Kenapa Harus Daging Sapi Jika Ayam dan Ikan Lebih Sehat ?

Kitanesia – Ketika daging sapi mahal,  ayam dan ikan  bisa dijadikan pilihan.  Selain harganya lebih ramah di kantong, nilai gizinya juga lebih unggul. 

Ah yang benar! Simak angka-angka berikut. Dalam 100 gr daging sapi, kita bisa mendapatkan 207 kilokalori, protein 18,8 gram, lemak 14 gram. Sementara dalam 100 gr dada ayam terkandung 195 kalori 195, lemak 7,72 gr (37%), protein 29,55 (63%). Dalam hal ikan tenggiri, maka di dalam 100 gram daging ikan tenggiri terdapat kandungan protein 21,5 g, energi 109 kkal, asam lemak 2,6 g,  serta mineral 2,9 g.

Jika kita cermati, maka daging ayam mengandung protein yang  lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Sementara lemaknya lebih rendah. Itulah sebabnya daging ayam sebenarnya sangat layak dijadikan pengganti daging sapi, terutama mereka yang  sudah kelebihan berat badan dan punya kandungan kolesterol tinggi.

Ikan, seperti ikan tenggiri  bahkan bisa jadi pilihan utama, lantaran nyaris tak mengandung lemak, tetapi dengan kandungan protein yang tinggi. Ikan salmon atau tuna termasuk jenis ikan yang juga kaya kandungan lemak omega 3. Asam lemak omega 3 juga banyak terdapat pada makarel dan sardin.

Negeri ini mempunyai banyak jenis ikan konsumsi. Ikan laut, ikan sungai, atau ikan payau. Jenis-jenis ini dapat Anda pilih sesuai masakan yang Anda sukai. Para ilmuwan berpendapat, mengonsumsi satu porsi makanan laut per minggu dapat mengurangi risiko serangan jantung hampir sebesar 50 persen.

Sebaliknya, daging merah, macam sapi mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, konsumsi makanan laut tidak akan berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Dalam ilmu gizi, mengonsumsi makanan yang lebih bervariasi akan menguntungkan bagi kesehatan, karena tubuh membutuhkan berbagai jenis vitamin dan mineral, jika tubuh mendapatkan asupan yang beragam.

Dari sisi keperpihakan, mengonsumsi ikan berarti kita secara tidak langsung akan meningkatkan kehidupan nelayan dan pembudidaya ternak ikan.  Pendapatan akan bertambah dan hidup mereka akan lebih sejahtera.

Para pakar gizi menyarankan agar kita mengonsumsi gizi seimbang. Yakni karbohidrat sebagai sumber tenaga, yang dipenuhi oleh beras, jagung, kentang, ubi, talas, dsb. Protein dan lemak menjadi  bahan  pembangun tubuh yang  didapatkan dari daging ayam, ikan, dan telur. Ikan tuna, misalnya, kaya akan protein. Selain itu, mereka juga mengandung omge tiga dan enam asam yang sangat bermanfaat untuk kulit serta rambut kita.  Kandungan protein penting untuk tubuh kita, misalnya untuk rambut lebih bersinar, meningkatkan hemoglobin, hingga dapat menyembuhkan bekas luka lebih cepat.

Sedangkan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kerja saraf diperoleh dari sayur dan buah-buahan.

Jadi jelas, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat ada berbagai jenis makanan yang bisa dipilih. Ketika harga daging sapi naik, maka menggantinya dengan sumber lain merupakan langkah bijaksana dan cerdas. Tubuh pun menjadi lebih sehat.

Jadi  tak perlu memaksakan diri membeli daging sapi. Apalagi ternyata ayam dan ikan ternyata lebih sehat dikonsumsi.

*(KitaDJ)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN