Narkoba Mengancam, MUI Tidak Tinggal Diam

KITANESIA, JAKARTA- Ancaman narkoba sangat nyata. Korbannya tak kenal usia dari kanak-kanak hingga dewasa. Estimasinya, sudah terhitung empat juta jiwa yang terkontaminasi narkoba. Tentu ketika masalah ini kian mengancam,seluruh elemen bangsa termasuk  kaum ulama tak boleh tinggal diam.

Menghadapi kondisi darurat seperti ini, seluruh elemen  termasuk Majelis Ulama Indonesia harus melakukan tindakan nyata.

Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa permasalahan narkoba   tanggung jawab semua pihak dan menjadi tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan.  Dalam rangka merespon hal ini, MUI   telah membentuk sebuah komisi yang  fokus menanggulangi narkoba yaitu Gannas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba).

Menurut Ma’ruf, sayap MUI tersebut akan dilebarkan hingga ke seluruh provinsi di Indonesia. Ke depannya, optimalisasi peran ulama akan lebih diberdayakan. Dengan potensi yang ada, para ulama akan lebih proaktif menyuarakan bahaya narkoba lewat kegiatan-kegiatan keagamaan seperti dakwah , pengajian dan kegiatan lainnya.

“Di samping upaya pencegahan kita juga akan mendukung upaya rehabilitasi”, ujar Ma’ruf usai menandatangani Nota Kesepahaman dengan BNN, Rabu (30/11).

Agar upaya penanggulangan lebih masif, ke depan MUI berencana akan membentuk satgas dari berbagai ormas Islam untuk membantu penegak hukum.

“Ada enam puluh ormas Islam hingga tingkat kecamatan yang perlu juga kita berdayakan”, pungkas Ketua MUI.

Sementara itu Kepala BNN, Budi Waseso mengungkapkan, komitmen  MUI dalam mendukung penanggulangan narkoba patut diapresiasi. Karena itulah ke depan BNN dan MUI akan meningkatkan sinergi dalam menangkal narkoba yang menjadi ancaman bagi anak negeri.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN