Kompaknya Kementrian Pada Mudik Guyub Yang Utamakan Keselamatan

KITANESIA, Jakarta– Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemkominfo) kembali menyelenggarakan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Kamis (22/6) di Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta.

Forum Merdeka Barat 9 kali ini mengangkat soal persiapan mudik “Mudik Bareng Guyup Rukun” dengan menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Kominfo, Rudiantara; Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F.Moeloek SpM,kemkes ; Kepala BPTJ, Kemenhub Ir. Bambang Prihatono MSCE, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani; Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna; Danis Sumadilaga Kepala balitbang PUPR; dan Bridjen Imam Sugianto Kepala Biro Pembinaan Operasi Staf Operasi Polri.

Menko Maritim menyatakan kasus brexit diupayakan tidak akan terjadi lagi. PUPR sudah melalukan upaya maksimal dengan mengaspal jalan yang laik jalan dan untuk jalan yang belum laik akan diperkeras agar dapat dilalui saat darurat. “Pemerintah menyediakan jalan darurat yang akan digunakan saat terjadi kemacetan panjang”, ungkap Luhut.

Menurut Menkominfo, Prasarana mudik kali ini berubah, “sarana diperbaiki dan pemerintah fokus pada keselamatan, dari sektor kokunikasi sdh dilakukan drive test telekomunikasi di area prasarana mudik”.

Pemerintah pun menyediakan fasilitas pos kesehatan berupa ambulan roda empat dan dua untuk mengantisipasi jika ada kebutuhan media disaat macet. “Berdasarkan pada kasus brexit tahun lalu. Pemudik harus mempersiapkan kesiapan pribadi juga karena pemerintah sudah melakukan persiapan yang baik, jangan lupa jaga kesehatan jika sakit jangan dipaksakan untuk mudik”, tambah Menkes. Kemkes menyediakan pos kesehatan disemua titik mudik. “Kerjasama dan koordinasi pemerintah sudah baik. Pengemudi yang tidak fit jangan dipaksa menyetir dan saling menjaga kebersihan selama mudik”, ungkap Menkes.

Persiapan dan pantauan ketat juga dilakukan oleh Kementrian Perhubungan pada sektor Perhubungan Udara Rabu malam, pukul 22.15 WIB (21/6/2017). secara mendadak Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mendatangi Posko mudik di Soetta, Agus memantau arus mudik malam itu baik melalui layar pemantauan cctv realtime, mode rec. maupun layar monitoring data report yang terupdated setiap dua jam untuk melihat grafik pergerakan penumpang, pergerakan pesawat juga ekstra flight tidak ketinggalan.

Mengamati data sementara monitoring angkutan lebaran 2017. Grafik H-9 sampai H-7 mengalami kenaikan lebih dari 10% Hanya pada H-6 lebaran mengalami kenaikan kurang dari 10% dan melalui alat komunikasi radio, Agus juga mengecek pengamanan sekitar Bandara. Perimeter Selatan, Utara dan seluruh terminal dipantau satu per satu dengan teliti.

Begitu juga jalan darurat pun sudah dilakukan oleh PUPR untuk melayani masyarakat lebih baik. “Jalan darurat sudah dipersiapkan untuk dilalui jam 6 pagi sampai 6 sore saja, kondisinya memang masih berdebu dan jalan bergelombang”, ungkap Herry. Jalan darurat selebar 7 meter inj sudah dilengkapi dengan rambu dan rest area, dan masyarakat diminta untuk mengantisipasi kondisi berdebu dan hanya dapat ditempuh kecepatan maksimal 40km/jam.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN