Nias Tuan Rumah Lomba Surfing Internasional dan Pesta Ya’Ahowu 6-8 Agustus 2016

niassurf

kitanesia– Siapa yang tak kenal Nias, pulau nan indah yang terletak di Sumatera Utara yang merupakan gugusan pulau yang jumlahnya mencapai 132 pulau, letak geografis kabupaten ini pada garis 0º12’-1º32’LU (Lintang Utara) dan 97º-98ºBT (Bujur Timur) dekat dengan garis khatulistiwa.

Sangat dikenal dikalangan surfer– surfer dunia, memiliki ombak yang sangat fantastis, menggulung dengan sempurna dengan ketinggian yang boleh dibilang extreme yang bisa mencapai 5 meter, sunguh suatu adrenaline rush yang tentunya selalu dikejar oleh para pemburu ombak,. Spot surfing terbaik didunia dimiliki oleh pulau ini “ The Point “ dan “Indicator”. Keduanya selalu menampilkan rangkaian ombak yang luar biasa sepanjang tahun, pulau yang juga memiliki karang yang banyak namun bukan halangan bagi para surfer untuk melewatinya, sedangkan spot surfing yang terkenal dipulau ini adalah pantai Sorake dan Lagundri.

Inilah bukti bahwa Nias telah menjadi incaran surfer-surfer kelas dunia dengan ombak-ombaknya yang tiada duanya, dimana Produsen minuman kelas dunia yang selalu rajin mensponsori olahraga-olahraga extreme adventure yang memiliki nilai entertainment tinggi, Redbull TV di channel Youtube pun meliputnya, jangan lupa like dan subscribed video ini.

Pada tanggal 6-8 Agustus 2016 Kabupaten Nias dan Kota Gunung Sitoli ini akan menggelar dua event menarik yaitu Kompetisi Surfing International dan Pesta Ya’ahowu, seperti yang diungkapkan Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI “Belajar dari Bali, dulu sebelum dikenal wisman sebagai destinasi kultural, Kuta Bali itu didatangi turis Australia sebagai surganya surfing,” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi “Makin lama, makin banyak wisman dari Negeri Kanguru itu hadir. Dan kini Kuta sudah sangat popular di seluruh dunia. Nias punya potensi menjadi surfing site yang berkelas dunia. Karena itu, fam trip dan promosi ke Australia dengan destinasi surfing dan adventure cocok untuk mempopulerkan Nias lebih cepat” tandas Arief Yahya

Koordinator Panitia, Monasduk Duha menambahkan “ Tentu kami harus mempersiapkan semua akses dan pendukung acara ini dengan baik dan pihak kami juga sudah berkoordinasi intens dengan beberapa media lokal dan juga nasional untuk memberitakan acara ini dengan baik.” ujar Duha

Selain itu Duha juga menjelaskan “”Kami ingin mempercepat arus informasi kepada pihak wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara, beberapa saluran media, baik media cetak maupun media elektronik terus digunakan oleh panitia untuk memperkenalkan persiapan kegiatan akbar yang bertema mewujudkan Nias sebagai pulau Impian ini,” kata Duha.

nias-surfing

Dalam sebuah kesempatan Duha juga menjelaskan “ untuk menunjang prioritas program pemerintah, seluruh potensi wisata ditata dan dibangun kembali. Dengan begitu wisman memiliki keinginan untuk datang dan berwisata, di kepulauan Nias “ ujarnya dengan mantap.

“ Inventarisasi juga sudah kami lakukan sesuai arahan Pak Menteri Arief Yahya, dan akan kami benahi satu persatu, dimulai dari transportasi, mulai dari bandara sampai ke Nias Selatan, Hotel yang layak, tempat ibadah, sampai infrastruktur jalan umum” ungkap Duha

Duha juga mengatakan “ Kepulauan Nias ibarat sebuah berlian yang belum terjamah, dan layak mendapatkan perhatian baik di tingkat nasional, maupun internasional dan mari kita perkenalkan kepada Dunia, bahwa kepulauan Nias adalah surgawinya wisata yang khas dan unik,” katanya.

North Nias Islands
North Nias Islands

Duha berharap, melalui pelaksanaan kegiatan tersebut seluruh potensi industri pariwisata dapat ter-explore, dan memberi nilai ekonomi kepada masyarakat. ”Kami juga sangat menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat bahu membahu, berkontribusi terhadap kesuksesan kegiatan ini,”katanya

Saat ini empat kabupaten dan 1 kota se-Nias berkomitmen untuk bekerja sama dengan mengembangkan sektor kepariwisataan. Komitmen itu antara lain diwujudkan dengan menggelar acara tersebut. Rencananya, pembukaan Pesta Ya’ahowu 2016 akan berlangsung di Kabupaten Nias Selatan pada 6 Agustus dan penutupannya bertempat di Gunung Sitoli pada 8 Agustus mendatang.

Pesta Ya’ahowu adalah sebuah tradisi pesta di Nias, Ya’ahowu sendiri memiliki sebuah arti kata sebuah ekspresi tali persaudaran dalam damai, yang dijadikan wahana kebersamaan dalam lingkungan hidup bermasyarakat , yang kini dijadikan sebagai kata sapaan ( Salam Khas Nias )

ya 'ahowu

Selain lomba surfing internasional di Pulau Tello juga kan digelar Atraksi budaya, atraksi tari perang, atraksi lompat batu, juga pameran kerajinan khas pulau Nias dan tak ketinggalan upacara adat. Malam penutupan sendiri akan dimeriahkan oleh pelepasan 1.000 lampion ke udara.

4Lompat-Batu-nias

lampion

Dua kegiatan diatas dibuat agar dapat menjadi sebuah aktivitas promosi sudut–sudut terindah di Indonesia diantaranya adalah kunjungan wisatawan ke Pulau Nias dan juga mendukung proyeksi 20 juta Wisman ( Wisatawan Mancanegara) dan juga pergerakan 260 juta Wisnus (Wisatawan Nusantara) di seluruh destinasi Pariwisata Indonesia.

Dalam rangka mendukung kemajuan Pariwisata di Nias dibentuklah Nias Incorporated adalah gabungan dari unsur Pemerintahan yang terdiri dari 4 Kabupaten dan 1 Kota, selain itu bergabung juga Himpunan Masyarakata Nias Indonesia (HMNI) yang didalamnya ada Pelaku Usaha, Akademisi, Komunitas-komunitas dan Media.

Bupati Nias, Sokhoiatulo Laoli mengatakan “ bahwa potensi yang dimiliki Nias sangat besar di pariwisata, hanya saja infrastrukturnya masih harus dikembangkan lagi.” ujarnya.

Untuk mendukung perkembangan wisata Nias Bupati mengatakan “ rencananya di tahun 2016 Bandara Binaka di Nias akan mengalami perbaikan runway sehingga di tahun 2017, pesawat-pesawat yang lebih besar seperti Bombardier CJR 1000 berkapasitas 100 penumpang dapat mendarat di sini”. jelasnya

bombardier 1000

Pada acara launching Nias Pesona Pulau Impian 2016 Bupati Sokhoiatulo Laoli “Perlu sinergitas antara kabupaten/kota se-Nias untuk mengembangkan pariwisata. Kami memiliki banyak sekali potensi, kami akan memilih yang terbaik untuk kemudian diajukan ke Kementerian Pariwisata agar bisa masuk ke program pengembangan pariwisata nasional,” jelas Sokhoiatulo Laoli

“ Potensi Nias sendiri sangatlah kaya dan pantas sekali untuk dipromosikan, antara lain berupa bentang alam (nature), budaya (culture) dan buatan manusia (manmade) antara lain lokasi surfing kelas dunia, panorama bahari yang menawarkan pantai berpasir putih, serta keunikan atraksi budaya lompat batu di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fan” tutup Bupati Sokhoiatulo Laoli

*(KitanesiaHK)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN