Merayu Pasar Korea Dengan Kuliner

KITANESIA –Tanggal 23 hingga 29 Mei ini, Indonesia ikut meriahkan perhelatan Festival Budaya dan Kuliner 2016 di Grand Hilton, Seoul-Korea Selatan. Festival Budaya dan Kuliner itu diselenggarakan oleh The Conrad in Bali dan the Grand Hilton Seoul bekerjasama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Seoul-Korea Selatan.

Keikutsertaan Indonesia dalam memeriahkan Festival Budaya dan Kuliner itu, dipandang selaku kegiatan sales Kementerian Pariwisata. Dalam kegiatan tersebut, diharapkan agar aroma kuliner Indonesia bisa menyihir lidah masyarakat Negeri Ginseng, dan juga diharapkan agar banyak wisatawan asal Korea Selatan datang ke Indonesia.

”Kita akan perkenalkan keunggulan kuliner 10 destinasi unggulan Indonesia, kita juga akan memperkenalkan kesenian Indonesia dengan keindahan alam Indonesia dan tarian tradisional,” tutur Vinsensius Jemadu (Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar)

Sementara itu, Arief Yahya (Menteri Pariwisata) menyebutkan 10 top destinasi Indonesia, yaitu: Borobudur (Jateng), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan seribu (Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), dan Tanjung Klayang (Belitung). Ia menjelaskan, tahun 2016 ini Kementerian Pariwisata terus menggempur Korea, dengan target kunjungan wisatawan asal Korea Selatan sebanyak 400.000 orang pada 2016, harus meningkat dibanding 2015 sebanyak 338.671 orang.

Kegiatan Festival Budaya dan Kuliner 2016 di Korea Selatan ini, Kementerian Pariwisata juga akan promosikan Wonderful Indonesia, dengan menonjolkan destinasi unggulan pariwisata Indonesia serta memberi pelayanan informasi kepada masyarakat Ginseng itu. “Festival ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan pertunjukan kesenian dan tarian. Promosi Wonderful Indonesia guna perkenalkan lebih jauh pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan kesenian tradisional khas Indonesia yang sangat diminati pasar Korea Selatan,” tutur Vincen, panggilan akrab Vinsensius Jemadu.

Korea adalah pasar yang agresif, saat Bebas Visa Kunjungan (BVK) diterapkan, jumlah kunjungan turis Korea naik tajam. Hal itu terlihat di great Batam, turis Korea sudah ada diurutan dua, di bawah Tiongkok. Sedangkan great Indonesia, wisatawan Korea ada diposisi enam setelah Singapura, Malaysia, Tiongkok, Australia dan Jepang. Sementara itu, orang Korea sudah familiar dengan Indonesia, dan telah mengetahui berbagai destinasi di Indosesia, seperti: Bali, Batam-Bintan, Jakarta dan lainnya. Selain itu, dengan mudah mencari restoran Korea di Jakarta, dan juga banyak membership golf di Indonesia yang berkewarganegaraan Korea.

Bali dan Yogya merupakan destinasi favorit bagi wisman asal Korea Selatan. Bagi Indonesia, Korea Selatan adalah salah satu negara sasaran utama di wilayah Asia Pasifik untuk mencapai target kunjungan wisata asing 2016. “Kami akan memperkenalkan 10 destinasi di acara nanti agar destinasi idola mereka bertambah,” tutup Vincen.

 

(DZK)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN