Ketika Kewarganegaraan Menteri ESDM Diributkan

Kitanesia.co – Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menegaskan tentang kewarganegaraan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar. Usai peresmian Jambore Nasional ke-10 Tahun 2016 di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Pratikno menekankan bahwa Menteri ESDM merupakan pemegang paspor Indonesia.

Archandra Tahar kembali ke Indonesia dengan menggunakan paspor kewarganegaraan Indonesia

“Kami ingin tegaskan bahwa Pak Archandra Tahar itu adalah pemegang paspor Indonesia. Beliau ketika masuk ke Indonesia menggunakan paspor Indonesia,” terangnya kepada jurnalis pada Minggu, 14 Agustus 2016.

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno juga menjelaskan bahwa paspor Indonesia milik Archandra Tahar masih berlaku hingga tahun 2017.

Kembalinya Archandra Tahar ke Indonesia merupakan permintaan langsung Presiden Joko Widodo kepada dirinya. Presiden menilai Archandra Tahar memiliki kualifikasi internasional dan memiliki keinginan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

“Pak Presiden memang meminta beliau untuk pulang ke Indonesia. Banyak sekali orang hebat kita yang di luar negeri yang sangat penting untuk membantu bangsa kita sendiri. Apalagi Pak Archandra punya kualifikasi internasional,” terang Pratikno.

Archandra Tahar bergabung ke dalam Kabinet Kerja pada tanggal 27 Juli 2016. Dirinya diangkat sebagai Menteri ESDM bersama dengan sejumlah menteri lainnya dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83/P Tahun 2016 tentang Penggantian Beberapa Menteri Negara Kabinet Kerja Periode 2014-2019.

Archanda Tahar sendiri sebelum menjadi Menteri ESDM adalah seorang profesional sejati dalam bidang ESDM yang memiliki riwayat yang sangat mengagumkan, S1 Teknik Mesin, S2 dan S3 di bidang Ocean Engineering, bekerja di banyak perusahaan besar di Amerika Serikat, mengelola korporasi yang besar dan memiliki paten International.

Melihat riwayat pendidikan dan pekerjaannya tentunya dia adalah sosok profesional sejati asal Indonesia asli yang kembali kepada negeri ini, disaat zona nyaman di Amerika Serikat telah didapatkanya disaat itu pula Ibu Pertiwi memangil untuk kembali dan mengabdi, sungguh suatu keteladanan yang patut diacungi jempol atas nama Nasionalisme. Tak hanya seorang Archandra namun juga sosok putri terbaik Indonesia sepeti Sri Mulyani pun menjawab panggilan Ibu Pertiwi dan mengabdi, andai banyak perantau – perantau seperti mereka yang kembali pulang kampung membangun negerinya, bukan mustahil Indonesia akan dapat tampil perkasa dimata Dunia.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN