Komnas HAM Harus Jadi Trending Topic!

Oleh: FX Rudy Gunawan

Dunia saat ini telah memasuki platform baru kehidupan, yaitu digital life. Perubahan ini tak terelakkan dan secara pasti telah mempengaruhi tatanan kehidupan. Nilai-nilai ekonomi, sosial dan budaya mengalami perubahan besar. Dalam kehidupan perekonomian kini kita mengenal e commerce, digital economy, creative industry dan online business. Di dunia sosial dan budaya, kita berinteraksi dengan identitas virtual yang bisa kita ciptakan dalam sekejap. Relasi politik dan hubungan antar manusia pada umumnya mengalami pergeseran besar. Pergeseran yang diakibatkan munculnya digital platform ini antara lain terlihat sangat kuat dalam fenomena yang kita kenal sebagai media sosial atau sosmed.

Di tengah perubahan besar yang tengah terjadi saat ini, muncul sejumlah pertanyaan mendasar terkait wacana hak asasi manusia dimana saat ini Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) tengah menseleksi sejumlah orang untuk menjadi komisioner periode 2017 – 2022. Pertama, bagaimana strategi penegakan dan perlindungan hak asasi manusia harus dilakukan dalam platform baru kehidupan tersebut? Kedua, bagaimana menjadikan hak asasi manusia sebagai trending topic di setiap perbincangan sosial media? Dua pertanyaan mendasar di atas harus bisa dijawab dengan baik oleh para calon Komisioner Komnas Ham jika ingin menegaskan keberadaannya dan memaksimalkan peran, tugas dan tanggungjawabnya selaku komisioner lembaga negara yang bertanggungjawab pada urusan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia tercinta ini.

Dalam konteks perubahah zaman tersebut di atas dibutuhkan komisioner Komnas Ham yang selain memiliki pengalaman panjang di dunia hak asasi, juga calon komisioner Komnas Ham yang kreatif, memiliki jaringan luas dengan berbagai stake holder dan menyadari perubahan zaman yang terjadi. Sebagai seorang berlatar belakang jurnalis, sastrawan, aktivis dan pekerja budaya, saya sudah lama berkutat dalam berbagai program untuk memperjuangkan pemenuhan hak asasi kelompok masyarakat yang termarginalkan. Berbagai terobosan kreatif sangat penting untuk mengkampanyekan atau mempromosikan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak asasi setiap warganegara. Kini di era digital ini, terobosan kreatif harus berada dalam platform digital sehingga Komnas Ham harus merancang berbagai strategi pemanfaatan sosial-media dan platform digital lainnya untuk mengangkat, mengpromosikan dan melakukan penanaman nilai-nilai hak asasi kepada generasi muda milenial.

Kita harus selalu bisa memadukan berbagai potensi dari berbagai komunitas, jaringan dan metode pendekatan untuk menjadikan persoalan hak asasi sebagai trending topic dalam perbincangan sosial-media. Di tahun 90an, beberapa terobosan kreatif di dunia kebudayaan yang pernah saya lakukan antara lain membuat pentas tentang kasus penculikan sejumlah aktivis berjudul “Mengapa Kau Culik Anak Kami?” di tiga kota. Lalu saya juga mengangkat kasus pembunuhan Munir dalam pentas monolog berjudul “Matinya Seorang Pejuang: A Tribute to Munir” di 13 kota Jawa, Bali, NTB, Riau, Sumatera Utara dan lain-lain. Ketika terjadi kasus pembunuhan wartawan Udin di Yogyakarta, saya menjadi bagian dari tim penulis buku “Terbunuhnya Udin” dengan melakukan investigasi jurnalistik di lapangan. Kini, di era digital life, berbagai terobosan kreatif untuk menjadikan komnas ham dan tema hak asasi sebagai trending topic bisa lebih simple, efisien dan efektif.

Selain medium budaya dan buku, saya selaku jurnalis juga pernah selama 6 tahun menjadi pemimpin redaksi media online khusus tentang hak asasi, yaitu Voice of Human Rights. Selain itu, yang terbaru adalah saya mendirikan dan memimpin media yang khusus menyuarakan tentang hak-hak para penyandang disabilitas, yaitu Majalah Diffa selama 5 tahun (2010 – 2015). Itulah beberapa karya dan kiprah saya yang menguatkan niat dan tekad saya untuk mengajukan diri sebagai salah satu calon komisioner Komnas Ham. Visi saya adalah MEWUJUDKAN HAK ASASI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT (DI DUNIA NYATA DAN/ATAU DUNIA ONLINE), BAIK DALAM RELASI SOSIAL-EKONOMI-BUDAYA MAUPUN RELASI POLITIK BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 45. Adapun MISI saya adalah MEMBANGUN PERADABAN MASYARAKAT YANG SADAR DAN RAMAH HAK ASASI MANUSIA sekaligus MENJADIKAN HAK ASASI SEBAGAI LANDASAN life style.

Untuk mencapai dan mewujudkan visi-misi sekaligus menjadikan Komnas Ham sebagai trending topic, ada tiga langkah strategis awal yang harus dilakukan, yaitu (1). MELAKUKAN PENGUATAN KELEMBAGAAN KOMNAS HAM MELALUI KONSOLIDASI INTERNAL. (2). MELAKUKAN REPOSITIONING DAN REBRANDING UNTUK MENGUATKAN KINERJA DAN OUTCOME YANG MAKSIMAL, dan (3). MEMPROMOSIKAN HAK ASASI MELALUI STRATEGI KOMUNIKASI DI RANAH SOSIAL MEDIA SEBAGAI BENTUK EDUKASI DAN KAMPANYE HAM YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN (DIGITAL LIFE/DIGITAL CULTURE).*

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN