Kerahkan Droner Nasional Untuk Ramaikan Festival Bahari Kepri

image : wired

KITANESIA, TANJUNGPINANG – Kepri mengerahkan semua potensi yang ada untuk menyukseskan Festival Bahari Kepri 2016. Pada even yang merupakan rangkaian kegiatan Sail Karimata 2016 itu, komunitas droner nasional pun dirangkul dan diajak berpartisipasi dalam Lomba Drone Foto dan Video FBK 2016.

Bagi yang hobi dengan drone, getol melakukan pantauan udara untuk merekam objek-objek wisata berpanorama keren, Kepri masih membuka waktu pendaftaran hingga 15 Oktober 2016. Di sini, para droner dijamin bisa puas mengeksplorasi keindahan alam Kepri, keunikan budaya, keberagaman masyarakat, serta aneka kuliner khas daerah.

“Syarat dan ketentuanbisa disimak di https://dronefbk.wordpress.com/2016/09/05/a-ketentuan-umum/ –. Pendaftaran gratis dan terbuka untuk umum bagi semua pengguna drone. Baik amatir, profesional maupun wartawan. Dengan catatan Warga Negara Indonesia,” terang ujar Ketua Harian FBK, Guntur Sakti, Rabu (12/10).

Dari paparan Guntur, ada dua kategori yang dipertandingkan. Pertama, Foto Drone. Satunya lagi Video Drone. Ditegaskannya, hasil karya yang diperlombakan adalah pada saat event Festival Bahari Kepri 2016. Masih kata Guntur, karya dan obyek yang terkandung di dalam foto merupakan tanggung jawab peserta lomba.

“Panitia penyelengara tidak melayani segala bentuk tuntutan dari pihak manapun, sehubungan dengan obyek dalam foto atau video yang dilombakan,” paparnya.

Dijelaskannya, peserta hanya diperbolehkan mengikuti salah satu kategori lomba atau kedua kategori sekaligus yaitu lomba foto dan video. Apabila ada lebih dari satu karya atas nama satu peserta yang sama memenangi lomba, maka hanya satu karya yang berhak mendapatkan hadiah. Pemenang berhak mendapatkan hadiah yang terbesar.

”Panitia berhak menggunakan karya foto dan/atau video peserta lomba untuk keperluan publikasi dan promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau selama 5 tahun. Selain itu, panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang memasukkan karya foto dan atau video yang tidak memenuhi aturan lomba, dianggap mengandung unsur Suku, Ras dan Agama (SARA) atau melanggar norma susila,” ulasnya.

Lantas mengapa harus merangkul droner? Mengapa juga harus repot-repot mengeluarkan total hadiah Rp 40 juta untuk lomba ini?

“Drone dapat mengambil gambar dari sudut pandang yang susah dijangkau secara normal. Bisa menyajikan sudut pandang yang berbeda, mendapatkan pemandangan yang mungkin tidak bisa dilihat sekalipun kita berada di sana. Dari penerbangan drone, kita bisa mendapatkan pemandangan yang terbaik dari destinasi atau even, hal yang mungkin tidak bisa disaksikan dengan cara biasa,” pungkasnya.

Respon para droner? Lumayan tinggi. Hingga Rabu (12/10), Droner asal Tanjung Pinang, Bintan, Batam, Bogor, dan Bandung sudah menyatakan siap unjuk keahlian pada 20-30 Oktober 2016. Bahkan, droner SIngapura juga tertarik untuk menjadi peserta Lomba Drone tersebut.

“Peserta dari Singapura memang ingin joint. Tapi tak diperkenankan karena pada Aturan Umum Perlombaan ditekankan bahwa salah satu syarat peserta lomba adalah Warga Negara Indonesia (WNI).Ini indikator positif yang bisa dijadikan sebagai tolok ukur bahwasanya Lomba Drone ini memiliki taste Internasional,” papar Guntur.

Bagi yang ikutan lomba, para droner bisa menerbangkan drone dan mengabadikan momen terbaik di spot-spot yang sudah ditentukan. Semua bisa dilakukan mulai 20-30 Oktober 2016.

Di 20 Oktober 2016, pukul 09.00 WIB, para peserta lomba bisa terbang dan merekam even Eco Heroes di Pulau Penyengat dan Tepi Laut Tanjung Pinang.

Yang suka Dragon Boat Race, bisa menerbangkan drone 21 Oktober 2016 pukul 09.00 WIB di Sungai Carang Tanjung Pinang.

Yang suka yacht dan wisata bahari, bisa merekam even Wonderful Indonesia Sailing di tepi Laut Tanjung Pinang. 28–30 Oktober 2016, pukul 14.00 WIB

Yang suka parade budaya, peserta lomba diperbolehkan merekam momen Kepri Carnival, 28 Oktober 2016 pukul 14.00 WIB di Gedung Daerah.

Selain itu, ada Parade Kapal Festival Sungai Carang yang bisa diabadikan di Pelabuhan Sri Payung Batu dan tepi Laut Tanjung Pinang. Agenda ini, digelar 29 Oktober 2016 pukul 19.30 WIB.

Yang suka lampion, ada Sky Lantern yang bisa diabadikan 29 Oktober 2016 pukul 21.00 WIB. Agenda ini, bisa diabadikan di tepi Laut Tanjung Pinang.

Terakhir, ada Kepri Traditional & Modern Games yang bisa direkam para droner. Evennya digelar 28 – 30 Oktober 2016 pukul 09.00 WIB di tepi Laut Tanjung Pinang dan Lapangan Marina Gudang Minyak (Rimba Jaya).

“Silahkan cari angle terbaik dari sejumlah even tadi. Jika lomba ini sukses, ke depan akan kita set up menjadi lomba Drone Internasional,” lanjut Guntur

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN