Lion Air Group Membantu Membuka Akses Pariwisata, Manado Menjadi Hub Pacifik

Lionair MLI 737 MAX Artwork

Kitanesia– Gemuruh suasana optimisme di dunia pariwisata saat ini terus membawa atmosfer positif. Kombinasi kerjasama Academician (A), Business (B), Community (C), Government (G), Media (M) makin menggelinding. Sampai-sampai, bos Lion Air Group, Rusdy Kirana menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Kemenpar, Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pekan lalu.

Apa yang dibicarakan? “Pesawat-pesawat kami yang baru, yang akan datang, akan kami branding dengan logo Wonderful Indonesia. Sejak Juli 2016 kami sudah mulai terbang dari 6 kota di Tiongkok ke Manado. Ke-6 secondary city itu antara lain: Macau, Shenzen, Chongqing, Wuhan, Shanghai, dan Changsa,” sebut Rusdi Kirana yang mengenakan baju putih lengan panjang dilipat dan celana gelap itu saat bertemu Menpar Arief Yahya.

Rusdi Kirana yakin, Manado cukup ideal untuk menerima Wisman Tiongkok yang saat ini outbond-nya paling besar di dunia. Tahun 2015 saja ada 120 juta orang yang berwisata ke luar Negeri Tirai Bambu tersebut. Sedangkan, yang masuk menjadi inbound Indonesia baru 1,2 juta atau 1 persennya saja. Beberapa event menarik juga menjadikan Manado semakin kuat sebagai destinasi, seperti Tomohon International Flower Festival 2016, yang mendunia dan diikuti oleh banyak negara.

Justru yang menjadi kendala saat ini adalah jumlah kamar hotel yang tidak cukup menampung lebih banyak wisman yang datang ke Manado. “Solusinya, harus menambah kapasitas akomodasinya. Hanya saja hal itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat, membangun hotel dan resort membutuhkan waktu yang relatif lama,” kata Rusdi Kirana yang lahir di Cirebon, 17 Agustus 1963 atau umur 52 tahun itu.

Solusi kedua adalah menjadikan Manado sebagai Hub City, lalu menyebarkan wisman yang di Manado ke destinasi wisata bahari di daerah-daerah sekitar Manado. Ada Gorontalo, Morotai, Ambon, Sangihe Talaut, sampai ke Sorong. “Saya siap membuka Wing Air untuk mengakuit wisman ke daerah-daerah terdekat tersebut. Manado dijadikan Hub City,” ungkap bos Lion Air Group yang terdiri Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Lion Air itu.

Menpar Arief Yahya menyambut baik support dari Lion Air dalam membangun akses itu. Mantan Dirut PT Telkom ini akan mendorong investor yang bergerak di amenitas dan hospitality seperti hotel, resort, restoran, café, dan lainnya untuk menanamkan modalnya di Manado dan sekitarnya itu. “Saya sudah bertemu Jeju Air dan Jin Air Korea di Seoul, belum lama. Mereka mengangkut hampir 1 juta wisatawan Korea dari Negeri Ginseng itu ke Cebu Islan, Cebu Island, Filipina,” kata Arief Yahya.

Karena itu, Arief Yahya meminta kepada Rusdi Kirana untuk membuka jalur dari Cebu Island dan Davao ke Manado. “Cebu-Manado itu antara 1,5-2 jam saja. Apalagi dari Davao, Filipina lebih dekat lagi. Kalau jarak 2 jam terbang itu, dengan USD 50-75 saja sudah cukup untuk terbang. Ini peluang untuk mendapatkan pasar baru dari sana,” kata Arief Yahya.

Permintaan Arief Yahya itu akan segera ditindak lanjuti Rusdi Kirana. Dia langsung menjajaki penerbangan Manado-Cebu dan Manado-Davao. Manado sangat berpotensi menjadi Hub bagi Negara-negara Pacifik, seperti Jepang, Korea, Hongkong, Taiwan, Filipa, dan China bagian selatan. “Karena penerbangan cukup dengan 4-5 jam saja,” ungkapnya.

Belum lama Menpar Arief Yahya juga sudah bertemu dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di Manado. Arief melihat kesungguhan gubernur untuk menjadikan Manado sebagai destinasi wisata. Manado sebagai Hub untuk Pacific, dan juga hub buat penerbangan domestic ke kota—kota yang sudah berdakatan. “Karena itu, ini adalah momentum. Sudah ada Atraksi dan punya Akses yang bisa dikembangkan lebih optimal,” jelasnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN