“Oleh-Oleh” Jokowi dari Negeri Ginseng

Untuk foto resolusi tinggi klik gambar ini.

Kitanesia, Jakarta – Tepat jam 3 sore waktu setempat  (16/5/2016), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tiba di Istana Kepresidenan Republik Korea  Cheong Wa Dae disambut oleh Presiden Republik Korea Park Ghe-hye dengan upacara kenegaraan.

Sembari  memeriksa pasukan kehormatan, dikumandangkan  lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” dan lagu kebangsaan Korea Aegukga.   

 “Selamat sore… Selamat datang.. Selamat sore…,” ucap siswa-siswi  dalam bahasa Indonesia yang langsung disambut senyum dan salam dari Presiden Jokowi.  

Hubungan Indonesia-Korea, tahun ini terasa istimewa,  karena  genap 10 tahun menjalin kemitraan strategis. Dihitung sejak  ditandatanganinya Joint on Strategic Partnership to promote Friendship and Cooperation in the 21st Century pada  4 Desember 2006.

Unknown-7

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Park menekankan kemitraan untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur termasuk infrastruktur maritim.  

Di sektor  industri kreatif, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa Indonesia telah  mencanangkan visi  ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan proyeksi nilai transaksi e-commerce USD 130 miliar dan 1.000 teknopreneur tahun 2020.  Presiden  berharap ada  kerjasama bidang capacity building dan technical assistance, technological assistance,  co-branding dan co-production programme. Dan Indonesia menyambut baik ditandatanganinya MoU antara kedua negara di bidang ini.

Sementara isu regional dan global yang dibahas adalah pentingnya stabilitas dan keamanan di Semenanjung Korea dan   kerja sama  mengatasi  terorisme.

Unknown-8

Dalam jamuan santap malam kenegaraan  di Young Bin Gwan, Cheong Wa Dae,  16 Mei 2016.
Presiden Joko Widodo menyatakan  pertukaran budaya  efektif  untuk membangun hubungan harmonis antar masyarakat. “Saya gembira melihat peningkatan ekspose kebudayaan antar masyarakat kita, terutama melalui film dan musik, maupun kuliner” kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa hampir semua kalangan di Indonesia menikmati  film-film Korea, seperti Winter Sonata, Full House, dan  Descendants of the Sun. Konser Big Bang, SNSD dan Super Junior juga menjadi buah bibir di Indonesia. Tidak ketinggalan dengan kuliner Korea yang semakin digemari di Indonesia.

Sementara, dalam pernyataan bersama di Istana Cheong Wa Dae, Seoul, Korea Selatan, Senin 16 Mei 2016, Presiden Jokowi  mengatakan, “Republik Korea adalah mitra strategis dan penting untuk Indonesia di kawasan ini.”

Presiden mengutarakan perdagangan dan investasi antar kedua negara menunjukkan nilai  sangat signifikan.  Presiden  juga mengundang investor Republik Korea untuk berinvestasi di Indonesia. Terutama  dalam bidang infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, pembangunan rel kereta api, pembangkit listrik, serta infrastruktur lain di bidang maritim.

Salah satu agenda Presiden Joko Widodo  di Seoul, Selasa 17 Mei 2016, adalah mengunjungi  area “Digital Media City” (DMC), Seoul, Korea Selatan. DMC adalah kompleks media dan hiburan berteknologi tinggi di  Sangam-dong, Seoul. Di lokasi seluas  559.925 meter persegi ini terdapat 350 kantor  media entertaintment, IT, serta konten digital dengan jumlah pekerja  25 ribu orang. 

Selain terhubung dengan New Millennium Town dan berada satu lokasi dengan Stadion Piala Dunia, DMC juga dilengkapi dengan fasilitas internet gratis dan sarana infrastruktur IT lainnya untuk mendorong terbentuknya kota digital. 


 Presiden Joko Widodo mengatakan tujuan beliau mengunjungi DMC agar dapat merealisasikan kerja sama dengan pemerintah Korea di bidang budaya secepat-cepatnya. Presiden  ingin melihat langsung sejauh mana potensi yang dimiliki Indonesia dapat dikembangkan.

 Presiden mencontohkan keunggulan yang dimiliki Indonesia yang kurang terpublikasi luas.  Indonesia memiliki sekitar 148 keraton dan sejarah kerajaan-kerajaan lainnya yang tradisi ataupun cerita-cerita kepahlawanannya dapat dikembangkan dalam bentuk konten lokal. Akhir dari perwujudan pengembangan tersebut diharapkan berupa pembangunan karakter manusia.

Dalam kunjungan singkatnya ke KBRI Seoul, Presiden Joko Widodo memberikan instruksi kepada staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada Warga Negara Indonesia yang berada di Korea Selatan.

Sementara saat menerima kunjungan kehormatan Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk-Do, Kim Kwan-Yong, di Charlton Suite, Hotel Lotte, Seoul,  Presiden menyambut baik kerja sama sister province antara Gyeongsangbuk-do dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Presiden berharap agar program Semaul Undong dengan Yogyakarta terus ditingkatkan. Presiden juga mendorong peningkatan investasi dari Provinsi Gyeongsangbuk-do ke Indonesia, “Utamanya di bidang water treatment system, teknologi informasi, dan industri elektronik”, ucap Presiden.

Ternyata,  banyak “oleh-oleh”  yang dibawa Presiden dari negeri Ginseng, Korea Selatan.

(KitaDJ)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN