Kesalahan Fatal 2 Maskapai Penerbangan

Kitanesia, Jakarta – Pesawat Lion Air dengan nomer penerbangan JT 161 tujuan Singapura – Jakarta seharusnya turun di terminal kedatangan Internasional di terminal 2 Bandara Soekarno- Hatta, namun alih – alih penumpang malahan dibawa menuju terminal kedatangan nasional di terminal 1, tanpa melewati pintu imigrasi dan pemeriksaan bea cukai penumpang internasional dengan lenggang kangkung keluar dari bandara. Kesalahan prosedur yang sangat fatal ini dilakukan oleh crew ground handling Lion Air, kejadian ini terjadi pada tanggal 10 mei 2016.

Kejadian fatal serupa terjadi lagi di tanggal 16 mei 2016 di bandara I Gusti Ngurah rai – Bali, kali ini dilakukan oleh maskapai penerbangan Indonesia Air Asia dengan nomer penerbangan QZ 509 tujuan Singapura – Denpasar.

Melihat kejadian yang sangat fatal ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada sangsi yang dilakukan oleh otoritas bandara, oleh karena itu pihak – pihak terkait dengan cepat merespond dan mengadakan siaran pers yang menjelaskan kronologi peristiwanya, dan inilah kronologi peristiwa yang masuk di meja redaksi kitanesia :

SIARAN PERS PENJELASAN KASUS PENUMPANG PENERBANGAN INDONESIA AIR ASIA QZ 509 TANGGAL 16 MEI 2016

Upaya Preventif Menindak lanjuti kejadiian Lion Air JT 161 pada tanggal 10 Mei 2016 di Soekarno-Hatta yang kemudian telah muncul dalam media sosial pada tanggal 15 Mei 2016 maka Otband IV telah mengambil langkah-langkah preventive sebagai berikut:

  • Memerintahkan kepada GM Angaksa Pura I dan Inspektor untuk mengkoordinasikan upaya antisipasi/pencegahan agar tidak terjadi kasus kesalahan terkait penanganan penumpang international sebagaimana kejadian Lion Air JT 161 melalui kegiatan lapangan berupa ramp check dan koordinasi dengan stake holder (operator dan ground handling) dan memastikan terlaksananya semua kegiatan berdasarkan SOP yang ada dengan melibatkan unit Quality Control / Quality Assurance yang dilaksanakan secara independence dan terpisah dari kegiatan operasional
  • Manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai/ Angkasa Pura I melaksanakan pertemuan koordinasi pada hari Minggu tanggal 15 Mei 2016 jam 13.00 Wita bertempat di Ruang AMC terkait antisipasi salah masuknya penumpang di International di terminal domestik. Pertemuan tersebut dihadiri oleh maskapai penerbangan yang memiliki rute penerbangan international yaitu: Air Asia, Lion Air, Nam Air, Sriwijaya Air dan Ground Handling PT. Gapura Angkasa PT. JAS, PT. EAS.
  • Pembahasan yang sama dilanjutkan pada pertemuan hari Senin tanggal 16 Mei 2016 jam 10.00 yang dihadiri oleh PT.Garuda Indonesia, Lion Air, Air Asia, dan Ground Handling PT. JAS

Kejadian QZ 509 Pada hari Senin 16 Mei 2016 jam 23.54 Wita, pesawat Indonesia Air Asia QZ 509 landing di Denpasar dengan data penumpang berdasarkan manifest 155 orang (151 dewasa, 3 anak-anak, 1 bayi) penerbangan Internasional rute Singapura – Denpasar.

  • Telah terjadi kesalahan Sopir Bus APB Indonesia Air Asia yaitu menurunkan sebanyak 48 penumpang penerbangan QZ 509 diterminal domestik dan dinaikkan kembali ke Bus APB atas perintah petugas Avsec Bandara menuju terminal kedatangan international dengan catatan 1 orang terlanjur keluar dari gedung terminal domestik atas nama Jonathan Derwen kebangsaan Selandia Baru dan pada hari Selasa jam 12.59 Wita yang bersangkutan melapor ke Kantor Imigrasi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai untuk Stamp Immigration Clearance.
  • Pemeriksaan Manifest penumpang dilakukan oleh kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Imigrasi, dan Indonesia Air Asia, untuk memastikan bahwa semua penumpang penerbangan QZ 509 telah melalui Immigration Clearance.

Hasil investigasi sementara diperoleh fakta bahwa:

  • Ramp Leader Indonesia Air Asia telah melakukan internal briefing sesuai SOP 10 Menit sebelum pesawat QZ 509 landing kepada pengemudi untuk memastikan bahwa pesawat tersebut berasal dari Singapura dan diturunkan di kedatangan internasional.
  • Kekeliruan penurunan penumpang dimaksud disebabkan oleh keraguan dan mis komunikasi antara Sopir Bus APB dengan Flight controller pada saat proses penumpang dinaikkan ke dalam bus.

 Tindak lanjut hasil investigasi

  1. Sopir Bus APB Indonesia Air Asia atas nama inisial EI sudah di grounded oleh Indonesia Air Asia
  2. Hasil rapat koordinasi bersama instansi terkait pada hari Selasa tanggal 16 Mei 2016 jam 15.00 Wita telah disepakati sebagai berikut:
  3. Pemeriksaan lanjutan terhadap SOP dan manajemen Indonesia Air Asia oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV.
  4. Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pendalaman terhadap kasus tersebut sesuai dengan Undang-Undang keimigrasian.
  5. Akan disiapkan Kantor/Sekretariat Pengawasan Orang Asing (PORA) yang melaksanakan fungsi koordinasi, konsultasi, dan eksekusi terhadap permasalahan-permasalahan orang asing di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik yang bersifat pelanggaran umum maupun yang berpotensi menimbulkan ancaman keamanan pada Bandar Udara maupun Negara.

DENPASAR, 18 MEI 2016 Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN