Panduan utama membantu orang tenggelam

Kitnesia.co- Saat seseorang yang tenggelam tidak selalu dapat diidentifikasikan secara langsung seperti yang kita bayangkan. Orang tenggelam dapat juga terlihat seperti sedang mengambang sambil santai menikmati harinya, namun matanya menerawang tanpa fokus. Sudah banyak kejadian dimana anak-anak tengelam didepan orang tuanya yang tidak sadar kalau anaknya kalau sedang tenggelam. Walau susah untuk mengantisipasinya namun tetap mungkin.

Kami telah menyiapkan panduan bagi anda, mudah-mudahan dapat menyelamatkan mereka yang memerlukannya.

Tanda tanda seseorang akan tenggelam:

  1. Umumnya kepalanya akan berada di dalam air dengan mulut menghadap permukaan sesaat timbul sesaat tenggelam
  2. Kepalanya menengadah kebelakang, mulutnya terbuka
  3. Biasanya korban berada dalam posisi tegak lurus namun tidak membuat gerakan apapun dengan kedua kakinya
  4. Kedua tangannya terbentang kesamping
  5. Kedua matanya tertutup atau memandang kosong ke suatau arah
  6. Rambutnya menutupi mata namun korban tidak berusaha mengibaskannya

Hanyut-1.1

PENTING!

Kalau anda melihat salah satu tanda tanda seperti ini  jangan ragu untuk bertanya “Apa kamu baik-baik saja?” Kalau tidak ada jawaban, segera berikan pertolongan.

PERTOLONGAN YANG BENAR TERHADAP ORANG TENGGELAM

PENTING!

Pertama-tama berteriaklah untuk meminta pertolongan, anda hanya boleh menolong apabila anda adalah perenang yang handal dan berada dalam kondisi fit.

  1. Anda hanya boleh mendekati korban dari belakang, agar ia tidak merenggut anda sehingga membahayakan bagi keduanya. Ingatlah bahwa korban sedang dalam keadaan panic dan tidak dapat mengontrol dirinya sendiri, sehingga dengan mudah ia dapat menghalangi anda untuk menolongnya dan dapat juga menyeret anda tenggelam bersamanyaHanyut-2.1
  2. Bila sang korban sudah berada dibawah permukaan, dekatilah dari sebelah bawah. Saat ia berada dalam jangkauan peganglah ia pada  bagian ketiak, tangan atau rambutnya dan bawa dia ke permukaan. Sangat penting untuk anda mencari pijakan didasar untuk menolak anda ke permukaan.Hanyut-3.13.Saat tiba di permukaan pertahankan kepala korban berada diatas permukaan. Usahakan untuk menarik korban ke pinggir secepatnya untuk melakukan pertolongan pertama.

Hanyut-4.1

PERTOLONGAN PERTAMA

  1. Setelah anda membawa korban ke darat, letakkan bagian perutnya pada dengkul anda dan biarkan air keluar melalui semua saluran pernapasan.
  2. Bersihkan mulutnya dari kotoran yang tidak diinginkan (lendir, bekas muntahan, dsb) dan segera panggil atau cari pertolongan medis.
  3. Pastikan nadi pada leher berdenyut, pupil matanya bereaksi terhadap cahaya dan ia bisa bernapas tanpa pertolongan.
  4. Apabila tidak ada denyut nadi pada leher serta mata tidak bereaksi pada cahaya atau korban tidak bernapas, maka lakukanlah CPR (Cardiopulmonary Resuscitation), terus lakukan CPR hingga pertolongan medis datang atau sampai denyut nadi dan pernapasannya kembali.
  5. Saat korban mulai bernafas dan jantungnya mulai berdetak, miringkan korban kesisinya, selimuti dia untuk menjaganya tetap panas.

Jantung-5.1

PENTING!

  • Apabila anda curiga korban mengalami cedera tulang belakang, gunakan alas kaku, papan atau pelindung lainya saat mengeluarkan korban dari air.
  • Jangan buang waktu untuk membuang air dari dalam paru-paru atau perutnya apabila tidak ada denyut nadi leher.
  • Anda harus tetap melakukan CPR walaupun korban telah tenggelam selam lebih dari 5-20 menit.

CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)

  1. Cari denyut pada nadi di leher (kalau berdenyut artinya korban masih hidup)
  2. Dengarkan pernafasannya dengan seksama dan amati apakah ada gerakan pada dadanya(bila ada maka korbannya masih hidup).
    CPR-1.1
  3. Amati reaksi pupil matanya terhadap cahaya yaitu mengangkat kelopak matanya. (apabila ada kontraksi paa pupilnya, maka korban masih hidup)CPR-2.1

CPR-3.1

PENTING!

Lakukan CPR hanya jika ketiga reaksi tersebut diatas tidak ada

LANGKAH BANTUAN PERNAFASAN

  1. Ambil sepotong kain atau saputangan bersihkan mulutnya dari kotoran yang tidak diinginkan, seperti darah, lender dan lainya dengan jari anda dengan gerakan memutar.
    Napas-1.12. Tengadahkan kepalanya kebelakang: angkat dagunya sambil menahan lehernya untuk membuka saluran pernafasannya. Jangan gerakan kepalanya apabila anda mencurigai korban mengalami patah leher.Napas-2.13.Pencet hidungnya menggunakan ibu jari dan telunjuk anda. Tiup udara dari paru-paru anda ke mulutnya 2 kali, kemudian tunggu 2-3 detik menunggu keluarnya udara tersebut.

Napas-3.1Melakukan tekanan/pijatan pada jantung

  1. Temukan tulang (rawan) xiphoid (seperti pada gambar)

Jantung-1.12. Titik penekanan adalah sekitar 2 jari diatas tulang xiphoid, tegak lurus Jantung-2.13. Taruh tumit tangan anda pada titik tekananJantung-3.14. Tekan dada tegak lurus kebawah segaris antara dada dengan tulang belakang, lakukan dengan gerakan berulang dengan cepat tanpa berhenti dengan menggunakan seluruh berat atas tubuh. Tekanan sebaiknya dilakukan tidak kurang dari 2,5 hingga 5 cm dengan kecepatan tekan 100-110 kali tekanan permenit.

Jantung-4.1

5. Selingilah tekanan pada dada dengan bantuan pernapasan 2 kali setiap 15 kali tekan.Jantung-5.16. Tekanan pada bayi dilakukan dengan menggunakan telapak telunjuk dan jari tengah. Pada orang dewasa tekanan bertumpu pada tumit telapak tangan, yang dilakukan oleh dua tangan yang saling bertumpu, ibu jari tangan yang  satu mengarah kepala korban ibu jari satunya mengarah ke kakinya, seluruh jari terangkat hingga tidak menyentuh dadanya. Jantung-6.1

7. Amati dan periksa nadi leher serta gerakan reflexnya dan lihat apakah tindakan tekanan jantung tersebut menghasilkan perubahan pada korban. Jantung-7.1

Semoga Berguna !!

*(Tim Redaksi Kitanesia.co )

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN