Mendikbud Menindaklanjuti Kunjungan Presiden ke Jerman

Kitanesia.co – Bonn, Selasa 28 Juni 2016 — Menindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jerman pada April lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pada akhir Juni berkunjung dan menggalang kerja sama dengan Jerman untuk menerapkan pendidikan sistem ganda (dual system) di sekolah kejuruan di Indonesia. Pendidikan sistem ganda menggabungkan pengajaran teori di ruang kelas dan praktik magang di industri, model yang sangat sukses diterapkan di Jerman.

Unknown-17

Model pelatihan kejuruan dengan sistem ganda ini tentu saja akan disesuaikan dengan peta jalan pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sudah disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Anies, “Dari kunjungan ini kita memetic pelajaran penting yaitu Indonesia tidak bisa menerapkan model sistem berganda Jerman secara mentah-mentah atau copy paste. Langkah paling bijak adalah menjadikan model di Jerman sebagai referensi untuk mengembangkan model pendidikan kejuruan terbaik untuk Indonesia.”

Mendikbud Anies Baswedan melihat langsung program magang siswa sekolah kejuruan ke GKN Driveline, pembuat komponen otomotif berteknologi tinggi di Kota Lohmar yang meskipun dengan 500 karyawan mampu mencetak omzet penjualan 160 juta Euro per tahun. GKN Driveline berhasil membuktikan bahwa proses pelatihan teknis dengan keterampilan tinggi dapat dilakukan secara berlanjut berkat kerja sama pelatihan sistem ganda dengan berbagai SMK di Negara Bagian Nordrhein-Westfalen.

Unknown-18

Dalam kunjungan bersama Hadiat Direktur Pendidikan Bappenas dan Wakil ketua Komite Tetap Pelatihan Tenaga Kerja Kadin Indonesia Miftahudin, Anies Baswedan secara khusus mendalami penerapan dual-system ini. Kunjungan diawali ke Hessian Institute for Advanced Training in Technology (HLfT), sebuah lembaga pelatihan di Negara Bagian Hesse yang berpengalaman melatih guru sekolah kejuruan di lebih dari 100 negara. Lembaga ini siap mendukung dan membantu ikut melatih guru-guru kejuruan Indonesia serta mengembangkan model dual-system di Indonesia seperti yang telah berjalan di Jerman. Selain itu delegasi Indonesia juga mengunjungi Gewerbe Schule Groß Gerau (GSGG), sebuah SMK di Hesse yang memiliki 2.700 siswa. Mendikbud Anies Baswedan mencermati bagaimana proses belajar di sekolah dan magang di industri dijalankan secara bersamaan di SMK yang memiliki mitra lebih dari 800 perusahaan itu.

Mendikbud Anies Baswedan juga berdialog dengan pimpinan IHK Trier, Kamar Dagang dan Industri di Kota Trier yang terletak di Negara Bagian Rhineland-Palatinate yang beranggotakan lebih dari 30 ribu perusahaan.

Menyitir Direktur Eksekutif Utama IHK Trier Dr. Jan Glockauer, Anies mengatakan ”Salah satu kunci sukses jerman yang perlu diterapkan di Indonesia yaitu semua pihak yang terlibat harus mendapatkan manfaat, sampai perusahaan pun bersedia menaruh dananya ke dalam program ini karena mereka mendapatkan jaminan pasokan tenaga kerja terampil.“

 

Dalam kunjungan ini Mendikbud mendapatkan dukungan Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI) serta Ikatan Ahli Sarjana Indonesia di Jerman (IASI) untuk mengembangan kurikulum sekolah kejuruan di Indonesia.

ASIMPI menyatakan siap bekerja sama dalam pengadaan, perakitan, dan perawatan mesin perkakas yang digunakan di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Industri mesin perkakas menghasilkan produk berupa mesin industri sehingga perannya dibutuhkan secara luas dalam negara industri yang kuat.

Untuk menyukseskan program infrastruktur pemerintah, dalam pertemuan dengan IASI Mendikbud Anies Baswedan membahas soal kejuruan manajemen logistik. Dalam kesempatan itu Anies menyatakan. “Kemdikbud siap membantu penyiapan sumber daya manusia melalui pengembangan sekolah kejuruan manajemen logistik di Indonesia, karena selama ini belum ada satu pun SMK yang memiliki jurusan manajemen logistik.“ Mendikbud menilai bahwa manajemen logistik adalah aspek yang sangat penting bagi Indonesia mengingat wilayahnya yang sangat luas dengan beragam tantangannya.

*(KitaDK)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN