Lombok Bangkit Dengan Teknologi Bangunan Tahan Gempa

London 2 September 1666, api terpercik dari sebuah toko roti, lalu berkobar selama 3 hari menghanguskan kota London yang hampir seluruh bangunannya menggunakan bahan kayu. London kemudian bangkit kembali menjadi salah satu metropolitan dunia. Dengan cara apa London dibangun kembali?, dengan bahan yang sudah dikenal dari Jaman Roman Britania : Beton dan Bata.

Lombok 29 Juli 2018, terjadi Gempa M 6.4 yang memulai serangkaian gempa di Lombok, yang sampai tanggal 30 Agustus 2018 tercatat 1973 gempa, yang 7 diantara nya tergolong gempa kuat. Tercatat 125.000 unit rumah rusak dan menimbulkan 515  korban jiwa sampai tanggal 21 Agustus 2018.

Sebagian besar wilayah Indonesia termasuk dalam ‘ring of fire’, tempat perbatasan tumbukan antar lempeng benua yang merupakan sumber-sumber gempa kuat. Penelitian mengenai kegempaan di Indonesia sudah sangat terorganisir, sehingga sudah dihasilkan peta sumber gempa yang terus diupdate, sampai yang terbaru dikeluarkan pada tahun 2018.

Indonesia seharusnya sudah ‘aware’ terhadap kondisi ini, namun mengapa setiap ada gempa kuat, selalu banyak korban akibat bangunan runtuh?  Gempa Aceh 2004, Gempa Yogya 2006, Gempa Sumatera Barat 2007 dan 2009, Gempa Tasik 2009, Gempa Pidie 2017, dan terakhir pada gempa Lombok 2018.  Apakah tidak ada teknologi bangunan tahan gempa yang dapat diterapkan di masyarakat? Kenapa kita tidak bisa anteng-anteng seperti di Jepang yang gempa kuat juga adalah makanan sehari-hari?

Indonesia sebenarnya sudah memiliki banyak inovasi bangunan tahan gempa yang idenya berasal dari Empu Konstruksi kita masa lalu. Candi Borobudur dan Candi Prambahan adalah konstruksi pracetak tahan gempa yang metodanya seperti ‘Lego’. Komponen difabrikasi terlebih dahulu, lalu disusun di lapangan menjadi suatu bangunan. Metoda ini sangat mudah dikontrol kualitasnya, cepat dan mudah dilaksanakan, serta ekonomis. Mungkin orang bertanya-tanya, bagaimana mungkin sambungan antar komponen tersebut tahan gempa? Kalau dulu para Empu kita mengembangkan pasak batu dan perekat tradisional, maka di era modern ini para penemu Indonesia sudah menghasilkan 59 cara menyambung komponen pracetak, yang kesemuanya telah lulus uji di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Terkreatif di dunia !

Teknologi-teknologi ini sudah sejak tahun 1995 digunakan untuk membangun rumah susun dan rumah tapak, oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Perumnas, dan beberapa Pemerintah Daerah. Beberapa diantaranya telah terbukti kehandalannya di lapangan pada Gempa Yogya, Sumatera Barat, Tasik, dan terakhir pada Gempa Lombok sendiri.  Salah satu rumah susun di Kayangan, sudah 7 kali terkena gempa kuat, dan konstruksinya tetap kokoh.  Ada 2 konstruksi rumah tapak RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) di daerah  di Lombok juga tetap berdiri tegar.

tek ris

Mengapa teknologi-teknologi di tidak tersosialisasi dengan baik di masyarakat, adalah menjadi catatan bagi dunia konstruksi Indonesia. Gempa Lombok ini merupakan ‘cobaan yang diberikan Allah ‘ untuk kesekian kalinya pada kita. Konstruksi tahan gempa adalah yang utama, dunia konstruksi Indonesia harus berubah cepat, semua pihak harus dilatih teknologi bangunan tahan gempa, baik industri, pelaksana, perencana, sampai mandor dan tukang pelaksana lapangan. Regulator, perbankan dan pengembang harus memastikan agar masyarakat mendapatkan bangunan tahan gempa.

RISHA  “Saya hanya ingin pesan, membangunnya nanti akan diawasi oleh Pak Gubernur kemudian akan diberikan bimbingan oleh Pak Menteri PU. Nanti membangunnya harus rumah yang tahan gempa. Namanya sistem RISHA. Jadi kalau ada gempa itu tidak goyah”

Presiden Jokowi, 10 Agustus 2018

“Karena kita tahu di NTB ini adalah masuk dalam ring of fire,masuk dalam lingkaran cincin api, yang kita tahu tahun 1979 disini pernah terjadi gempa besar juga, Artinya apa? Rumah-rumah yang dibangun nantinya harus rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa lagi, rumahnya tetap tidak ada masalah,”

Presiden Jokowi, 3 September 2018

Rumah pada dasarnya domain ‘private’ masyarakat, namun Pemerintah membuat kebijakan untuk memberi bantuan stimulan langsung ke masyarakat sebesar Rp 50 juta untuk rusak berat, Rp 25 juta untuk rusak sedang, dan Rp 10 juta rusak ringan. Tentunya tiap penduduk dulunya sudah punya rumah dengan berbagai luas dan bentuk menurut selera masing-masing,

“Saya melihat kelihatannya ada keinginan masyarakat untuk membangun rumah sesuai keinginan mereka sendiri. Prinsipnya tidak ada masalah, tapi fungsinya harus betul dipastikan. Kemudian pakai RISHA (teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat),”

“Silakan kalau yang ingin membangun dari dinding kayu. Mau bangun dengan dindingnya dari bedek bambu, boleh. Mau dibangun lagi dengan tembok boleh tapi yang konstruksinya tahan gempa. Harganya sama yang tahan gempa dengan yang tidak. Tapi harus benar konstruksinya,”

Presiden Jokowi, 3 September 2018

NTB adalah salah satu provinsi di Indonesia yang pertumbuhan ekonominya tertinggi (kwartal pertama 2016 mencapai 9.9%), dan juga merupakan daerah wisata internasional favorit. Jadi “Speedy Recovery” adalah kebutuhan mutlak. Untuk itu Pemerintah memberi target waktu 6 bulan untuk rekonstruksi perumahan, agar masyarakat dapat memulai aktifitas ekonominya dan pariwisata cepat pulih. Untuk itu diperlukan ‘gotong-royong’ seluruh stakeholder untuk bersama NTB Bangun Kembali. Industri sudah diperintahkan untuk menyediakan komponen dan bahan bangunan. Para insinyur muda calon pegawai negeri sipil Kementerian PU PR sudah dilatih untuk memproduksi dan memasang RISHA, sehingga nantinya akan menjadi tenaga inti fasilitator untuk mendampingi masyarakat.

Untuk memfasilitasi keinginan masyarakat untuk membangun rumah sesuai keinginan mereka sendiri industri bangunan dapat membuatkan berbagai alternatif desain rumah yang dapat dibentuk dari modul-modul ‘Lego’ standar. Jadi masyarakat dapat memilih dengan dana stimulan yang diberikan pemerintah : apakah mendapatkan rumah lengkap tapi luasan kecil terlebih dahulu dan dapat dikembangkan di kemudian hari (rumah tumbuh), atau rumah yang lebih besar dengan hanya mendapatkan konstruksi tahan gempa saja (kelengkapan lain dilakukan swadaya).

Jika ingin mendapatkan rumah yang lebih besar dan lengkap secara cepat namun harganya diatas dana stimulan, industri perbankan dan industri konstruksi prefab dapat bekerja sama.  Industri konstruksi prefab membangunkan desain yang diinginkan masyarakat dengan cepat, yang begitu selesai dapat dilangsungkan akad kredit, dan biaya pembangunan langsung dibayarkan industri perbankan ke industri konstruksi prefab.  Jadi masyarakat dapat leluasa menggunakan dana stimulannya, apakah digunakan sepenuhnya agar cicilan ringan, atau sebagian digunakan dahulu untuk keperluan yang lebih mendesak atau modal usaha untuk bangkit kembali.

“Kalau nanti bangunnya ini sudah selesai betul dan ternyata tidak sampai Rp 50 juta untuk bangunnya, tidak sampai Rp 25 juta yang rusak sedang, ya alhamdulilah. Silakan untuk kepentingan yang lain, tapi prioritas yang pertama adalah untuk rumah,”

Presiden Jokowi, 3 September 2018

GOTONG ROYONG

DENGAN GOTONG ROYONG BERSAMA NTB BANGUN KEMBALI KITA TUNJUKKAN INDONESIA BISA !

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN