Taksi Udara Fasilitas Baru Menuju Bandara Soekarno Hatta

KITANESIA – Luasnya kawasan Indonesia dari Sabang sampai Merauke membutuhkan sistem transportasi yang lengkap untuk semua moda transportasi. Dengan sistem transportasi yang baik dan lengkap akan mempermudah mobilitas dan koneksitas antar pulau. Karena itulah pembangunan sistem transportasi di Indonesia menjadi salah satu program prioritas yang terus dikembangkan. Program pemerintah yang sedang berjalan adalah transportasi yang saling terintegrasi, sebuah sistem transportasi yang akan menjadikan Indonesia semakin terhubung antar wilayah.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso, sistem transportasi Indonesia butuh HUB yang handal. “Kehandalan suatu HUB transportasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya destinasi ke tempat mana HUB tersebut bisa menghubungkan, tetapi juga oleh kemudahan HUB itu dijangkau,” tutur Agus.

Perhubungan Udara

Salah satu moda transportasi yang terus tumbuh dan berkembang saat ini adalah transportasi udara karena itulah integrasi dan pengembangan moda transportasi udara juga menjadi salah satu yang terus dikembangkan. Salah satunya Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta. “Bandara Soetta merupakan simpul transportasi udara Indonesia yang perlu digerakkan, diaktifkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin agar berdayaguna efektif dan efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang pesat guna mencapai kemandirian ekonomi bangsa,” tegas Agus. Upaya mendorong pusat-pusat potensi bisnis dan pengembangan ekonomi merupakan implementasi Nawacita no 7, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Agus mencontohkan lebih lanjut bahwa Bandara Internasional Soekarno Hatta adalah HUB utama Indonesia yang menghubungkan banyak kota di Indonesia menuju 50 kota dunia baik departure maupun arrival. “Dengan kondisi lalulintas jalan raya maupun jalan tol jakarta yang semakin macet menjadikan Bandara Soetta sulit dijangkau dari tempat-tempat strategis dalam kota, sekitar Jabodetabek maupun kota sekitar lainnya seperti Karawang, Bandung ataupun Bogor. Kebanyakan solusi yang telah dibuat, seperti akses JORR tol, kereta api Bandara, bus connection dan lain-lain adalah solusi di atas tanah. Kini saatnya membangun aksesibilitas yang ditempuh lewat udara, yaitu Helikopter,” jelas Agus

Layanan menuju maupun dari bandara Soekarno-Hatta yang akan dikembangkan saat ini adalah keberadaan taxi udara. PT Whitesky Aviation sebagai salah satu operator dari layanan helikopter retail berkomitmen menjadikan helikopter sebagai bagian dari pengembangan moda transportasi perkotaan di Indonesia. Termasuk di dalamnya dukungan transportasi bandara udara Soekarno-Hatta. Untuk meningkatkan layanan tersebut, PT Whitesky Aviation melalui kerja sama dengan PT Angkasa Pura II akan melakukan pembangunan heliport komersial pertama di Indonesia. Penandatanganan komitmen kerja sama tersebut dilakukan pada 7 Juni 2017 di Neglasari, Cengkareng.

Agus menyambut gembira kerjasama Angkasa Pura dengan Indonesia White Sky Aviation yang sudah lama berkiprah di dunia aviasi, khususnya mengoperasikan helikopter untuk mensupport kemudahan menjangkau Bandara Internasional Soekarno Hatta dari berbagai tempat strategis. “Akses helikopter ini tentunya akan memperlancar pergerakan penumpang yang membutuhkan waktu singkat pergi ke bandara karena aktifitas bisnis perekonomiannya demikian besar sehingga time value-nya tinggi,” ujar Agus*

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN