangan Bandara Juanda Abdulrachman Saleh. Untuk pelabuhan, ada Tanjung Perak, Gresik, Tanjung Wangi, Tanjung Tembaga, Panarukan dan Brondong. “Serta ada juga Jalan Tol Surabaya–Porong, Surabaya–Gresik, Waru –Juanda, Kertosono–Mojokerto, Surabaya–Mojokerto serta Gempol–Pandaan,” tegasnya. Untuk perumahan, lanjut Rido, ada bantuan pembangunan prasarana, sarana dan utiltas (PSU) rumah umum serta peningkatan kualitas rumah swadaya di Kabupaten Malang.

4.TARGET PENGOPERASIAN TOL BAWEN-SALATIGA

PT Trans Marga Jateng (TMJ) terus mengebut pekerjaan konstruksi ruas Tol Semarang–Solo Seksi III Bawen–Salatiga. Berdasarkan data per 19 Januari 2017 ini, progres pembangunan baru tercapai 81,623 persen dari target awal adalah 91,601 persen. Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ali Zainal Abidin menyampaikan, pekerjaan tidak sesuai target dalam pekerjaan konstruksi yang menjadi faktor umum kendala adalah cuaca. Namun melihat runtutan tahapan,  hingga saat ini masih tetap optimistis dan berusaha optimal agar Maret 2017 ini bisa dilalui masyarakat.

5.TARGET PENYEDIAAN AIR MINUM

Kementerian PUPR menargetkan tercapainya 100% akses aman air minum bagi seluruh masyarakat Indonesia pada tahun 2019 sesuai dengan undang–undang. Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo mengatakan sampai akhir 2015, cakupan pelayanan air minum aman mencapai 71,05% artinya kita harus menambah cakupan sekitar 7,2% per tahun, baik melalui jaringan perpipaan maupun bukan jaringan perpipaan. Dalam PP Nomor 122 tahun 2015 tentang SPAM dan Rancana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019 disebutkan pemerintah menyediakan persediaan bahan baku air minum bagi seluruh masyarakat Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN