Jangan Lupakan Persaudaraan Kita

KITANESIA, BANYUMAS Bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan nilai-nilai kesantunan, kesopanan. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Banyumas, Kamis 15 Juni 2017.

Oleh karenanya, kita harus benar-benar menyadari adanya perbedaan. Bila negara lain hanya terdiri dari beberapa suku, di Indonesia terdapat 714 suku. “Dan itu adalah hukum Allah, takdir Allah yang diberikan kepada negara kita Indonesia, yang harus kita syukuri bersama-sama, harus kita syukuri. Oleh sebab itu jangan melupakan persaudaraan kita,” ucap Presiden.

Untuk itu, Presiden mengajak untuk menghentikan sikap saling menyalahkan antar umat. “Saling menjelekkan kita hentikan, saling memfitnah, mencemooh, mencela, itu bukan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya.

Jangan Lupakan Persaudaraan Kita 5

Apresiasi diberikan Presiden kepada Pondok Pesantren Darussalam karena telah turut memberikan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa melalui training pemahaman kebangsaan.

“Supaya semua tahu betul bahwa negara kita negara beragam,” kata Presiden.

Adapun materi dari training ini diantaranya adalah pemahaman Islam secara komprehensif, pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin, mengenai kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat dalam perspektif Islam, termasuk pemahaman mengenai radikalisme vs liberalise.

“Semuanya diajarkan di sini. Ini sangat bagus sekali, sehingga kita tahu yang benar itu mana dan apa yang harus kita lakukan,”

 Dalam kesempatan tersebut, Presiden seperti biasa memberikan kuis berhadiah sepeda. Seorang santri, Sihebaldatana, yang juga mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman ditunjuk Presiden untuk menyebutkan 7 pulau yang ada di Indonesia. Namun sebelum menjawab pertanyaan, santri tersebut menunjukkan keahliannya ber-beatbox.  Presiden pun terkagum-kagum melihat atraksi beatbox. “Ini hanya ada di Pondok Pesantren Darussalam,” puji Presiden.

Presiden akhirnya membatalkan pertanyaan dan mempersilakan santri itu kembali ke tempatnya. Saat berjalan kembali ke tempatnya, tampak kelesuan terpancar dari wajah santri tersebut. Tapi tak lama setelah itu, sujud syukur dan loncat kegirangan dilakukannya, setelah mendengar perkataan Presiden, ”Ambil sepedanya.”

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN