Kronologi Detail Jatuhnya Helikopter Bell 205 di Yogya

Kitanesia.co – Jatuhnya Helikopter jenis Bell 205 A-1 Milik TNI AD dengan nomor reg HA-5073 dari skadron 11 serbu menyimpan luka yang dalam, dipastikan jatuh 3 korban meninggal dan 3 orang luka berat yang saat ini dirawat di RS hardjo lukito.

Adapun yang meninggal adalah 3 personel meninggal Letda Cpn Angga Juang ( Pnb II ), Serda Sirait (AV) dan dari warga sipil atas nama Fransisca Nila Agustin yang memiliki identitas dengan alamat Serangan RT 001, RW 001 Desa Blulukan Kecamatan Colomadu Solo, dan posisi terakhir ketiga jenazah tersebut saat ini ada di RSP Bhayangkara.

Sedangkan personel yang luka berat saat ini dirawat di RS Hardjo Lukito adalah Kapten CPN Titus Benekditus Sinaga (I), Serka Rohmat (TI) dan Serda sukoco (MEK).

Kronologi jatuhnya pesawat menurut informasi yang kami terima Bell 205 Skadron 11/serbu Puspenerbad No. Reg. HA-5073 dalam rangka Kontinjenei Darurat (konjerat) RI-1 dari Adi Sumarmo Solo menuju Adi Sutjipto Yogyakarta , tepat pada pukul  15.20 WIB di atas lapangan Bogem keadaan masih stabil, sampai atas dusun Gampar helly mulai menurun posisi masih berjalan stabil, memasuki desa Kowang bunyi mesin helly mulai menurun, memasuki atas salah satu warga di dekat sawah sawah posisi helly mulai tidak stabil, di atas sawah mesin sudah mati dan menyerong dan keterangan kontak pesawat pada pukul  15.14 wib terakhir kontak tower, over candid dan setelah itu pada Pukul 15.16 wib helly hilang kontak dan tepat pada pukul  15.20 wib helly sudah jatuh di Dusun Kowang Desa Tamanmartani Kec Kalasan Kab Sleman Prov DIY.

Akibat kejadian ini rumah 2 rumah penduduk dikabarkan mengalami kerusakan yang dimiliki atas nama  Heru Purwanto (58 th) pegawai Pertamina dan di rumah Parno (45th), dan sampai berita ini dimuat kami belum menerima informasi adakah korban lainnya dari warga yang rumah dan lingkungannya terkena musibah jatuhnya Helikopter yang terkenal handal dalam setiap operasional disegala medan.

*(KitaTNBN)
Sumber kami dapatkan dari TNI AD , BPBD Provinsi DIY dan BNPB

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN